... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Riyadh Ditutup, Ini Poin-poin yang Disepakati Oposisi Suriah

KIBLAT.NET, Riyadh – Oposisi Suriah menutup konferensi di Riyadh, Kamis (10/12), dan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan terkait menyelesaikan konflik di Suriah. Hasil pertemuan selama tiga itu oposisi menyepakati penyelesaian politik di Suriah dengan membentuk Badan Tinggi Oposisi.

Seperti dilansir Al-Jazeera, Kamis malam, perwakilan berbagai gerakan oposisi Suriah sepakat membangun negara demokratis dan bukan sistem kerajaan. Negara tersebut merupakan negara politik baru yang tidak ada tempat bagi Bashar Assad dan pilar-pilarnya.

Dalam pernyataannya, oposisi menyatakan siap ikut serta dalam negosiasi dengan delegasi rezim yang bersandar pada kesepakatan pertemuan Jenewa 1. Negosiasi harus di bawah pengawasan PBB.

Mereka menyeru rezim Suriah beritikad baik dalam negosiasi. Rezim harus menghentikan praktek eksekusi mati semena-mena, melepaskan seluruh tahanan, membuka pengepungan, membolehkan bantuan kemanusiaan masuk ke Suriah, menghentikan penggunaan bom barel serta menghentikan serangan usia terhadap warga sipil dan wilayah oposisi.

Konferensi yang dihadiri 100 perwakilan gerakan oposisi itu juga sepakat merealisasikan masa transisi di Suriah sebagaimana yang disepakati di Jenewa 1. Tidak kalah penting, Bashar Assad dan pilar-pilarnya harus meninggalkan pemerintahan selama masa transisi tersebut.

Termasuk kesepakatan konferensi itu membentuk Badan Tinggi Oposisi Suriah. Badan ini diisi 32 anggota, sepuluh di antaranya perwakilan faksi militer, enam dari Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah, lima dari Badan Koordinator Revolusi dan delapan dari independen.

BACA JUGA  Kunjungi Saudi, Putin Perluas Pengaruh di Timur Tengah

Mereka sudah menyiapkan 15 perwakilan untuk duduk dalam meja perundingan bulan depan. Belasan perwakilan ini nantinya tidak mengambil bagian dalam masa transisi pemerintah di Suriah.

Terkait waktu perundingan, oposisi masih menunggu kabar dari PBB.

Perwakilan dari berbagai gerakan oposisi Suriah, yang ada di dalam maupun di luar negeri, sejak Selasa lalu menggelar pertemuan di Riyadh. Konferensi yang difasilitasi oleh Saudi ini bertujuan membentuk kekuatan oposisi bersatu, yang nantinya menjadi wakil untuk bernegosiasi dengan rezim.

Gerakan Ahrar Al-Syam termasuk dalam daftar undangan. Namun di hari kedua, Ahrar mengumumkan keluar dari pertemuan tersebut. Mereka beralasan, pertemuan itu masih melibatkan oposisi yang dikenal dekat dengan rezim. Selain itu, mereka berupaya memboikot aspirasi dan peran faksi militer dalam solusi politik.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Tanggapan Muzakarah Ulama atas Kekalahan Calon Walikota Muslim di Solo

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 9 Desember lalu,...

Jum'at, 11/12/2015 14:37 0

Indonesia

Muzakarah Ulama untuk Gubernur Muslim Sahkan Agenda Program

KIBLAT.NET, Jakarta – Para ulama, habaib, tokoh, pimpinan ormas Islam di ibukota kembali menggelar ‘Muzakarah...

Jum'at, 11/12/2015 13:19 0

Eropa

Sejumlah Negara Eropa Ikut Lakukan Perburuan Tersangka Serangan Paris

KIBLAT.NET, Swiss – Kepolisian Swiss tengah memburu tersangka serangan di Paris sebagai bagian dari penyelidikan...

Jum'at, 11/12/2015 13:00 0

Indonesia

Ketua MUI: Jangan Lagi Paksa-paksa Orang Islam Pakai Simbol Natal

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak boleh memaksa umat Islam...

Jum'at, 11/12/2015 12:00 4

Indonesia

Antisipasi Sengketa Ekonomi Syariah, MUI dan KY Jalin Kerjasama Peningkatan Hakim

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia dan Komisi Yudisial (KY) sepakat untuk menjalin kerjasama dalam...

Jum'at, 11/12/2015 10:51 0

Indonesia

Pernyataan Muslim Dilarang Masuk Amerika Dinilai Bisa Memicu Konflik

KIBLAT.NET, Jakarta – Pernyataan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa muslim dilarang masuk Amerika Serikat dinilai telah...

Jum'at, 11/12/2015 10:00 0

Artikel

Ibrahim Al-Qosi, Pengawal Elit Syaikh Usamah Bin Ladin

KIBLAT.NET – JTF-GTNM mengungkap, tahanan mereka adalah seorang veteran jihadis yang memiliki pengalaman perang di...

Jum'at, 11/12/2015 09:36 0

Artikel

Syeikh Ibrahim Al-Qosi, Dari Jihad Hingga Guantanamo, Lalu Berjihad Lagi

KIBLAT.NET – Mujahidin Al-Qaidah in Arabian Peninsula(AQAP) baru-baru ini merilis video terbaru, di antaranya menampilkan...

Jum'at, 11/12/2015 09:31 0

Info Event

Ikutilah!!! Pelatihan Jurnalistik Bumisyam Angkatan I

KIBLAT.NET – Menurut laporan yang dikeluarkan PBB per bulan November, sudah lebih dari 400.000 rakyat...

Jum'at, 11/12/2015 09:10 0

Indonesia

KontraS Sebut Pemblokiran Situs Islam Batasi Kebebasan Berekspresi

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Bidang Strategis dan Mobilisasi KontraS, Puri Kencana Putri mengatakan langkah...

Jum'at, 11/12/2015 09:00 0

Close