Rawat Suaminya yang Tertembak di Suriah, Kepala Pegawai Statistik Ini Dipenjara

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur pada Selasa, (15/12) menjatuhi hukuman penjara 6 bulan kepada seorang kepala pegawai statistik. Ia dijatuhi hukuman setelah mengaku bersalah karena melindungi suaminya untuk mencari pengobatan akibat terluka dalam perang di Suriah.

Hakim Kamardin Hashim menjatuhi hukuman kepada Poziah Harun, 42 tahun, dan memerintahkannya untuk untuk segera ditahan sejak ia ditangkap tanggal 19 Agustus lalu.

Dalam persidangan, Kamardin mengatakan kesalahan Poziah dikategorikan sebagai pelanggaran serius. Meskipun, jika terdakwa hanya bertujuan untuk melindungi dan mendampingi suaminya mencari pengobatan.

Hakim mengatakan pengadilan mengambil faktor-faktor yang dapat meringankan bahkan pengakuan dari terdakwa yang mengaku bersalah pada awal kasus ini, karena terdakwa dapat menunjukkan pertobatannya.

Namun, pengadilan memberikan perhatian serius terhadap kepentingan publik yang melibatkan ketertiban umum dan keamanan nasional dengan alasan adanya penyebaran kekerasan di negara itu.

“Kesalahan dalam tindakan terorisme tidak hanya melibatkan pergerakan kelompok tetapi secara individual. Itu bisa terlibat dalam berbagai cara yang dapat menyebabkan kehancuran ekstremis teroris seperti di Perancis dan Thailand,” kata hakim, seperti dikutip Kiblat.net dari The Malaysian Insider pada  Selasa, (15/12).

Menurut dakwaan, ibu dari tiga anak itu diduga melindungi Ghaz Dia Abd Ghani, 31 tahun, sementara ia memiliki pengetahuan bahwa suaminya diduga melakukan tindakan kekerasan.

Poziah didakwa melakukan pelanggaran di Poliklinik Azhar & Partners di Jalan Masjid Taman Pekan Baru, Sungai Petani, Kedah, pada awal September hingga Desember 2014.

Usai persidangan, Poziah yang berjubah hitam dan berkerudung terlihat berlinang air mata dan memeluk anggota keluarganya yang hadir di pengadilan.

BACA JUGA  Menlu Saudi: Biden Akan Membuat Hubungan Saudi-AS Semakin Baik
koran kosmo
koran kosmo

Sebelumnya diketahui bahwa, Poziah menghubungi suaminya yang baru kembali dari Suriah. Kemudian, suaminya meminta Poziah membawanya ke klinik untuk perawatan karena cedera yang diderita selama perang di Suriah.

Namun, terdakwa bertemu temannya Abdul Samad Abdul Halim untuk memeriksa luka tembak di tangan suaminya sebelum mengambil suaminya ke klinik.

Pada tanggal 19 Agustus lalu, terdakwa ditangkap di rumahnya karena tidak melaporkan suaminya yang telah kembali ke Malaysia. Sementara, Poziah juga dituding menyembunyikan penyebab luka yang diderita oleh suaminya.

Pengacara terdakwa, Mohd Alif Wahab Hazrin telah mengajukan banding agar diberlakukan hukuman minimal penjara dengan alasan bahwa kliennya hanya melakukannya untuk memenuhi tugas-tugas seorang istri.

Hazrin mengatakan kliennya harus mengurus tiga anaknya yang masih sekolah dan anak-anak terdakwa bisa menderita depresi setelah ibunya dan ayahnya (dalam pernikahan pertama) terpisah sejak 2 tahun yang lalu.

 

Sumber: Bernama, The Malaysian Insider
Penulis: Fajar Shadiq

 

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat