... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Menjawab Igauan tentang Nabi yang Kriminal; Oleh-Oleh dari Dakwah Semarang

Foto: Ust. Anung Al-Hamat

KIBLAT.NET – Pada hari Senin, 14 Desember 2015, saya menjadi salah satu narasumber dalam seminar yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Grobogan (IMG) Universitas Wahid Hasyim Semarang yang bekerjasama dengan MADINA (Majelis Dakwah Islam Indonesia).  Seminar diselenggarakan di Aula Kampus Unwahas dengan jumlah peserta yang cukup membludak tersebut mengusung tema “Yang Baku dan Yang Nisbi (Prinsip-Prinsip Islam Antara Konstanitas dan Fleksibilitas)”.

Pada acara tersebut turut hadir Ahmad Fauzi -seorang penulis kontroversial- dan ikut memberikan statement. Inti dari statementnya adalah menyatakan bahwa Nabi Khidir merupakan sosok nabi kriminal karena telah membunuh anak kecil yang tidak bersalah. Dia juga berpendapat bahwa kisah tersebut berbahaya jika diterapkan pada kekinian. Anak kecil yang sedang asik-asiknya bermain, kemudian dibunuh.

Dalam tulisan singkat ini, ada beberapa catatan dalam menanggapi pernyataannya tersebut. diantaranya:

Pertama, orang tersebut dalam beberapa tulisannya sudah terbiasa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang ada unsur melecehkan dan menghujat para nabi. Seperti menyatakan Nabi Ibrahim dan Nabi Khidhir merupakan nabi kriminal, Ibrahim cocok disebut musuh kemanusiaan dan ungkapan-ungkapan lainnya.

Kedua, memuliakan dan mengormati para nabi dan rasul merupakan bagian dari rukun iman yang harus diyakini oleh setiap yang mengaku dirinya muslim. Sementara dalam pernyataan ‘orang tersebut’ jelas mengandung melecehkan dan menghujat seorang nabi, yaitu Khidir ‘alaihissalam dan nabi-nabi lainnya.

Ust. Ali Haidar (Dosen Unwahas) yang hadir sebagai narasumber kedua menekankan akan pentingnya trust (kepercayaan) dalam menanggapi kisah yang terjadi pada Nabi Khidir. Apa yang dinyatakan Ust. Ali Haidar adalah benar adanya, dan itulah sikap yang benar bagi seorang muslim.

BACA JUGA  Kontroversi Sertifikasi Da’i

Ketiga, menolak kisah Khidhir pada hakikatnya adalah menolak ayat yang ada dalam Surat al Kahfi (paling tidak ayat 74 dan 80) dan hadits-hadits shahih. Minimalnya adalah menolak hadits-hadits yang ada dalam Shahih Bukhari, karena Imam Bukhari mengulang beberapa kali kisah Khidhir dalam shahihnya.

Keempat, pendapatnya yang menyatakan bahaya jika kisah Khidhir diterapkan dalam kekinian, jelas merupakan pernyataan yang keliru. Karena:

  1. Apa yang dilakukan Khidhir tidak bisa disamakan dengan yang manusia lain. Khidhir merupakan seorang nabi yang diberi wahyu. Maka apa yang diakukannya merupakan bagian dari wahyu dan bukan atas kehendaknya pribadi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Khidhir yang diabadikan al Qur-an dalam Surat al Kahfi ayat: 82: “Dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri”.
  2. Apa yang dilakukan Khidhir (membunuh anak kecil) dan meyakini benarnya kisah tersebut bukan berarti boleh menerapaknnya dalam kehidupan kita saat ini. Karena apa yang dilakukan Khidhir as merupakan bagian dari wahyu dan itu hanya khusus untuk Nabi Khidhir. Atau bolehlah kita menyebutkan kaidah Syar’un man qablana laisa syar’an lanaa” (Syariat sebelum kita tidak bisa menjadi syariat kita). Masuk dalam kategori kaidah tersebut adalah membunuh anak kecil. Bahkan dalam kondisi perangpun syariat kita telah melarang membunuh anak kecil.

Dalam permasalahan ini, Imam Bukhari membuat bab Qatli as shibyân fil harb (Membunuh anak kecil dalam peperangan), beliau riwayat yang bersumber dari sahabat Abdullah bin Umar r.a:

BACA JUGA  Pengabaian Keselamatan Jiwa Rakyat dalam Pilkada 2020

وُجِدَتْ امْرَأَةٌ مَقْتُولَةً فِي بَعْضِ مَغَازِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ

Dalam sebagian peperangan Rasulullah S.A.W ditemukan seorang wanita dalam kondisi terbunuh. Maka Rasulullah S.A.W melarang membunuh wanita dan anak-anak.[1]

Kelima, melecehkan nabi dan rasul sama halnya dengan melecehkan yang mengutusnya yaitu Allah swt.

Dan perlu kiranya kita menjaga lisan, agar jangan sampai terjerumus kepada kekufuran. Qadhi Iyadh menyatakan, “Menurut consensus ulama bahwa menghina Nabi Muhammad saw atau menghina salah seorang nabi maka hukumnya kafir (keluar dari Islam)”. Imam Syarbini as Syafi’I juga menyatakan, “Barang siapa yang mendustakan seorang rasul atau nabi, mencaci atau menghinanya maka dia telah kafir.

Pernyataan tersebut selaras dengan firman Allah dalam Surat al Baqarah ayat 285 yang memerintahkan kita untuk mengimani para rasul dan tidak membeda-bedakan antara para nabi dan para rasul.

Oleh: Dr. Anung Al Hamat, M.Pd.I (Direktur Forum Studi Sekte-Sekte Islam)

 [1] Ibn Hajar al ‘Asqalânî, Fath al Bârî, vol. VI, hlm. 181, hadits no. 3015.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Sutradara Kenamaan AS Hasung Masyarakat Kritik Pernyataan Trump

KIBLAT.NET, Washington DC – Michael Francis Moore, seorang penulis buku dan sutradara film AS menulis...

Jum'at, 18/12/2015 22:00 0

Indonesia

Sekjen PBNU Bantah Isu Rois Aam Larang Ucapan Selamat Natal

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Helmy Faishal Zaini membantah...

Jum'at, 18/12/2015 21:05 0

Amerika

Sekolah SMA di AS Ditutup Karena Pelajaran Kaligrafi Arab

KIBLAT.NET, Virginia – Dewan Sekolah Augusta County di negara bagian Virginia Amerika Serikat telah memerintahkan...

Jum'at, 18/12/2015 20:00 1

Turki

Turki-Israel Berencana Perbaiki Hubungan Diplomatik

KIBLAT.NET, Israel – Turki dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk meredam panasnya hubungan di antara keduanya setelah...

Jum'at, 18/12/2015 19:00 0

Lebanon

Syiah Hizbullah Kritik Lebanon Lantaran Gabung dengan Koalisi Militer Islam

KIBLAT.NET, Lebanon – Kelompok Syiah Hizbullah Lebanon menolak atas bergabungnya Lebanon dengan Koalisi Militer Islam. Sebagaimana...

Jum'at, 18/12/2015 18:25 0

News

Saudi Jalin Kerjasama Energi Nuklir dengan Rusia

KIBLAT.NET, Arab Saudi – Rusia siap membantu Kerajaan Arab Saudi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir...

Jum'at, 18/12/2015 17:30 0

Wilayah Lain

Dituding Mendukung ISIS, Masjid di Jerman Ditutup

KIBLAT.NET, Jerman – Pemerintah Jerman menggerebek dan menutup sebuah masjid, serta melarang perkumpulan jamaah Muslim karena dituduh mendukung...

Jum'at, 18/12/2015 16:45 0

News

Pemerintah Brasil Blokir Layanan Whatsapp Selama 48 Jam

KIBLAT.NET, Brazil – Pemerintah Brasil akan menutup layanan sosial smartphone, WhatsApp selama dua hari. Dikutip...

Jum'at, 18/12/2015 16:07 0

Rusia

Rusia ke Turki: Kalau Mau Rasakan S-400, Silahkan Terbang di Suriah!

KIBLAT.NET, Moskow – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengklaim Turki tidak akan dapat melanggar wilayah udara...

Jum'at, 18/12/2015 15:30 0

Profil

Syaikh Abu Mus’ab Az-Zarqawi, Generasi Kedua Al-Qaidah (1/3)

KIBLAT.NET –  Perang panjang kembali digelar pasca tragedi 9/11. Dengan dalih memerangi terorisme, Amerika dengan...

Jum'at, 18/12/2015 14:41 0

Close