... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hari Ini Pertemuan Oposisi Suriah dengan Saudi Kembali Digelar

Foto: Seorang anak Suriah yang terluka sedang mendapat pengobatan

KIBLAT.NET, Riyadh – Setelah awal Desember lalu, para pemimpin oposisi Suriah kembali bertemu Arab Saudi pada Selasa (08/12). Pertemuan ini membahas berbagai cara untuk mengatasi konflik Suriah sebelum adanya pembicaraan dengan pemerintah Assad.

Pembicaraan yang berlangsung hari ini, dipandang sebagai upaya paling serius dalam menyatukan kelompok-kelompok oposisi, dan langkah yang dianggap penting oleh kekuatan-kekuatan dunia. Dalam hal ini, pemerintah Teheran dibuat geram dengannya.

Menlu Arab Saudi, Adel Al-Jubeir mengatakan, pekan lalu pihaknya telah melakukan kontak dengan berbagai kelompok oposisi Suriah tentang pertemuan ini, yang sebelumnya pembicaraan damai telah terjadi di Wina pada bulan Januari.

Namun, dalam pembicaraan ini Jubeir tidak menyertakan ISIS karena dianggap sebagai organisasi teroris.

“Riyadh sedang mencoba untuk membangun dengan pemimpin kelompok oposisi Suriah. Tapi teroris seperti Negara Islam Irak dan Syam (ISIL) tidak akan menjadi bagian dari pembicaraan,” ujarnya.

Pertemuan di Riyadh ini ditujukan untuk mengarahkan gerilyawan oposisi ke meja negosiasi. Di sisi lain Iran mengatakan, pertemuan itu dapat merugikan dan menggagalkan pembicaraan damai Wina.

Pemimpin Koalisi Nasional Suriah (SNC), Khaled Khoja bermaksud menggantikan kepemimpinan di Suriah saat ini dengan pemerintahan transisi setelah mencapai pengakuan internasional.

Nagham al-Ghardi, perwakilan SNC di Riyadh tidak mengikutkan pemerintahan Assad dalam perbincangan damai di Riyadh.

“Ketika kami mengadakan pertemuan dengan Saudi beberapa waktu lalu, mereka menegaskan bahwa Bashar Assad tidak akan menjadi bagian dari proses perdamaian atau pemerintahan transisi di Suriah,” ujarnya.

BACA JUGA  AS Gelar Negosiasi dengan Pemberontak Syiah Hutsi

Dia juga menegaskan, hanya oposisi saja yang hadir dalam pertemuan ini dengan tujuan menyatukan mereka.

“Pertemuan ini hanya untuk oposisi Suriah. Tujuannya adalah untuk menyatukan dan mudah-mudahan bersepakat dalam satu suara yang dapat diajukan dalam negosiasi Wina pada bulan Januari,” jelasnya.

Ghardi juga menegaskan, kami ingin membuktikan kepada masyarakat internasional bahwa kita dapat sepakat dan bergerak maju dengan satu tujuan. Itu adalah tujuan dari pembicaraan Riyadh.

“Kami ingin membuktikan bahwa kita bisa bersatu,”.pungkasnya.

 

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Dio Alifullah

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wilayah Lain

Ilmuwan Turki Kecam Putin atas Memanasnya Hubungan Turki-Rusia

KIBLAT.NET, Stockholm – Seorang pakar kimia Turki, Aziz Sancar mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin karena telah...

Selasa, 08/12/2015 20:00 0

Indonesia

Soal Surat Edaran Palsu, MUI Jawa Barat Waspadai Bahaya Syiah

KIBLAT.NET, Bandung – MUI Propinsi Jawa Barat memandang sekte Syiah lebih berbahaya daripada kemunculan isu...

Selasa, 08/12/2015 19:27 0

Wilayah Lain

Kanada Pulangkan Lebih Dini Jet Tempurnya dari Misi Koalisi AS

KIBLAT.NET, Ottawa – Perdana Menteri baru Kanada, Justin Trudeau, Senin (07/12), mengatakan penarikan jet tempur...

Selasa, 08/12/2015 19:00 0

Indonesia

MUI Jawa Barat Tantang Alawi Al-Bantani Datang ke MUI

KIBLAT.NET, Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menantang Alawi Al-Bantani datang ke MUI dengan...

Selasa, 08/12/2015 18:00 0

Turki

Buntut Tembakan Rudal Rusia, Turki Panggil Dubes Rusia

KIBLAT.NET, Ankara – Ketegangan antara Turki dan Rusia masih berlanjut. Baru-baru ini, pada Senin (07/12)...

Selasa, 08/12/2015 17:03 0

Investigasi

Nativisasi, Strategi Kolonial Lemahkan Aqidah Umat dengan Jalan Budaya

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejarawan Muslim Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan selain pemurtadan, nativisasi merupakan salah satu...

Selasa, 08/12/2015 15:32 0

Editorial

Pilkada (Harus) Pilih Siapa?

KIBLAT.NET – Seperti berlaku pada sebelumnya, Pilkada yang akan digelar esok, 9 Desember 2015 diiringi...

Selasa, 08/12/2015 14:47 0

Indonesia

Sejarawan: Bupati Purwakarta Lancarkan Gerakan Nativisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejarawan Muslim Tiar Anwar Bachtiar menilai kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang...

Selasa, 08/12/2015 14:27 0

Indonesia

Amanah Muktamar, Muhammadiyah Bentuk Jaringan Saudagar

KIBLAT.NET, Jakarta – Muhammadiyah akan membentuk gerakan kewirausahaan yang tergabung dalam Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM)...

Selasa, 08/12/2015 14:17 0

Indonesia

MUI Jawa Barat: Surat Edaran Palsu Soal Wahabi Berupaya Adu Domba Ahlusunnah

KIBLAT.NET, Bandung – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyebut surat edaran palsu tentang kewaspadaan...

Selasa, 08/12/2015 13:57 0

Close