... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Dilema Freeport antara Asing dan Aseng?

KIBLAT.NET – Ke mana bergulirnya arah isu #PapaMintaSaham semakin menarik untuk dicermati. Rekaman pembicaraan Setya Novanto (Ketua DPR RI) telah diungkap di sidang MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) menghadirkan Sudirman Said (Menteri) dan Maroef Sjamsoeddin (Preskom PT Freeport Indonesia dan Mantan Wakabakin) adik Syafrie Sjamsoeddin (Wamenham dan Mantan Pangdam Jaya).

Meski opini yang mencatut nama Jokowi, Jusuf Kalla dan Luhut Pandjaitan itu agak tenggelam oleh Pilkada serentak yang tidak sesuai dengan spirit awalnya. Baik dari sisi budget yang dikeluarkan maupun dari sisi pelaksanaannya.

Penyelenggaraan Pilkada serentak beberapa hari kemarin terlihat tidak efesien, partisipasi politik rendah (angka golput masih tinggi), sarat politik uang dan kampanye hitam. Terlalu banyak fakta di lapangan untuk mengungkap penyimpangan Pilkada kemarin, karena hal itu sudah menjadi rahasia umum.

Melihat kasus Freeport seperti menyingkap sebuah cengkeraman asing yang semakin menguat. Hal ini mengindikasikan beberapa kemungkinan skenario di balik mencuatnya kasus rekaman kontroversial #PapaMinta Saham.

Kepentingan pejabat dan mafia asing

Kemungkinan tersebut antara lain; Pertama, di tengah santernya isu bagi-bagi saham seolah menyiratkan banyaknya kepentingan yang terlibat mulai dari pejabat negara atau mantan pejabat negara yang menduduki posisi tinggi di Freeport, DPR RI, Presiden, Wapres, dan Menteri. Dengan kata lain keberadaan Freeport sangat diharapkan oleh banyak orang penting di negeri ini keberlangsungannya.

Kasus Setyo Novanto mengindikasikan celah rendahnya negosiasi Indonesia atas kontrak penambangan oleh Freeport. Terbukti terbitnya surat oleh Sudirman Said berupa lampu hijau perpanjangan kontrak yang harusnya baru bisa dilaksanakan pada tahun 2019 sebelum habis kontraknya tahun 2021. Siapa yang diuntungkan dari semua permainan ini, tentu saja Asing (AS) di balik PT Freeport yang diibaratkan oleh beberapa kalangan sebagai “VOC Gaya Baru”.

Kedua, jika benar Jokowi memutus kontrak PT Freeport karena begitu kuatnya desakan dari berbagai kalangan pasca terungkapnya pembicaraan Setyo Novanto maka selain ancaman arbitrase internasional, Indonesia akan menghadapi kemungkinan potensi disintegrasi Papua Merdeka. Sejarah telah mencatat upaya ke arah sana telah lama dikawal secara serius oleh Amerika dan Australia, apalagi armada laut AS beserta pasukan ribuan jumlahnya mengawal cukup ketat di kawasan tersebut.

Secara kalkulasi politik lebih mudah mengendalikan Freeport dengan konsep Papua Merdeka ketimbang tetap menjadi bagian dari Indonesia karena rata-rata orang Papua termasuk yang menyebar di Timika dan beberapa titik lokasi di area penambangan di Tembagapura masih terbelakang, berpendidikan rendah dan dikehendaki seperti itu agar tidak muncul sikap kritis terhadap daerahnya yang dicabik-cabik sumber daya alamnya.

BACA JUGA  Hagia Sophia dan Surau Samping Rumahmu

Sementara, Kuala Kencana praktis dipergunakan sebagai perumahan karyawan dalam negeri dan asing berikut fasilitas umum yang menunjang tidak ada satupun pemukiman penduduk pribumi. Memang skenario kedua ini tipis kemungkinannya, selain masih kuatnya kepentingan dalam negeri terutama kelompok #PapaMintaSaham untuk mempertahankan Freeport juga secara geoekonomipolitik Papua berbeda karakternya dengan Timur Leste yang dulu bernama Timtim.

Hampir di semua titik sekitar Freeport mulai dari Timika, Kuala Kencana hingga Tembagapura dikawal oleh seluruh kesatuan TNI Polri. Sebuah sistem keamanan tingkat tinggi yang melibatkan semua personel di hampir semua kesatuan TNI Polri demi mengamankan aset Freeport dari ancaman para perusuh pribumi pemegang hak sumber daya alam sah yang bersenjatakan sangat sederhana dan sangat memprihatinkan.

Sekedar diketahui bahwa Timika adalah kota tempat konsentrasi populasi di kawasan Freeport yang berepidemi AIDS tertinggi. Selain karena kultur mabuk-mabukan dan ganti pasangan bebas juga datang limpahan pekerja seks komersial dari Jawa untuk memenuhi syahwat para pekerja domestik dan asing baik di Timika maupun Tembagapura yang banyak berdiri pub-pub atau bar-bar. Sebagai ilustrasi saat penulis datang ke Timika tahun 2004, masih ditemukan pemandangan salah satu anggota DPRD di Timika buang hajad besarnya di sekitar rumah dinasnya bukan di WC yang sudah disediakan. Bisa dibayangkan keterbelakangan sosial, kultur dan pendidikannya di tengah arogansi kesewenang-wenangan Asing bersama para antek-anteknya mengeruk bumi Papua.

Pemandangan yang sangat ironis di tengah santernya cerita seputar konflik kepentingan antar kesatuan untuk memperebutkan aset di antara para perwira yang ditugaskan di Freeport dari penuturan salah seorang perwira sekembalinya dari tugas.

Ketiga, sebagaimana diketahui dan sudah menjadi rahasia umum bahwa AS dan barat bukanlah pemain utama satu-satunya untuk investasi di Indonesia saat ini. Jokowi telah secara sistematis dan perlahan-lahan memfasilitasi keterlibatan kelompok Aseng dalam negeri maupun negara seperti RRC dan Taiwan dalam investasi-investasi strategis.

Kelompok aseng

Setidaknya berikut gambarannya, pertama  Penolakan membayar pajak para cukong dengan alasan macam-macam diantaranya pelemahan ekonomi menyebabkan terjadi defisit APBN sekitar Rp 500 triliun sehingga ada dorongan untuk berhutang pada RRC.

BACA JUGA  RUU HIP: Tawar-Menawar Harga Pancasila

Kedua, hutang swasta Cina sudah melewati Pemerintah, ini seolah-olah ada upaya penyengajaan agar nilai rupiah jatuh hingga membawa dollar keluar dengan alasan apapun. BI dipaksa mau tidak mau meminjam Yuan untuk menstabilkan nilai rupiah.

Ketiga, Proyek-proyek yang didanai Yuan seperti KA super cepat, pembangkit listrik, pelabuhan dan lain-lain disertai dengan suplai tenaga kerja dari Cina hingga diprediksikan 5 tahun ke depan terdapat sekitar 10 juta buruh Cina dari RRC.

Keempat, Modus pembakaran hutan-hutan HPH/HTI yang diduga melibatkan seperti Asia Pulp & Paper dari Sinar Mas nampaknya disengaja untuk mengganti ratusan pemegang HPH/HTI dengan corporate-corporate Cina. Selain ada dugaan pula permintaan dana Climate Change kepada Dunia yang disediakan RRC sebagai ganti konsesi wilayah RI.

Dari kondisi tersebut, mungkinkah RRC dipersiapkan untuk dilibatkan lebih jauh ganti kelola SDA Papua yang saat ini dikerjakan Freeport. Kemungkinan skenario ketiga ini kelihatannya juga jauh dari kenyataan mengingat begitu besarnya cengkeraman Asing (AS dan Barat) melalui Freeport.

Dalam kondisi seperti ini desakan atas kebijakan melanjutkan maupun memutus kontrak Freeport hanya akan menjadi kanalisasi kepentingan politik para Asing Aseng beserta para anteknya. Ini semua menggambarkan bahwa Indonesia benar-benar dalam cengkeraman Asing dan Aseng. Dan menunjukkan ketergantungan politik yang sangat tinggi terhadap para penjajah Asing Aseng melalui pintu investasi dan hutang. Diperlukan keberanian politik penguasa yang bukan antek dan sistem politik yang kapable untuk memutus segala bentuk ketergantungan politik dan ekonomi para penjajah. Sistem volitik yang berbeda karakternya dengan sosialis komunisnya RRC dan kapitalis liberalisnya AS dan Barat. Karena pilihan mengikuti sistem politik penjajah hanya akan melanggengkan jalannya penjajahan.

Sebaliknya, sejarah telah mencatat bahwa Islam telah memiliki sistem politik Khilafah dijalankan oleh Khalifah amanah yang mampu mewujudkan keberdayaan politik ekonomi dan semua aspek hingga mampu mewujudkan ekspansi kekuasaan di hampirsepertiga belahan dunia menaungi dan memberikan kesejahteraan warga negara di dalamya baik muslim maupun non muslim. Wallahu a’lam bis shawab.

 

Oleh : Abu Ummah Al Makassari (Pemerhati Sosial Politik)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jelang Perayaan Natal, Majelis Mujahidin Layangkan Surat Terbuka

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Menjelang datangnya perayaan natal dan tahun baru masehi, Majelis Mujahidin pada Ahad,...

Senin, 14/12/2015 20:25 1

Indonesia

Mantan Wali Kota Pekalongan Jadi Ketua Umum Perhimpunan Al Irsyad Periode 2015-2020

KIBLAT.NET, Tegal – Mantan Wali Kota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie menjadi Ketua Umum periode...

Senin, 14/12/2015 20:00 0

Indonesia

Duh, “Bungkusan Bom” Anggota DPRD Ini Hebohkan Satu Pesawat

KIBLAT.NET, Jakarta – Seluruh penumpang pesawat Batik Air dengan rute Jakarta-Makassar dibikin heboh dengan “bungkusan bom” milik...

Senin, 14/12/2015 19:30 0

Indonesia

Perhimpunan Al Irsyad Gelar Muktamar Kedua di Tegal

KIBLAT.NET, Tegal – Perhimpunan Al Irsyad mengadakan muktamar ke-2 di Kota Tegal pada Jumat (11/12/2015)...

Senin, 14/12/2015 19:00 0

Info Event

Masjid Darussalam Kota Wisata Adakan Khitanan Massal & Pengobatan Gratis

KIBLAT.NET – Masjid Darussalam Kota Wisata akan mengadakan Khitanan massal & Pengobatan Gratis yang insyaAllah akan...

Senin, 14/12/2015 18:32 0

Wilayah Lain

Ribuan Orang Montenegro Tolak Negaranya Ikut Keanggotaan NATO

KIBLAT.NET, Montenegro – Sekitar 3.000 orang berkumpul di Montenegro untuk menentang keanggotaan negaranya yang telah...

Senin, 14/12/2015 18:30 0

Eropa

Pengadilan Swiss Kembali Tolak Gugatan Sekolah yang Melarang Siswi Berjilbab

KIBLAT.NET, Swiss – Pengadilan Swiss kembali menolak gugatan sekolah yang melarang siswinya mengenakan jilbab di sekolah....

Senin, 14/12/2015 17:30 0

Pakistan

Bom Meledak di Desa Syiah Pakistan, 23 Orang Tewas

KIBLAT.NET, Pakistan – Sejumlah 23 orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya terluka setelah sebuah bom...

Senin, 14/12/2015 17:00 0

Wilayah Lain

Ini Alasan Militer Nigeria Gerebek Basis Syiah

KIBLAT.NET, Zaria – Militer Nigeria mengumumkan alasan menggerebek rumah pemimpin Syiah Nigeria dan Husainiyat Syiah...

Senin, 14/12/2015 16:25 0

Wilayah Lain

Merkel: Assad Penyebab Warga Suriah Mengungsi, Bukan ISIS

KIBLAT.NET, Berlin – Harian Jerman Augsburg melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel menyampaikan tentang sejumlah...

Senin, 14/12/2015 16:02 0

Close