... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mau Dibombardir, Militer Iraq Ultimatum Warga di Kota Ramadi

Foto: Militer Iraq

KIBLAT.NET, Ramadi – Setelah diblokade selama setahun lebih, militer Iraq yang didukung milisi-milisi pro pemerintah memberi ultimatum kepada warga sipil di kota Ramadi, Provinsi Anbar, untuk segera meninggalkan kota mayoritas Ahlussunnah itu. Warga diberi kesempatan 72 jam untuk menuju tempat yang ditentukan.

Kantor berita Al-Jazeera melansir dari sumber militer yang ikut serta dalam operasi militer di Anbar pada Ahad (20/12) mengatakan, ini merupakan ultimatum dan kesempatan terakhir bagi warga di Ramadi. Jika mereka tidak mengindahkan, kata sumber tersebut, nasib mereka bisa jadi seperti para militan.

Militer Iraq menentukan daerah pelarian bagi warga Ramadi yang menyambut ultimatum itu. Daerah itu berada di selatan Ramadi, tepatnya bernama Al-Hamirah.

“Pasukan keamanan akan menyerbu dari segala penjuru setelah ultimatum ini berakhir,” kata sumber Al-Jazeera.

Sumber itu mengklaim, penyerbuan kota Ramadi diakhirkan karena masih ada warga sipil. Sementara laporan media menyebutkan, juga terdapat perselisihan di internal kekuatan pemerintah yang didukung milisi Syiah di satu sisi dan AS di sisi lain.

Di sisi lain, militer Iraq secara remsi menyampaikan peringatan keras terhadap warga di Ramadi. Mereka akan menghadapi maut, karena dianggap membantu Daulah Islamiyah atau ISIS di kota tersebut.

TV Iraq melaporkan, surat peringatan itu disebar dengan menggunakan pesawat tempur ke daerah-daerah di Ramadi. Selebaran itu berisi peringatan untuk segera meninggalkan Ramadi dalam waktu 72 jam.

Daulah Islamiyah mengontrol pusat kota Ramadi pada Juni lalu. Sejak itu, militer Iraq yang dibantu milisi Syiah, milisi lokal dan milisi Kurdi mengepung kota ibukota Provinsi Anbar itu.

Warga mengalami bencana kemanusiaan akibat pengepungan setahun lebih tersebut. Aliran listrik, air, makanan pokok dan kebutuhan utama lainnya menghilang. Tidak hanya itu, warga juga mengalami serangan dari udara.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Turki Tegaskan Belum Ada Kesepakatan dengan Israel

KIBLAT.NET, Ankara – Pemerintah Turki dilaporkan telah membantah klaim sepihak Israel pada hari Jumat (18/12)...

Ahad, 20/12/2015 17:30 0

Munaqosyah

Haruskah Mengambil Jalan Mubahalah?

KIBLAT.NET – Belakangan ini kata mubahalah sering terdengar di kalangan aktivis Islam. Sejak awal munculnya...

Ahad, 20/12/2015 12:30 4

Indonesia

Peneliti LIPI: Dalam Memahami Terorisme, Indonesia Masih Mengikuti Amerika

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesia dinilai masih mengadopsi Amerika dalam penanganan masalah terorisme. “Selama ini Indonesia masih mengikuti...

Ahad, 20/12/2015 11:33 0

Info Event

Hadirilah!! Tabligh Suriah ‘Tetap Sekolah di Musim Dingin’ di Pusdiklat Dewan Dakwah Bekasi

KIBLAT.NET – Pendidikan adalah hak asasi setiap manusia. Namun peperangan merenggut kesempatan asasi itu. Meski...

Ahad, 20/12/2015 00:04 0

Eropa

Tahun 2016, Bosnia Herzegovina Berencana Gabung Uni Eropa

KIBLAT.NET, Bosnia – Pemerintah Bosnia Herzegovina secara resmi mengumumkan akan bergabung dengan Uni Eropa pada...

Sabtu, 19/12/2015 22:30 0

Konsultasi

Kalau Memang Sudah Ditaqdir, Buat Apa Allah Menyiksanya di Neraka?

KIBLAT.NET – Ketika berdebat soal keyakinan dengan orang-orang kafir, mungkin kita sering mendengarkan pertanyaan-pertanyaan aneh...

Sabtu, 19/12/2015 22:00 2

Indonesia

Ingatkan Pemuda, Jejak Islam Gelar Diskusi Mengenang M. Natsir

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas pecinta sejarah Islam, Jejak Islam untuk Bangsa, menggelar diskusi dengan tema...

Sabtu, 19/12/2015 21:00 0

Indonesia

Irfan Idris: Monopoli Tafsir Timbulkan Radikalisme Baru

KIBLAT.NET, Bogor – Dalam seminar bertajuk “Pengungsi Suriah dan Menangkal Bahaya ISIS di Indonesia” di ponpes...

Sabtu, 19/12/2015 20:30 0

Indonesia

BNPT: Indonesia Tepat Tidak Masuk Koalisi Militer Islam

KIBLAT.NET, Bogor – Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris berpendapat langkah Indonesia yang...

Sabtu, 19/12/2015 19:00 1

Manhaj

Untaian Nasehat Syaikh Al-Maqdisi (1) : Jihad bukan Sekedar Menyerang Musuh

KIBLAT.NET – Ditinjau dari hakikatnya, para ulama membagi jihad menjadi dua macam, jihad difa’i (defensif) dan...

Sabtu, 19/12/2015 14:00 0

Close