... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terjadi Perpecahan dalam Tubuh ISIS di Yaman

Foto: ISIS di Yaman

KIBLAT.NET, Yaman – Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) cabang atau “propinsi” Yaman dilaporkan tengah menghadapi krisis terkait perpecahan internal dalam dua pekan terakhir. Lebih dari selusin pemimpin senior mereka plus puluhan pejuang secara terbuka memberontak terhadap gubernur ISIS di Yaman karena dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap Syariat Islam.

Tujuh puluh anggota ISIS cabang Yaman mengumumkan pernyataan keluar mereka dari kepemimpinan lokal ISIS melalui sebuah surat yang juga dipublikasi secara online tertanggal 15 Desember, seperti yang didapatkan TLWJ dalam versi terjemahannya berjudul “Pernyataan Keluar dari Kepemimpinan ISIS di Yaman.”

Di antara sejumlah figur yang membangkang termasuk 3 anggota Komite Syariah, yaitu Syaikh Abu Hajar Al-Adani, Syaikh Abu Al-Shayma Al-Muhajir, dan Syaikh Abu Muslim Al-Mansour, kepala Divisi Militer Abu ‘Assim Al-Bika, dan kepala Keamanan Umum yang dikenal sebagai Sadiq.

Sebelum para komandan beserta anak buah masing-masing menyatakan tidak lagi mengakui gubernur “propinsi” Yaman sebagai amir, mereka terlebih dulu menegaskan kesetiaan kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, yang secara sepihak dinyatakan sebagai khalifah oleh ISIS.

“Kami, para tentara Daulah Islamiyah (ISIS) di Yaman dan yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyatakan sumpah setia kami kepada khalifah Muslim, Ibrahim Bin Awad Al-Husaini Al-Quraisyi (nama resmi Abu Bakar Al-Baghdadi), dan sekali lagi kami perbarui baiat kami kepada khalifah untuk mendengar dan taat dalam segala hal, kecuali kami melihat adanya kekufuran yang nyata,” tulis pernyataan tersebut.

Kemudian para pasukan pembangkang itu menuding gubernur atau wali Yaman dan orang-orang di lingkar-dalam kekuasaannya telah melakukan “tindakan yang berlebih-lebihan dan melanggar hukum Syariat, sementara komando ISIS pusat belum juga menangani permasalahan tersebut.

“Meskipun kami telah berusaha memberi masukan dan menyampaikan informasi kepada kantor khalifah terkait apa yang sedang terjadi di Yaman, namun pelanggaran terhadap Syariat masih terus berlangsung dan bertambah parah,” lanjut surat tersebut. “Mereka tidak lagi bekerja berdasarkan metoda kenabian dalam menyelesaikan berbagai masalah dan persoalan”, imbuh tulisan itu. Lokasi “kantor khalifah” secara jelas belum diketahui, namun diduga berada di salah satu kota-kota penting yang berada di bawah kontrol ISIS seperti Raqqah di Suriah atau mungkin di Mosul (Iraq).

BACA JUGA  Bentrokan Bersenjata di Ibukota Darurat Yaman Meluas

Para pejuang ISIS yang mengajukan “petisi” kepada kepemimpinan pusat mereka itu menyebut terdapat tiga pelanggaran yang diduga dilakukan oleh gubernur di Yaman, yaitu: 1. Dengan semena-mena memecat sejumlah tentara karena mengajukan komplain, 2. Tidak mampu menyediakan sumber daya yang mendasar selama pertempuran di propinsi Hadramaut, 3. Menolak menggunakan aturan Syariah untuk mengadili seorang komandan wilayah.

Mereka juga menuduh wali ISIS di Yaman itu menerapkan kebijakan yang menindas dan mengusir para muhajirin (pejuang asing). Untuk itu, mereka menuntut khalifah Al-Baghdadi untuk memecat gubernur Yaman beserta orang-orang dekatnya.

Pihak ISIS belum secara terbuka mengumumkan nama gubernur “propinsi” Yaman tersebut dan hanya diketahui secara terbatas oleh kader-kadernya. Namun menurut sebuah sumber, Gregory Johnsen, gubernur Yaman itu adalah seorang warga negara Saudi bernama Abu Bilal Al-Harbi alias Nasser Al-Ghaydani.

Respon Komando Pusat ISIS

Komando pusat ISIS dengan segera membalas surat “petisi” tersebut pada tanggal 19 Desember 2015, selang empat hari kemudian. Melalui seorang anggota dewan syura ISIS pusat, Abu Ubaidah Abdul Hakim mengeluarkan surat balasan bernada pedas. Hakim sendiri merupakan seorang pemimpin veteran organisasi pendahulu ISIS, yaitu Al-Qaidah Iraq dan Daulah Islamiyah Iraq.

“Kami telah menerima surat kalian…berisi pernyataan yang men-justifikasi kelancangan kalian telah keluar dari amir yang telah diangkat oleh khalifah (Al-Baghdadi), semoga Allah melindunginya di Yaman,” tulis Hakim.

BACA JUGA  Pemberontak Syiah Hutsi Umumkan Penunjukkan Dubes untuk Iran

Hakim kemudian menolak tuntutan mengganti gubernur Yaman itu, dan mengatakan bahwa ketidaktaatan kepada gubernur, berarti telah membatalkan baiat kepada Al-Baghdadi. “Apa yang telah kalian perbuat secara mutlak tertolak. Kalian seharusnya mendengar dan taat kepada orang yang sudah ditunjuk oleh khalifah, dan kalian berada di bawah perintahnya,” imbuh Hakim. Apabila ia bersalah, pernyataan defeksi/ keluar sebuah kelompok merupakan suatu bentuk ketidakpatuhan iman dan pembangkangan terhadapnya. Para gubernur itu melaksanakan tugas khalifah, maka kalian harus mendengar dan taat kepada mereka selama mereka tidak memerintahkan maksiat kepada Allah. Ketaatan kepada mereka tidak dapat diganggu gugat selama kalian tidak melihat ada kekufuran yang nyata pada mereka.”

Perpecahan di tubuh ISIS “propinsi” Yaman nampaknya cukup signifikan. Jumlah jihadis pro-ISIS di Yaman tidak diketahui secara pasti, namun sejumlah pihak memperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan. Sehingga pembelotan 15 pemimpin senior beserta 55 anggota pasukannya bukanlah masalah ringan.

Demikian juga surat “petisi” itu nampaknya dianggap cukup penting sehingga Dewan Syariah pusat harus mengeluarkan surat balasan segera sebagai respon atas surat yang pertama, yaitu empat hari setelah surat pertama terpublikasi.

Hingga saat ini belum diketahui bagaimana sikap para “pembangkang” ISIS itu selanjutnya, apakah kembali ke pangkuan kelompok Al-Baghdadi, ataukah tetap tidak mau mengakui gubernur di Yaman. ISIS selama ini dikenal sangat keras cenderung brutal dalam menyikapi mereka yang menentang otoritas pemimpin-pemimpinnya.

Sementara kelompok jihadis AQAP (Al-Qaeda in the Arabian Peninsula) yang dianggap lebih kuat, oleh sebagian pihak melihat bahwa mereka menyambut baik defeksi di tubuh ISIS tersebut. Para “pembangkang” ISIS itu barangkali akan bergabung dengan AQAP, kembali di bawah kepemimpinan gubernur Yaman, atau bisa jadi akan membentuk faksi tersendiri.

Sumber: TLWJ
Penulis: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aliansi Solidaritas Muslim Tojo Una-una Ajak Warga Bantu Muslim Suriah dan Palestina

KIBLAT.NET, Tojo Una-una – Sejumlah aktivis muslim beserta tokoh masyarakat Ampana, Kabupaten Tojo Una-una didaulat untuk menjadi...

Kamis, 24/12/2015 13:00 0

Wilayah Lain

Masjid di Kanada Berikan Bantuan Musim Dingin bagi Tunawisma

KIBLAT.NET, Kanada – Musim dingin kali ini di Sacramento, Kanada, 100 lebih tunawisma menghabiskan malam...

Kamis, 24/12/2015 12:45 0

Indonesia

Galang Dana untuk Suriah, Warga Tojo Una-una Adakan Long March Sejauh 10 Kilometer

KIBLAT.NET, Tojo Una-una – Sejumlah warga Ampana, Kabupaten Tojo Una-una pada Ahad, (20/12)  mengadakan aksi...

Kamis, 24/12/2015 12:35 0

Artikel

Ternyata Natal Tidak Ada Dalam Alkitab

KIBLAT.NET – Beberapa hari menjelang tanggal 25 Desember sudah mulai terlihat persiapan perayaan Natal di...

Kamis, 24/12/2015 11:31 4

Turki

Protes Natal di Turki: Orang Islam Tidak Merayakan Natal

KIBLAT.NET, Ankara – Masyarakat Turki melakukan unjuk rasa atas keberadaan pohon Natal di alun-alun. Mereka...

Kamis, 24/12/2015 10:22 0

Artikel

Apakah Mereka Lupa dengan Surat Al-Kafirun?

KIBLAT.NET – Beberapa hari lagi umat kristiani di Indonesia menghelat perayaan Natal. Seperti tahun-tahun sebelumnya,...

Kamis, 24/12/2015 08:00 0

Indonesia

Ceramah Maulid di Hadapan Pejabat Negara, KH. Hasyim Muzadi: Banyak yang Mengaku Muslim Tapi Tidak Meneladani Rasulullah SAW

KIBLAT.NET, Jakarta – Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla beserta sedpresideneret menteri Kabinet Kerja memperingati...

Kamis, 24/12/2015 07:00 0

Indonesia

Densus 88 Tangkap Satu Orang di Bekasi, Warga Dilarang Ambil Gambar

KIBLAT.NET, Jakarta – Detasemen Khsusus (Densus) 88 Antiteror Mabel Polri pada Rabu (23/12) kembali menangkap...

Kamis, 24/12/2015 06:04 0

Indonesia

MUI Sumbar: Kerukunan Umat Beragama Harus Dijaga, Tapi…

Padang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, mengimbau masyarakat untuk menjauhi tasyabbuh, meniru gaya...

Kamis, 24/12/2015 05:27 0

Turki

Setelah Tiga Tahun, Jerman Tarik Rudal Patriot dari Turki

KIBLAT.NET, Ankara – Pemerintah Jerman telah menarik sistem pertahanan rudal Patriot dari Ankara, setelah sekitar...

Rabu, 23/12/2015 19:30 0

Close