Faksi Oposisi Dukungan Amerika Dan Turki Saling Berperang di Suriah Utara

KIBLAT.NET, Homs – Banyak pihak melihat kemungkinan terjadinya perang-proksi itu antara koalisi pimpinan Amerika di satu blok melawan kekuatan Rusia dan sekutu-sekutunya di blok yang lain.

Untuk itu, para pejabat AS dan Turki telah menggelontorkan bantuan senjata dalam jumlah sangat besar kepada sejumlah kelompok dan faksi oposisi favorit masing-masing. Bantuan tersebut secara umum diberikan oleh Amerika dan Turki untuk melawan kelompok Daulah (ISIS), dan juga untuk melawan militer rezim Bashar Assad.

Sebagaimana dilansir dari laman Antiwar.com pada Selasa (08/12), ternyata tidak ada yang mengira bahwa segala rencana dan skenario tersebut akan menjadi bumerang.

Baru-baru ini, ada laporan dari medan pertempuran di wilayah utara Suriah, bahwa faksi-faksi dukungan Amerika dan Turki di samping mereka berperang melawan Rusia, atau ISIS, termasuk juga melawan pasukan Bashar Assad, mereka juga dilaporkan saling berperang antar faksi-faksi mereka sendiri.

Turki selama ini diketahui menyalurkan bantuan senjatanya kepada faksi “Levant Front” atau Jabhah Syamiyah yang terdiri dari sejumlah elemen FSA di Idlib dan Homs, beberapa kelompok lainnya seperti JN cabang al-Qaidah dan Ahrar Syam. Sebaliknya, AS mempersenjatai milisi Kurdi YPG yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki.

Maka tidak mengherankan bahwa kelompok-kelompok yang baru saja kebanjiran senjata dari Turki cenderung akan melawan kelompok Kurdi, seperti dilaporkan oleh lembaga pengawas hak asasi manusia SOHR (Syrian Observatory for Human Rights) bahwa Jabhah Syamiyah mendapatkan dukungan baru yang datang secara terus menerus dari Turki.

Kendati demikian, ‘koalisi’ Turki ini menyadari bahwa sebetulnya tujuan mereka bukan untuk memerangi kelompok-kelompok yang didukung oleh Amerika. Dalam hal ini, YPG yang saat terjadi pertempuran mendapat bantuan dan perlindungan udara dari Rusia. YPG sendiri menerima bantuan Amerika dalam jumlah sangat besar dan lebih besar dari yang diterima kelompok-kelompok lain di Suriah.

Jika faksi-faksi oposisi tersebut saling berperang, maka yang mendapat keuntungan adalah kelompok Daulah (ISIS) dan terutama rezim Assad.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: Antiwar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat