... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Jangan Mengumbar Ancaman di Saat Lemah

Foto: Mujahid

KIBLAT.NET – Perang Badar adalah perang pertama yang langsung dipimpin Rasulullah SAW. Peperangan yang tidak seimbang itu mampu dimenangkan kaum Muslimin dengan gilang-gemilang. Seribu pasukan kafir Quraisy bersenjata lengkap kocar-kacir dengan 313 pasukan mujahidin dengan senjata ala kadarnya.

Padahal di awal peperangan, Abu Jahal sesumbar melecehkan kaum Mukminin, “Mereka itu hanyalah sejumlah orang yang makan seekor unta[1] tangkaplah mereka, dan ikatlah mereka dengan tali.” Kemudian tatkala dua pasukan bertarung dan mereka saling menyerang serta kaum Mukminin tangguh bagaikan singa, maka mereka jadi besar dan banyak di mata kaum musyrikin sebagaimana firman Allah SWT :

يَرَوْنَهُمْ مِثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ

“Mata kepala mereka melihat (seakan-akan) kaum Muslimin dua kali jumlah mereka.” (Ali Imran : 13)

Rasulullah sebagai sang panglima sadar bahwa saat itu jumlah pasukan kaum Muslimin jauh dari kata sempurna. Dengan peralatan seadanya, para shahabat memenuhi panggilan Allah untuk berjihad. Melihat keadaan pasukannya yang seperti itu, Rasulullah tidak mengumbar ancaman dan lebih berkonsentrasi mengatur strategi untuk mengejutkan kaum musyrikin Makkah. Tentu dengan pertolongan Allah tidak ada yang mustahil di dunia ini.

Allah SWT berfirman tentang masalah ini sebelum perang Badar :

وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولا

“Dan kamu ditampakkan sedikit di mata mereka, karena Allah hendak melakukan urusan yang mesti dilaksanakan.” (Al-Anfal : 44)

Seorang panglima akan berwibawa dan dipercaya ucapannya bila dia tidak banyak mengeluarkan ancaman, melainkan ia benar-benar memiliki apa yang ia ancamkan, agar ancaman itu tidak seperti busa-busa sabun yang tak berarti.

Dan di antara keberhasilan dan keberuntungan seorang panglima adalah dia tidak membebankan kepada dirinya sesuatu yang lebih besar dari kadar kemampuan yang sebenarnya. Bila ia serius dan jujur dalam operasinya, ia akan menyembunyikan kekuatan yang dia miliki agar nampak seolah ia tidak memiliki apa-apa sehingga musuhnya itu menyepelekan, menganggap kecil dan tidak melakukan persiapan yang layak untuk menghadapinya.

BACA JUGA  Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Kunjungi Kementerian Agama

Sebagaimana dinyatakan sebuah ungkapan, “ Siapa yang dianggap kecil oleh musuhnya maka musuh terperdaya oleh dia. Sang musuh tidak akan selamat darinya sehingga bila ia menyergap musuh maka ia menyergap bagaikan binatang buas.”

Rasulullah adalah sebaik-baik panglima perang. Beliau tahu saat-saat yang tepat kapan menyembunyikan dan memperlihatkan kemampuan pasukannya. Saat perang Badar adalah bukan saat yang tepat untuk mengumbar kekuatan karena kemampuan yang masih terbatas. Namun, ketika umrah qadha tahun tujuh hijriyah—umrah yang sempat dilarang kaum Quraisy setahun sebelumnya—Rasulullah SAW memerintahkan para shahabat berbaris rapi dan menampakkan kekuatannya (show of force).

Hal tersebut sengaja dilakukan karena memang saat itu umat Islam telah mempunyai kekuatan dan pada akhirnya mereka kembali ke Makkah untuk membebaskannya (Fathul Makkah).

Orang yang berakal adalah orang yang bersembunyi dalam kelemahannya. Ia  mencermati minimnya personel dan perlengkapannya sendiri serta meneliti kelemahan musuhnya tanpa menarik perhatian mereka. Ia membuat tipu muslihat bagi musuh tanpa mereka sadari agar ia aman dari pembalasan mereka. Ia juga menghindari tipu daya musuh serta menunggu kelengahannya tanpa banyak mengumbar ancaman.

Sesungguhnya sesumbar dan ancaman sebelum pelaksanaan akan mengingatkan musuh agar menyiapkan diri. Orang yang melakukan itu bagaikan pemburu yang mengusik hewan buruan sebelum  ia memanah.

Sesiapa berlebihan dalam ancaman maka musuh akan menyepelekan dirinya. Ancaman itu tidak melukai jiwa dan tidak melumpuhkan musuh, memperbanyak ancaman akan menggugurkan rasa takut musuh dan menghilangkan kepercayaannya. Barangsiapa yang cerdik maka janganlah ia memberitahukan kecerdikannya kepada musuh, karena orang yang dikenal cerdik maka musuh pasti mewaspadai dirinya.

Peperangan orang-orang yang tertindas tidak pernah bersandar kepada banyaknya personel dan persenjataan, tetapi selalu memanfaatkan kelemahan, kelengahan dan kelalaian musuhnya, kemudian melancarkan pukulan telak di saat yang mematikan.

Namun sebagian orang tidak memahami prinsip ini, mereka malah lebih suka menakut-nakuti musuh seperti ayam betina menggelembungkan bulunya agar nampak lebih besar dari yang sebenarnya. Hal itu membuat musuh tidak merasa cukup mengawasi dan mengintainya sendirian. Ia meminta bantuan kepada wali-walinya di seluruh belahan bumi dan menjadikan serangan mujahidin sebagai teror yang mendunia.

BACA JUGA  Entah Apa yang Merasuki Sukmawati

Seorang yang berakal tentu ia tidak merasa senang melihat reaksi musuh yang berlebihan. Namun, karena bodoh, dia senang dengan alasan-alasan yang digunakan musuh untuk memojokkannya. Bahkan dengan dungu ia membantu musuh mengobral kebohongan kepada dunia internasional tentang ancaman terornya sehingga mereka saling bahu-membahu untuk menumpasnya. Ia lupa terhadap kemampuannya sendiri dan membenarkan blow up musuh terhadap dirinya, kemudian bertingkah seolah kemampuannya memang seperti yang disifati oleh musuh dan mengumbar ancaman. Seolah ia adalah Al Qa’qa’ Ibnu ‘Amr atau Qutaibah Ibnu Muslim yang ujung pasukannya ada di Baghdad sedangkan ujung satunya menggedor Tembok Cina. Ia bertingkah seolah kendali dunia ada di tangannya, sehingga mereka ini seperti digambarkan seorang penyair :

Sungguh burung Zur-Zur tatkala ia terbang

Ia menyangka bahwa ia telah menjadi elang

Dan buihpun tersingkap, melontarkan gelembung busa seperti air sabun yang ditiup anak kecil. Gelembung busa itu membesar dan membesar kemudian terbang tinggi dan tiba-tiba setelah itu ia lenyap begitu saja. Andakata dia bisa menghargai jihad dan dakwahnya tentu dia tidak akan banyak bicara. Ia akan bersikap sembunyi-sembunyi dalam melaksanakan kegiatannya.

Seorang panglima akan berwibawa dan dipercaya ucapannya bila dia tidak banyak mengeluarkan ancaman, melainkan ia benar-benar memiliki apa yang ia ancamkan, agar ancaman itu tidak seperti busa-busa sabun yang tak berarti.

Ya Allah jadikan kami orang yang paham akan dien kami ini dan cermat akan realita kami, dan bungkamlah musuh-musuh kami.”

 

Disadur dari buku “Mereka Mujahid Tapi Salah Langkah” karya Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi.

Oleh: Dhani El_Ashim

[1]  Yaitu mereka itu sedikit jumlahnya, tidak melebihi jumlah orang-orang yang sanggup menghabiskan daging seekor unta.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dorong Kontribusi Syariat Islam dalam Hukum Nasional, Halaqoh Nasional Digelar

KIBLAT.NET, Jakarta – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Kamis, 10/12/2015 15:30 0

Inggris

Di Tengah Kampanye Boikot Produk Israel, Hubungan Dagang Inggris-Israel Justru Meningkat

KIBLAT.NET, Inggris – Inggris menilai bahwa gerakan boikot terhadap Israel adalah hal yang berlebihan, padahal hubungan...

Kamis, 10/12/2015 15:00 0

Amerika

AS Akan Wajibkan Perusahaan Teknologi Laporkan Aktivitas Teroris

KIBLAT.NET, Washington – Dua senator AS memperkenalkan RUU yang akan memaksa perusahaan elektronik, termasuk perusahaan-perusahaan...

Kamis, 10/12/2015 12:45 0

Timur Tengah

Perusahaan Ritel Raksasa Dubai Boikot Produk Trump

KIBLAT.NET, Dubai – Sebuah perusahaan multinasional terkemuka di Timur Tengah, Landmark Group telah menghentikan penjualan...

Kamis, 10/12/2015 12:01 0

Palestina

Hamas Serukan Solusi untuk Blokade Gaza

KIBLAT.NET, Gaza – Gerakan perlawanan Palestina Hamas pada hari Senin menyatakan siap untuk mendengar saran...

Kamis, 10/12/2015 11:15 0

Amerika

Anggota Kongres AS: Departemen Keamanan Dalam Negeri Disusupi “Teroris”

KIBLAT.NET, Amerika Serikat – Seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat menyatakan bahwa terdapat 72 orang...

Kamis, 10/12/2015 10:30 0

Indonesia

Warga NU Bingung Soal ‘Islam Nusantara’, Moqsith Ghazali: Konsepnya Belum Selesai

KIBLAT.NET, Purwakarta – Islam Nusantara ternyata menimbulkan kebingungan tersendiri bagi kalangan NU di tingkat bawah....

Kamis, 10/12/2015 09:44 2

Yaman

AQAP Rilis Biografi Empat Komandannya Saat ini

KIBLAT.NET, Mukalla – Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) baru-baru ini merilis biografi empat pemimpin...

Kamis, 10/12/2015 08:04 0

Iran

Lagi, Empat Anggota Pasukan Elit Iran Tewas di Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Lagi-lagi Iran harus menelan kerugian pasukan dalam pertempuran di Suriah. Empat anggota...

Kamis, 10/12/2015 07:30 0

Rusia

Rusia Mengaku Tak Bangun Pangkalan Udara Baru di Suriah

KIBLAT.NET, Moskow – Rusia mengaku tidak membangun pangkalan udara baru di Suriah. Berita yang menyebutkan...

Kamis, 10/12/2015 07:00 1

Close