... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Ibrahim Al-Qosi, Pengawal Elit Syaikh Usamah Bin Ladin

Foto: Ibrahim Al-Qosi

KIBLAT.NET – JTF-GTNM mengungkap, tahanan mereka adalah seorang veteran jihadis yang memiliki pengalaman perang di awal dekade 90-an dan diperkirakan akan kembali bertempur melawan pasukan AS jika ia dibebaskan.

Tahun 1990, Ibrahim Al-Qosi bertemu dengan dua agen anggota al-Qaidah yang kemudian merekrutnya untuk berjihad di Afghanistan.

Selanjutnya Syeikh Qosi berlatih keterampilan militer di Kamp Faruq milik al-Qaidah yang merupakan kem pelatihan terbesar mujahidin di Afghanistan sebelum peristiwa 11 September. Tahun 1991, pemimpin al-Qaidah Syeikh Usamah Bin Ladin pindah ke Sudan dan diikuti oleh Syeikh Qosi yang selama di Sudan bekerja sebagai akuntan dan bendahara bagi perusahaan Bin Ladin. Ternyata, peran Seikh Qosi tersebut terus berlanjut saat al-Qaidah kembali ke Pakistan dan Afghanistan di pertengahan tahun 1990-an.

JTF-GTNM juga menemukan bahwa pasca percobaan pembunuhan yang gagal terhadap Syeikh Usamah Bin Ladin pada tahun 1994, Syeikh Qosi terpilih menjadi anggota pengamanan elit al-Qaidah. Di masa-masa itu, beliau juga ditunjuk untuk melakukan misi-misi sensitif lainnya.

Sebagai contoh, Syeikh Qosi pernah menjadi kurir dan mengirim uang bagi sel jihadis di Mesir yang bertanggung jawab terhadap upaya pembunuhan Presiden Husni Mubarak pada bulan Juni 1995. Di tahun yang sama, Syeikh Qosi hijrah ke Chechnya sebelum akhirnya kembali lagi ke Afghanistan antara tahun 1996 dan 1997.

Antara tahun 1998 hingga 2001, Syeikh Qosi sering bolak-balik antara front pertempuran di dekat ibukota Kabul dan Kandahar dalam rangka membantu mujahidin bertempur melawan Aliansi Utara dukungan Amerika.

Tertangkap Saat Lolos Dari Tora Bora
Bulan Desember 2001, Pakistan menangkap Syeikh Qosi saat sedang escape dan lolos dari pengepungan Tora Bora. Beliaua ditahan bersama kelompok yang oleh intelijen Amerika dijuluki sebagai “Dirty 30” termasuk juga Mohammed al-Qahtani. Mohammed al-Qahtani sendiri diduga sebagai “calon” operator ke-20 serangan 11 September namun tidak jadi karena ditolak masuk ke AS beberapa bulan sebelumnya.

Saat berada di Guantanamo pada tahun 2003, Syeikh Qosi pernah ditanya mengapa ia begitu setia kepada Bin Ladin sampai bertahun-tahun. Menurut dokumen JTF-GTNM, Syeikh Qosi menjelaskan bahwa itu merupakan kewajiban agama untuk membela Islam serta untuk memenuhi panggilan jihad. Dan bahwa, perang antara Amerika dan al-Qaidah adalah perang antara Islam melawan agresi orang-orang kafir.

Video terbaru AQAP ini membuktikan bahwa Syeikh Qosi tetap istiqomah dan tidak pernah berubah keyakinannya sejak masa 12 tahun terakhir.

Tulisan ini merupakan sambungan dari halaman sebelumnya

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: The Long War Journal

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Ahrar Al-Syam Keluar dari Konferensi Riyadh

KIBLAT.NET, Riyadh – Gerakan Ahrar Al-Syam mengumumkan menarik diri dari konferensi oposisi Suriah di Riyadh...

Jum'at, 11/12/2015 09:16 0

Info Event

Ikutilah!!! Pelatihan Jurnalistik Bumisyam Angkatan I

KIBLAT.NET – Menurut laporan yang dikeluarkan PBB per bulan November, sudah lebih dari 400.000 rakyat...

Jum'at, 11/12/2015 09:10 0

Indonesia

KontraS Sebut Pemblokiran Situs Islam Batasi Kebebasan Berekspresi

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Bidang Strategis dan Mobilisasi KontraS, Puri Kencana Putri mengatakan langkah...

Jum'at, 11/12/2015 09:00 0

Indonesia

Gelar Rapimnas, PII Diimbau Kritis terhadap Produk Kebijakan Budaya dan Pendidikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pelajar Islam Indonesia (PII) mengadakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) bertempat di Wisma...

Jum'at, 11/12/2015 08:40 0

Indonesia

Begini Pesan KH Ma’ruf Amin kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam Nahdlatul Ulama KH...

Jum'at, 11/12/2015 08:31 0

Indonesia

KontraS: Situasi HAM di Era Jokowi Memburuk

KIBLAT.NET, Jakarta – Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) Haris Azhar...

Jum'at, 11/12/2015 08:00 0

Indonesia

MUI Pusat Kirim Tim Investigasi ke Purwakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia Pusat telah menerjunkan tim khusus guna menyelidiki paham yang dikembangkan...

Kamis, 10/12/2015 19:30 0

Inggris

Pemerintah Inggris Tangkap Aktivis Syiah Bahrain atas Tuduhan Terorisme

​KIBLAT.NET, London – Pemerintah Inggris telah menangkap seorang aktivis HAM dengan tuduhan teroris. Abdul Rouf Assayeb...

Kamis, 10/12/2015 19:15 0

Turki

Pemimpin Kurdi Iraq Temui Erdogan Bahas Stabilitas Kawasan

KIBLAT.NET, Turki – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Presiden wilayah Kurdi Iraq, Massoud...

Kamis, 10/12/2015 19:00 0

Rohah

Inilah Soulmate-nya Umar bin Khattab saat Hijrah ke Madinah

KIBLAT.NET – Ikatan persaudaraan yang paling kuat adalah ikatan iman dan Islam. Sebagaimana yang diperagakan...

Kamis, 10/12/2015 18:30 0

Close