... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Rasul SAW Marah kepada Orang Botak Ini

Foto: Rasulullah SAW

KIBLAT.NET – Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Quran. Setiap tindak-tanduk Rasul adalah kemuliaan dan harus diteladani setiap Muslim. Rasulullah dikenal dengan kelembutan hati dan akhlaknya yang terpuji. Di setiap episode dakwahnya, beliau hadapi dengan kesabaran dan senyuman walau dihadang dengan berbagai siksaan dan hambatan.

Di balik keramahtamahan Rasulullah SAW, tentu beliau juga dapat mengeluarkan amarah. Amarah yang Rasul lakukan bukan dalam hal yang serampangan sebagaimana manusia pada umumnya. Beliau marah ketika ada syariat Allah yang diterjang, marah ketika darah kaum muslimin tertumpah. Jadi, kapankah Rasulullah SAW marah? Simak kisah berikut ini:

Abu Wail bercerita bahwa Abdullah bin Mas‘ud pernah berkata,

“Setelah Perang Hunain, Rasulullah lebih mengedepankan golongan tertentu dari masyarakat ketika pembagian harta rampasan. Beliau memberi Al-Aqra‘ bin Habis 100 unta dan memberi Uyainah seperti itu. Beliau juga mengistimewakan beberapa orang dari pembesar Arab. Mereka lebih diutamakan oleh Rasulullah dalam pembagian rampasan perang ini. Kemudian ada seorang lelaki mengatakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya pembagian ini tidak adil dan tidak diniatkan tulus karena Allah!’

Aku lalu berkata, ‘Demi Allah, akan kukabarkan hal ini kepada Rasulullah SAW.’ Aku pun menemui beliau dan menceritakan apa yang telah dikatakan oleh lelaki tersebut. Mendengar hal itu, Rasulullah lantas berubah wajahnya hingga seperti celupan merah. Kemudian beliau bersabda, ‘Siapa lagi yang bisa adil kalau Allah dan Rasul-Nya sudah(dianggap) tidak adil?’ Beliau melanjutkan, ‘Semoga Allah merahmati Musa. Sungguh, ia telah disakiti lebih parah daripada ini dan ia tetap sabar.’Sudah pasti, aku tidak akan menceritakan hal semacam inikepada beliau lagi’.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Imam Az-Zuhri menceritakan, Abu Salamah bin Abdurrahman bercerita kepadaku bahwa Said Al-Khudri pernah berkata,“Ketika kami bersama Rasulullah, beliau sedang membagikan sesuatu. Tiba-tiba datanglah Dzul Huwaishirah yang merupakan salah satu penduduk Bani Tamim. Ia lantas berkata, ‘Wahai Rasulullah, berlakulah yang adil!’ Beliau pun menjawab, ‘Celakalah engkau! Siapa lagi yang bias adil jika aku sudah (dianggap) tidak adil? Aku sungguh akan celaka danrugi jika telah berlaku tidak adil.’Umar pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku untukmemenggal lehernya!’ Beliau pun menjawab, ‘Biarkanlah, (sebab) ia punya kawan-kawanyang frekuensi shalat kalian saja masih kalah dengan frekuensi shalat mereka. Frekuensi puasa kalian juga masih kalah dengan frekuensi puasa mereka. Mereka rajin membaca Al-Qur’an, tapi tidak sampai ketenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, dan besi panah itu tidak mengenai apapun. Dilihat ujung besinya, tidak ada bekas apa-apa. Dilihat gagangnya, tidak adaapa-apa. Dilihat bulu panahnya, juga tidak terdapat bekas apa-apa. Tidak ada bekas kotoran ataupun darah sama sekali di panah itu’.”

Abu Said  kemudian berkata, “Saksikanlah bahwa aku mendengar hadits ini dari Rasulullah. Aku juga bersaksi bahwa Ali bin Abi Thalib atelah memerangi mereka saat aku bersamanya.Ia lalu mencari laki-laki—yang menjadi ikon mereka tersebut—hingga ketika jasad orang itu didatangkan, aku memandangnya persis dengan ciri-ciri yang disampaikan oleh Nabi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Di dalam riwayat lain yang tidak disebutkan nama lelaki tersebut, Imam Bukhari dan Muslim menceritakan; AbdurrahmanAbu Nu’m meriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri bahwa ia telah berkata, “Ali telah mengirim sebuah emas asli ketika ia masih berada di Yaman kepada Rasulullah. Rasulullah kemudian membaginya kepada empat orang, yaitu Al-Aqra’ bin Al-Habis Al-Handhali,‘Uyainah bin Badr Al-Fazari, dan ‘Alqamah bin ‘Ulatsah Al-‘Amiri.

Kemudian juga kepada salah seorang dari kabilah bani Kilab dan kepada Zaid Al-Khair Ath-Tha’i. Selain itu juga kepada salah seorang dari kabilah bani Nabhan. Lantas suku Quraisy pun marah dan mengatakan, ‘Bagaimana ia memberikannya kepada para pemuka Najed sementara kita tidak diberi?’

Rasulullah pun menjawab, ‘Sesungguhnya aku melakukan hal tersebut dalam rangka melunakkan hati mereka.’Tiba-tiba datanglah seorang lelaki dengan jenggot tebal, pipi menonjol, pandangan tajam, dagu berkerut, dan kepala botak. Ia lantas berkata, ‘Takutlah kepada Allah, wahai Muhammad!’ Rasulullah pun menyahut, ‘Siapa lagi yang akan taat kepada Allah jika aku sudah (kau anggap) menentang-Nya? Allah saja telah memercayaiku untuk mengatur penduduk bumi, lantas mengapa kalian tidak percaya kepadaku?’

Lelaki tersebut lalu menyingkir, dan salah seorang dari kaum meminta izin untuk membunuhnya. Kalau tidak salah yang minta izin adalah Khalid bin Walid. Rasulullah lalu bersabda,

‘Sesungguhnya dari keturunan orang (pembangkang) ini akan ada kaum yang giat membaca Al-Qur’an tapi bacaannya tidak sampai lebih dari tenggorokan mereka. Mereka rajin memerangi umat Islam, tapi membiarkan para penyembah berhala. Mereka meninggalkan Islam sebagaimana anak panah meninggalkan busurnya. Jikalau aku nanti bertemu dengan mereka, niscaya akan aku perangi mereka sebagaimana kaum Ad diperangi’.”

Penulis : Dhani El_Ashim, disadur dari buku “Jangan Bikin Rasul Marah”


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Tak Diundang ke Saudi, Kurdi Konferensi Sendiri

KIBLAT.NET, Riyadh – Para pejabat Arab Saudi berupaya memaksimalkan hasil konferensi yang dihadiri oleh perwakilan...

Rabu, 09/12/2015 16:30 0

Profil

Profil Syaikh Umar Abdurrahman: Meski Buta Mata, Semangat Jihadnya Tak Pernah Sirna

KIBLAT.NET – Musuh-musuh Islam tidak akan henti-hentinya menelikung dakwah Islamiyah. Mereka akan menghalalkan berbagai macam...

Rabu, 09/12/2015 16:00 0

Palestina

Terungkap, Ada Dana Amerika di Pemukiman Ilegal Israel

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Laporan terbaru Haaretz mengungkap, sejak tahun 2009 hingga 2013 para donatur...

Rabu, 09/12/2015 15:30 0

Indonesia

Bupati Purwakarta Dorong Hidupkan ‘Budaya Asli’, Peneliti: Perlu Digali Seperti Apa Klaim ‘Budaya Asli’

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Budaya Islam, Susiyanto menilai kebijakan menghidupkan kembali budaya Sunda yang dilakukan...

Rabu, 09/12/2015 15:00 0

Arab Saudi

Ini Gerakan dan Tokoh Oposisi Suriah yang Tak Diundang ke Riyadh

KIBLAT.NET, Riyadh – Sebagian kelompok dan tokoh oposisi Suriah tidak hadir dalam konferensi untuk menyatukan...

Rabu, 09/12/2015 14:00 0

Indonesia

Peneliti Budaya: Perdana Menteri Indonesia Pernah Ungkapkan Bahaya Nativisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Kebudayaan Islam, Susiyanto menjelaskan gerakan nativisasi atau kembali pada budaya asal pada...

Rabu, 09/12/2015 13:26 0

Indonesia

Bukti-bukti Ini Jadi Dasar Pelaporan Dugaan Penodaan Agama oleh Dedi Mulyadi

KIBLAT.NET, Purwakarta – KH Muhammad Syahid Joban bersama sejumlah ulama Purwakarta lainnya melaporkan Bupati Purwakarta...

Rabu, 09/12/2015 13:00 0

Indonesia

Ini Jawaban Bupati Purwakarta Soal Laporan Dugaan Penodaan Agama

KIBLAT.NET, Purwakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan komentar terkait pelaporan dirinya atas tuduhan dugaan...

Rabu, 09/12/2015 12:26 0

Investigasi

Miris! Warga Purwakarta Bilang Kota Tasbeh Jadi Semakin Mistis

KIBLAT.NET – Purwakarta, sebuah kota kecil di Tanah Pasundan yang mendapat perhatian cukup luas terkait...

Rabu, 09/12/2015 11:21 0

Rusia

Rusia: Ledakan di Moskow Bersumber dari Granat

KIBLAT.NET, Moskow – Kepolisian Moskow mengumumkan, Selasa (08/12), ledakan yang terjadi di salah satu halte...

Rabu, 09/12/2015 11:00 0

Close