... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Dunia Internasional Masih Bingung Definisi Teroris, Upaya Perdamaian Suriah Terancam Gagal

Foto: Pejuang oposisi di Suriah/Ilustrasi

KIBLAT.NET – Pada awal November 2015 lalu, dunia internasional yang diwakili sejumlah negara dengan poros masing-masing, seperti AS, Rusia, termasuk PBB, dan negara-negara lainnya di Timur Tengah, sedang berupaya untuk memulai proses perdamaian di Suriah.

Dalam perjalanannya, proses itu sangat bergantung pada kesepakatan dalam menentukan siapa saja kelompok oposisi yang diakui, dan siapa kelompok teroris yang harus disingkirkan.

Hingga hari ini, banyak diplomat memperingatkan bahwa proses “perdamaian” tersebut tengah mengalami kelambatan alias terancam gagal karena ketidakmampuan aktor negara-negara yang terlibat menjawab pertanyaan tersebut.

Meskipun nampaknya bahwa isu ini hanya merupakan salah satu dari sekian banyak fokus isu dan agenda yang akan dibawa oleh sejumlah negara yang terlibat dalam perundingan, namun usulan rancangan atau draft terbaru dari badan dunia PBB mengenahi situasi di Suriah masih terus berkutat pada soal penentuan daftar organisasi “teroris” dengan menyatakan bahwa hal itu masih bisa dinegosiasikan.

Terutama Rusia yang baru saja melibatkan diri di Suriah di saat rezim Assad hampir jatuh, termasuk di antara negara-negara yang mendesak untuk segera diselesaikannya masalah ini, supaya bisa diketahui kelompok-kelompok oposisi mana yang layak untuk mulai diundang ke meja perundingan, sekaligus menetapkan faksi-faksi oposisi mana yang masuk dalam kategori “teroris” yang bisa secara sah menjadi target pengeboman.

Ironisnya, desakan Rusia itu dilakukan setelah Kremlin terlanjur melakukan ratusan kali serangan udara disertai bombardemen secara acak baik ke target oposisi maupun sipil. Sementara banyak negara yang mengecam setiap aksi serangan udara Rusia yang tidak secara eksplisit menargetkan wilayah teritorial kelompok ISIS, maka pengelompokan antara faksi oposisi dengan “kelompok teroris” menjadi sangat penting bagi mereka.

BACA JUGA  Pembatalan Negosiasi dengan Taliban Dinilai Rugikan AS

Tetapi masalahnya adalah, banyak negara lain yang justru menolak langkah resolusi ini secara cepat, kemungkinan sebagian karena hal itu akan menyebabkan mereka berada pada posisi menentang Rusia. Di samping itu, karena setiap negara utama yang terlibat dalam proses perundingan memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menentukan kelompok (oposisi) mana yang dianggap punya legitimasi dan yang tidak.

Dalam kasus Arab Saudi, negara ini diketahui turut mendanai beberapa kelompok oposisi Islamis di mana kelompok-kelompok tersebut hampir mustahil tidak akan masuk dalam daftar “teroris” versi Amerika, Eropa, termasuk Rusia.

Sejak awal proses perdamaian ini mulai digagas, semua orang meramalkan masalah ini bakal menjadi isu-panas, dan juga banyak diprediksi akan mendorong terjadinya negosiasi pragmatis-transaksional alias politik “dagang-sapi” berdasarkan kepentingan masing-masing pihak atau aktor negara dalam penentuan akhir daftar “teroris”.

Pada akhirnya, jika “negosiasi” ini terjadi di belakang layar, (namun) saat ini kita belum melihatnya, banyak pihak/negara akan terpaksa menerima dan setelah itu enggan menindaklanjutinya, daripada menghadapi resiko kehilangan sekutu penting mereka karena masuk dalam daftar teror.

Selama ini memang proses perdamaian berjalan dengan begitu lamban. Mundurnya salah satu faksi utama termasuk insiden pembunuhan pemimpin salah satu kelompok oposisi terkuat oleh serangan udara Rusia ikut mewarnai ketidakjelasan kriteria antara oposisi yang sah dan kelompok teroris yang harus disingkirkan.

BACA JUGA  Pasca Serangan di Ladang Minyak Aramco, AS Tawari Saudi Bantuan Keamanan

Sejumlah diplomat membayangkan akan menjalani perundingan begitu saja tanpa adanya resolusi yang solid mengenai siapa saja yang boleh ikut ambil bagian. Langkah ini sendiri dinilai berbahaya karena akan menyebabkan kepada kekacauan dan pertarungan sengit di meja perundingan.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Amanah Media Center Poso Adakan Acara Islamic Bazaar

KIBLAT.NET, Poso – Amanah Media Center mengadakan aksi Peduli Muslim Palestina dan Suriah. Acara tersebut merupakan...

Sabtu, 02/01/2016 11:49 0

Indonesia

Para Penikmat Keindahan Langit, Catat Tanggal-tanggal Penting Ini

Tulisan ini merupakan lanjutan dari halaman sebelumnya  KIBLAT.NET – Jika cuaca mendukung, peristiwa ini akan...

Sabtu, 02/01/2016 05:00 0

Indonesia

Inilah Fenomena Keindahan Langit di Tahun 2016

KIBLAT.NET – Matahari, bulan, bintang dan benda-benda langit merupakan salah satu pertanda bukti kekuasaan Allah...

Sabtu, 02/01/2016 04:43 0

Indonesia

KH Tengku Zulkarnain: Saling Masuk Rumah Agama Lain untuk Beribadah Itu Bukan Toleransi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekjen MUI Pusat KH. Tengku Zulkarnain menegaskan bahwa Al-Quran telah menjelaskan toleransi sejak 14...

Sabtu, 02/01/2016 00:07 0

Indonesia

Awal Tahun 2016, 282 Perwira Menengah dan Tinggi Polri Dimutasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/2718/XII/2015 dan ST/2719/XII2015 tertanggal 31 Desember 2015,...

Jum'at, 01/01/2016 22:26 0

Indonesia

Umat Islam Rayakan Tahun Baru, Begini Tanggapan Netizen

KIBLAT.NET, Jakarta – Malam tahun baru telah berlalu. Ada yang mendukung, bersuka cita, ataupun yang...

Jum'at, 01/01/2016 21:05 0

Suriah

Ditangkap Pejuang Jaisyul Islam, Pelaku Bom Bunuh Diri Ini Mengaku Suruhan ISIS

KIBLAT.NET, Damaskus – Melalui akun twitter resmi, juru bicara Jaisyul Islam, Islam Alloush menyatakan telah...

Jum'at, 01/01/2016 21:00 0

Indonesia

Densus 88 Sering Salah Tangkap, ISAC Surati Pimpinan DPR, Komnas Ham dan Ombudsman

KIBLAT.NET, Surakarta – The Islamic Study and Action Center menyurati sejumlah pejabat tinggi pemerintah terkait dugaan...

Jum'at, 01/01/2016 20:33 0

Indonesia

Keluarga Rizky Merasa Densus 88 Bekerja Tak Sesuai Prosedur

KIBLAT.NET, Poso – Pihak keluarga Muhammad Rizky Ramadhan (18 tahun) merasa penangkapan yang menimpa Rizky tidak...

Jum'at, 01/01/2016 20:00 0

Indonesia

Ini Dia Barang Bukti yang Disita Densus 88 dari Rumah Seorang Remaja Poso

KIBLAT.NET, Poso – Detasemen Khusus Anti Teror Mabes Polri alias Tim Densus 88 pada Kamis,...

Jum'at, 01/01/2016 19:34 0

Close