... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Kerry Peringatkan Israel Bahaya Ambruknya Otoritas Palestina

KIBLAT.NET, Washington – Menlu AS John Kerry memperingatkan Israel dalam keadaan bahaya atas kemungkinan jatuhnya pemerintahan Otoritas Nasional Palestina. Ia mengatakan, jika Otoritas Palestina jatuh akan menimbulkan ancaman bagi keamanan negara Yahudi itu.

Kerry menyinggung soal seruan sejumlah politisi Israel untuk membiarkan pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas “mati pelan-pelan”, bahwa hal itu sangat kontraproduktif dan akan merugikan Israel sendiri. Jika hal itu sampai terjadi, menurut Kerry, Israel terpaksa harus menanggung segala beban pengelolaan tata-pemerintahan di wilayah pendudukan yang dirampas Israel dari Palestina di Tepi Barat.

Kerry kembali mengulangi retorika usangnya, bahwa tanpa adanya solusi dua-negara, Israel akan dipaksa berada pada posisi pendudukan dan penjajahan abadi yang tidak bisa diterima dan akan menimbulkan penolakan orang-orang Palestina dan seluruh masyarakat internasional.

“Jika terjadi risiko ambruknya pemerintahan Otoritas Palestina, maka kepentingan Israel untuk terus bertahan dengan memaksakan “legitimasi-ilegalnya”, sebagaimana kata PM, akan semakin bertambah bebannya, sehingga situasi semacam itu tidak akan bisa ditanggulangi,” kata Kerry saat berbicara di Brookings Institution di Washington DC pada hari Sabtu (05/12) kemarin. Maka imbuhnya, “Solusi satu-negara sama sekali bukan merupakan solusi bagi sebuah negara demokratis Yahudi Israel yang aman dan damai. Itu bukanlah pilihan yang tepat.”

Kerry Membujuk Netanyahu

Menlu AS itu meminta PM Israel Benjamin Netanyahu untuk memperkuat komitmennya bagi terwujudnya solusi dua-negara, serta terlibat dialog dengan Palestina. “Penting bagi kita supaya bukan hanya slogan, bukan pula hanya sekedar kata-kata yang kosong, tetapi merupakan sebuah kebijakan yang sudah ditakdirkan,” kata Kerry.

BACA JUGA  Haluan Ekonomi Masyumi

Sebelumnya pada hari Sabtu, Netanyahu bersikeras menyatakan bahwa negaranya tidak sedang dalam proses menjadi sebuah “negara dua-negara”. “Tetapi untuk mencapai suatu perdamaian, pihak lain harus memutuskan bahwa mereka juga menginginkan perdamaian,” kata Netanyahu.

Dalam kesempatan ini, untuk kesekian kalinya John Kerry mengkritik ekspansi Israel yang terus berlanjut dengan terus membangun pemukiman Yahudi di wilayah yang dianggap akan menjadi bagian dari masa depan “negara Palestina”, di mana orang-orang Palestina juga tidak boleh melakukan aktivitas pembangunan di Area-C di wilayah pendudukan di Tepi Barat.

Keluhan Otoritas Palestina, Sang Partner Yang Penurut

Pernyataan pejabat tinggi AS itu disampaikan sepekan setelah ia bertemu dengan para pemimpin Palestina dan Israel di Ramallah dan Yerussalem. Kata Kerry, selama kunjungan terakhirnya itu Abbas menyampaikan keluhan bahwa tingkat keputusasaan Otoritas Palestina akan masa depannya sudah berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di waktu yang sama, Kerry terus mendesak para pemimpin Palestina, bahwa mereka harus melakukan sesuatu yang lebih untuk mencegah kekerasan anti-Israel. Berbagai serangan mematikan mengguncang wilayah Palestina yang diduduki Israel dalam dua bulan terakhir pasca serangan Israel terhadap kompleks Masjidil Aqsa. Dilaporkan sejak tanggal 1 Oktober, 112 warga Palestina terbunuh, sementara di pihak Israel 21 orang tewas, termasuk 1 warga Amerika dan 1 warga Eritrea.

Kebijakan AS Dan Israel Tidak Kompatibel

BACA JUGA  PKS Dukung Pemerintah Tolak Aneksasi Israel di Tepi Barat

Pernyataan Menlu AS ini menjadi bukti bahwa konsep prioritas antara Amerika dengan Israel sesungguhnya tidak kompatibel. Netanyahu begitu ngotot untuk terus memperluas pemukiman bagi warga pendudukan Israel, sementara Kerry secara konstan memutarbalikkan definisi serta tidak bisa membedakan siapa yang menindas dan yang ditindas. Kerry selalu menyatakan bahwa Israel “punya kewajiban untuk mempertahankan diri”.

Gerakan-gerakan perlawanan Palestina, terutama Hamas, Jihad Islam, dan PFLF mengecam pernyataan Kerry tersebut dan menyerukan kepada Otoritas Palestina untuk memboikot Menlu AS itu yang mereka anggap sedang berencana untuk “menggagalkan intifada”.

Narasi Palsu Amerika Bungkam Aspirasi Palestina

Di samping memberikan restunya dengan begitu kentara bahwa Amerika Serikat selalu menyatakan menghormati segala bentuk pelanggaran (perjanjian Oslo), aksi kekerasan dan taktik represif Israel, retorika Kerry hanya menambahkan jumlah berbagai narasi palsu yang sudah ada sebelumnya yang tujuannya adalah untuk membungkam secara langsung ekspresi dan aspirasi Palestina.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ini Dua Faktor Perusak Jihad Menurut Pemerhati Gerakan Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerhati Gerakan Islam, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, mengatakan pergerakan dakwah dan jihad...

Selasa, 08/12/2015 08:40 0

Munaqosyah

Antara Pilkada dan Memilih Pemimpin Muslim

KIBLAT.NET – Tidak lama lagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak bakal digelar. Pemerintah telah menetapkan...

Selasa, 08/12/2015 08:00 2

Suriah

Suriah Mewek Pasukannya Mulai Diserang Koalisi Amerika

KIBLAT.NET, Damaskus – Untuk pertama kalinya, pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat pada Ahad (06/12) meluncurkan...

Selasa, 08/12/2015 06:00 0

Palestina

Mengaku Balas Serangan, Israel Gempur Markas Militer Hamas di Jalur Gaza

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Melalui Radio Publik, militer Israel mengumumkan bahwa pesawat tempur Israel telah...

Selasa, 08/12/2015 05:23 0

Indonesia

Dukung Pelaporan Bupati Purwakarta, Muslim Sunda: Kemusyrikan Bukan Adat Sunda

KIBLAT.NET, Bandung – Aliansi Masyarakat Muslim Sunda pada Senin (07/12) menggelar apel siaga manyatakan bahwa...

Senin, 07/12/2015 21:49 0

Indonesia

AMS Sebut Budaya yang Diusung Bupati Dedi Bukan Adat Sunda

KIBLAT.NET, Bandung – Ratusan orang yang tergabung dalam dari berbagai wilayah di Jawa Barat menggelar...

Senin, 07/12/2015 21:37 0

Prancis

Gerebek Masjid, Polisi Perancis Klaim Sita Senapan Kalashnikov dan Video Ceramah

KIBLAT.NET, Paris – Dalam serangkaian operasi penggerebekan masjid, Polisi Perancis mengklaim berhasil menyita senapan Kalashnikov...

Senin, 07/12/2015 20:46 0

Wilayah Lain

Tanggapi John Kerry, PM Israel Bersikeras Negara Yahudi Harus Berdaulat

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Setelah ancaman serius yang disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John...

Senin, 07/12/2015 20:02 0

Inggris

Komunitas Muslim California Gelar Amal Untuk Keluarga Korban San Benardino

KIBLAT.NET, California – Komunitas Muslim AS telah mengumpulkan dana sebanyak $30.000 dalam dua hari terakhir...

Senin, 07/12/2015 19:33 0

Indonesia

Diduga Membawa Bom, Bule Asal Inggris Ini Diturunkan Paksa di Denpasar

KIBLAT.NET, Denpasar – Seorang bule asal Inggris bernama Fogli David, terpaksa diturunkan dari pesawat. Sebab,...

Senin, 07/12/2015 18:28 0

Close