... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Fokus

Pengadilan Swiss Kembali Tolak Gugatan Sekolah yang Melarang Siswi Berjilbab

Foto: Siswi berjilbab di Swiss

KIBLAT.NET, Swiss – Pengadilan Swiss kembali menolak gugatan sekolah yang melarang siswinya mengenakan jilbab di sekolah. Baru-baru ini, Pengadilan Federal Swiss menolak banding yang diajukan sekolah komunitas St Gallen tentang larangan jilbab di sekolah, seperti dikutip dari World Bulletin, Ahad (13/12)

Sebelumnya pada 2013, pengadilan juga menolak gugatan sekolah komunitas St Margrethen yang keberatan dengan siswi Muslim 14 tahun yang mengenakan jilbab di kelas.

Sekolah-sekolah yang mengajukan gugatan berpijak pada peraturan umum tentang larangan memakan pakaian keagamaan.

Pengadilan administrasi kewilayahan juga menolak protes sekolah tersebut, setelah orang tua siswa menolak permintaan agar putrinya bersekolah tanpa jilbab.

Pada Jum’at lalu, Pengadilan Federal memutuskan untuk menolak banding sekolah berdasarkan keputusan pengadilan administratis kewilayahan.

Pengadilan berpendapat bahwa, larangan mengenakan jilbab bukanlah sebuah syarat yang efektif dalam sebuah pengajaran di sekolah.

“Dengan mengenakan jilbab tidaklah membuat seorang menjadi kasar atau tidak disiplin,” kata Hakim Federal, Florence Aubry Girardin.

Kasus di sekolah St Margrethen ini bukanlah satu-satunya contoh penolakan jilbab di Swiss yang pernah diajukan ke pengadilan.

Di wilayah Ticino pernah ada pelarangan pakaian dengan cadar pada 2013. Selain itu, di Aargau, Zurich dan Valais juga pernah terjadi kasus pelarangan burqa. Di sisi lain, sekelompok politisi sayap kanan sedang berusaha untuk melarang jilbab di Swiss.

Sumber: World Bulletin
Penulis: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Bom Meledak di Desa Syiah Pakistan, 23 Orang Tewas

KIBLAT.NET, Pakistan – Sejumlah 23 orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya terluka setelah sebuah bom...

Senin, 14/12/2015 17:00 0

Wilayah Lain

Ini Alasan Militer Nigeria Gerebek Basis Syiah

KIBLAT.NET, Zaria – Militer Nigeria mengumumkan alasan menggerebek rumah pemimpin Syiah Nigeria dan Husainiyat Syiah...

Senin, 14/12/2015 16:25 0

Wilayah Lain

Merkel: Assad Penyebab Warga Suriah Mengungsi, Bukan ISIS

KIBLAT.NET, Berlin – Harian Jerman Augsburg melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan tentang sejumlah...

Senin, 14/12/2015 16:02 0

Amerika

Kerry: Pernyataan Rasis Donald Trump Ancam Keamanan AS

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry turut angkat bicara terkait pernyataan...

Senin, 14/12/2015 15:30 0

News

Tentara Israel Dilaporkan Bergabung dengan ISIS di Suriah

KIBLAT.NET, Israel – Seorang militer Arab-Israel yang telah menjadi tentara Israel telah bergabung dengan kelompok pimpinan Al-Baghdadi,...

Senin, 14/12/2015 15:00 0

Suriah

Gempur Oposisi, Rezim Suriah Justru Tewaskan 28 Warga Sipil

KIBLAT.NET, Suriah – Setidaknya 28 warga sipil tewas dalam pemboman yang menargetkan pejuang oposisi Suriah...

Senin, 14/12/2015 14:30 0

Yaman

Puluhan Ribu Tewas Akibat Konflik Yaman Setahun Terakhir

KBLAT.NET, Sanaa – Lembaga HAM melaporkan, dalam kurun waktu kurang dari setahun, lebih dari 28...

Senin, 14/12/2015 14:10 0

Wilayah Lain

Militer Nigeria Gerebek Rumah Pemimpin Syiah, Bentrok Sengit Meletus

KIBLAT.NET, Zaria – Pasukan militer Nigeria menggerebek rumah pemimpin spiritual Syiah Nigeria dan Husainiyat Syiah...

Senin, 14/12/2015 13:42 0

Indonesia

Amir JAS Jakarta: Pengetahuan Akhir Zaman Jangan Dijadikan Pesimisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Amir Jamaah Anshar Syariah (JAS) Jakarta, Ustadz Haris Amir Falah menegaskan kabar...

Senin, 14/12/2015 13:33 0

Afghanistan

Taliban Sambut Hangat 24 Mantan Pasukan Musuh yang Menyerah

KIBLAT.NET, Jowzjan – Media Al-Imarah News melaporkan sebanyak 24 anggota personil militer termasuk para polisi,...

Senin, 14/12/2015 13:00 0

Close