... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Kalau Memang Sudah Ditaqdir, Buat Apa Allah Menyiksanya di Neraka?

KIBLAT.NET – Ketika berdebat soal keyakinan dengan orang-orang kafir, mungkin kita sering mendengarkan pertanyaan-pertanyaan aneh yang muncul dari lisan mereka. Salah satunya ketika berbicara tentang Al-Qur’an, mungkin mereka akan bertanya, “Menurut Al-Qur’an, Tuhan kalian telah mencitapkan taqdir, sehingga sesatnya manusia juga bagian dari taqdir. Lalu buat apa Dia menyiksa orang selama-lamanya di neraka?”

Menjawab pertanyaan ini, ada sebuah jawaban yang cukup bagus yang dijelaskan oleh Syekh Abdul Majid Subh ketika ada orang bertanya dengan  pertanyaan serupa, beliau berkata: Jika kita serius mencermati pertanyaan tersebut, maka kita akan menyimpulkan bahwa hal itu telah mencerminkan bentuk pengingkaran mereka terhadap neraka dan surga.

Islam menganut prinsip bahwa iman yang kokoh harus didasarkan pada akal, renungan, dan kebijaksanaan. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لا يَسْمَعُ إِلا دُعَاءً وَنِدَاءً صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لا يَعْقِلُونَ

“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu, dan buta. Oleh sebab itu, mereka tidak mengerti.” (Al Baqarah: 171).

Makin sering orang merenungkan ciptaan, maka semakin kokoh imannya kepada Allah, Sang Khalik. Al-Qur’an mengakui takdir Ilahi dan kehendak manusia. Pengakuan ini tersurat jelas dalam ayat berikut:

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yangdikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” (An-Nahl: 93).

Al-Qur’an menolak alasan para pendosa yang mengatakan bahwa takdir sudah menentukan mereka untuk melakukan perbuatan dosa. Prinsip ini ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an:

Orang-orang yang mempersekutukan Allah, akan mengatakan, “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan sesuatu apapun.” Demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah, “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga kamu dapat mengemukakannya kepada kami?” Kamu tidak mengikuti selain persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta. (Al An’am: 148).

Orang yang berpikiran waras pasti tahu bahwa dunia ini meliputi takdir Allah dan kehendak manusia. Manusia misalnya, tidak punya kehendak dalam menciptakan tubuh dan anggota-anggota tubuhnya sementara dia punya kehendak sempurna dalam hal-hal tertentu seperti makan, minum, tidur, bekerja, bermain, belajar, mengajar, dan sebagainya. Maka dari itu, ia memikul tanggung jawab atas perbuatan-perbuatan itu.

Dalam buku Risalah Tauhid, ulama terkemuka Muhammad Abduh mengatakan, “Karena orang yang berakal sehat mengakui bahwa mereka ada dan karena itu tidak ada perlunya membuktikan fakta ini. Mereka mengakui bahwa mereka punya kehendak tak terbantahkan mengenai perbuatan-perbuatan yang bisa dipilih. Karena itulah mereka melakukan atau menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan itu dengan sengaja.”

Sekarang mari kita renungkan kutipan dari Injil yang membahas masalah takdir Ilahi dan kehendak manusia berikut ini:

“Tuhan menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Tuhan dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Tuhan menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar.

Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala-nyala dalam birahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.” (Roma1: 18-27).

Sehingga Al-Qur’an—yang menganut prinsip takdir Ilahi maupun kehendak manusia—tidak menyangkal agama-agama samawi lain. Sebagai kesimpulan, saya ingin mengarahkan perhatian kalian pada fakta bahwa keyakinan kaum muslimin pada takdir Allah dan pada tanggung jawab mereka atas perbuatan yang mereka lakukan membuat mereka melaksanakan kewajiban mereka dalam menyebarkan kebajikan, kesejahteraan, keadilan, dan moralitas ke seluruh dunia.

Disadur dari buku “Mereka Bertanya, Islam Menjawab” karya Syekh Abdul Majid Subh, Penerbit Aqwam

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Kalau Memang Sudah Ditaqdir, Buat Apa Allah Menyiksanya di Neraka?”

  1. Hikmat al sicincini

    Maaf saya masih kurang jelas jawabannya. Itu juga mjd pertanyaan saya selama ini. Aku berlindung kepada Allah SWT atas kekeliruan dan kekhilafan.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Kompilasi Operasi Militer Mujahidin Taliban di Afghanistan

KIBLAT.NET, Afghanistan – Media resmi Imarah Islam Afghanistan merilis operasi serangan di beberapa wilayah Afghanistan. Operasi...

Sabtu, 19/12/2015 21:30 0

Indonesia

Ingatkan Pemuda, Jejak Islam Gelar Diskusi Mengenang M. Natsir

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas pecinta sejarah Islam, Jejak Islam untuk Bangsa, menggelar diskusi dengan tema...

Sabtu, 19/12/2015 21:00 0

Indonesia

Irfan Idris: Monopoli Tafsir Timbulkan Radikalisme Baru

KIBLAT.NET, Bogor – Dalam seminar bertajuk “Pengungsi Suriah dan Menangkal Bahaya ISIS di Indonesia” di ponpes...

Sabtu, 19/12/2015 20:30 0

Arab Saudi

Koalisi Militer Islam “Tidak Menargetkan Ikhwanul Muslimin”

KIBLAT.NET, Riyadh – Kepala Pusat Politik dan Kajian Strategis Timur Tengah, Anwar Majed Eshqi, mengatakan...

Sabtu, 19/12/2015 20:00 0

Indonesia

BNPT: Indonesia Tepat Tidak Masuk Koalisi Militer Islam

KIBLAT.NET, Bogor – Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris berpendapat langkah Indonesia yang...

Sabtu, 19/12/2015 19:00 1

Afrika

Militer Nigeria Tewaskan 49 Militan Boko Haram dalam Dua Hari Pertempuran

KIBLAT.NET, Nigeria – Setidaknya 49 militan Boko Haram tewas dalam dua hari pertempuran dengan militer...

Sabtu, 19/12/2015 18:00 0

Amerika

Sejak Pertengahan 2015, Jumlah Pengungsi di Dunia Semakin Melonjak

KIBLAT.NET, Washington DC – Komisari tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) mengatakan, jumlah pengungsi di dunia...

Sabtu, 19/12/2015 17:00 0

News

Rusia Kembali Tewaskan Warga Sipil Suriah di Idlib

KIBLAT.NET, Damaskus – Serangan jet tempur Rusia kembali menelan korban jiwa dari rakyat sipil. Kali...

Sabtu, 19/12/2015 16:00 0

Amerika

Turki, Saudi dan Qatar Bahas Suriah dalam Pertemuan di New York

KIBLAT.NET, New York – Pemerintah Turki, Arab Saudi dan Qatar akan berkumpul di New York...

Sabtu, 19/12/2015 15:08 0

Manhaj

Untaian Nasehat Syaikh Al-Maqdisi (1) : Jihad bukan Sekedar Menyerang Musuh

KIBLAT.NET – Ditinjau dari hakikatnya, para ulama membagi jihad menjadi dua macam, jihad difa’i (defensif) dan...

Sabtu, 19/12/2015 14:00 0

Close