... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerhati: Intelijen Gagalkan Eksperimen Jihad Aljazair

Foto: FIS Daulah Islam, coretan di dinding warga Aljazair di er tahun 1990-an.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerhati Gerakan Islam, Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, menilai Jihad Aljazair merupakan eksperimen jihad yang gagal dan paling tragis. Hal itu karena campur tangan intelijen.

“Tragedi Aljazair paling banyak menumpahkan darah sesama Muslim pada tahun 1990-an,” katanya saat berbicara dalam bedah buku ‘Balada Jihad Aljazair, Menguak Infiltrasi Intelijen dan Paham Takfir dalam Gerakan Jihad’ di Masjid Al-Hikmah, Jl. Irigasi, Bekasi, Ahad kemarin (06/12).

Kegagalan jihad di Aljazair, katanya, terjadi ketika organisasi payung gerakan jihad Jamaah Islamiyah Musalahah atau Group Islamic Army (GIA) menjadi ekstrem dan disusupi intelijen rezim. Di antara sikap ekstrem GIA, membunuhi penduduk desa dengan alasan penduduk bergabung milisi pemerintah.

“Dan menariknya, ternyata desa-desa yang diserang GIA adalah basis partai FIS, basis kaum Muslimin. Bukan basis partai sekuler,” terangnya.

Maka dari itu, lanjutnya, ideolog jihad global Syaikh Abu Mushab As-Suri menilai fatwa-fatwa yang dikeluarkan GIA itu, ada campur tangan intelijen untuk merusak gerakan jihad dengan membunuhi sesama Muslim.

“Jadi, intel itu ketika tidak bisa menderadikalisasi gerakan jihad. Maka deradikalisasi sekalian. Dirusak sekalian, agar masyarakat tidak bisa membedakan mana jihad mana jahat,” ungkapnya.

Sikap ekstrem GIA lainnya, lanjut Pizaro, membunuhi tokoh-tokoh jihad yang memberikan nasihat untuk evaluasi perjalanan jihad. “Nasihat itu malah dibalas dengan pembunuhan, GIA berdalih tokoh-tokoh itu sudah murtad,” ujar Pizaro.

BACA JUGA  Sidang Isbat Ramadan Digelar 23 April Gunakan Video Konferensi

Kemudian, GIA juga membunuhi para mujahidin dengan alasan sudah tidak taat amir. Padahal, di antara mujahidin itu hanya tidak sepakat dengan beberapa pendapat jamaahnya bukan tidak menaati pemimpinnya.

Selanjutnya, GIA menyingkirkan ulama dan dai senior berpengalaman jihad di Afghanistan yang bertugas menasihati para mujahidin. Mereka disingkirkan untuk diganti dengan intel-intel yang disusupi oleh rezim.

“Oleh karena, Syaikh Abu Mushab As Suri menilai fatwa-fatwa GIA yang membolehkan pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak dibuat oleh intelijen,” paparnya.

Lebih dari itu, GIA juga menyuburkan paham mudah mengafirkan, memutuskan komunikasi dengan komandan-komandan jihad yang mempunyai pandangan yang baik dengan cara dijelek-jelekan dan dibunuh karakternya. Sehingga, anggota GIA tidak dapat mengambil nasehat dari mereka.

“GIA juga mendorong media untuk memblow-up kejahatan GIA. Sehingga, masyarakat tidak bisa membedakan mana kriminalitas dan jihad,” tandas Sekjen Jurnalis Islam Bersatu tersebut.

Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Israel Umumkan Jet Tempurnya Bombardir Markas Brigade Al-Qassam

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Melalui siaran radio publik, militer Israel mengumumkan bahwa pesawat tempur Israel...

Senin, 07/12/2015 17:48 0

News

Erdogan: Bisakah Para Pendukung Rezim Assad Hargai Kehidupan Manusia?

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis (03/12) menyampaikan pertanyaan retoris; apakah...

Senin, 07/12/2015 17:14 0

Palestina

Bungkam Aspirasi Warga Palestina, Israel Targetkan Wartawan dan Media

KIBLAT.NET, Tev Aviv – Pasukan Israel menangkap sedikitnya wartawan Palestina serta menutup tiga radio Palestina...

Senin, 07/12/2015 17:00 0

Irak

Rudal Rusia Pengaruhi Jadwal Penerbangan di Iraq

KIBLAT.NET, Mossul – Otoritas Penerbangan Sipil Iraq pada Ahad (06/12), memutuskan untuk kedua kalinya menangguhkan...

Senin, 07/12/2015 16:20 0

Wilayah Lain

Tolak Ajakan Koalisi AS, Italia: Kami Tidak Ingin Seperti di Libya

KIBLAT.NET, Roma – Italia tidak berniat bergabung dengan koalisi pimpinan AS yang menargetkan Negara Islam...

Senin, 07/12/2015 16:07 0

Turki

Erdogan Sindir Para Pendukung Rezim Bashar Assad

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan beberapa waktu lalu menyampaikan pertanyaan retoris apakah...

Senin, 07/12/2015 15:00 0

Inggris

Pelaku Berbahasa Suriah, Insiden Penusukan di London Dikategorikan “Aksi Teroris”

KIBLAT.NET, London – Kepolisian Inggris mengategorikan kasus penusukan di stasiun bawah tanah di London Timur,...

Senin, 07/12/2015 14:03 0

Amerika

Pasca Penembakan di California, Obama Singgung ISIS dalam Pidatonya

KIBLAT.NET, Washington.D.C РPasca aksi penembakan oleh pasangan suami isteri yang telah menewaskan 14 orang di...

Senin, 07/12/2015 13:06 0

Inggris

Ketua Partai Buruh Inggris Ikuti Aksi Tolak Islamophobia

KIBLAT.NET, London – Massa berkumpul di luar Masjid Finsbury Park di London utara, Jumat malam...

Senin, 07/12/2015 13:00 0

Wilayah Lain

Organisasi HAM: Myanmar Rekayasa Isu Milisi Bersenjata untuk Tangkapi Muslim

KIBLAT.NET, Mandalay – Organisasi Hak Asasi Manusia Internasional mengecam pemerintah Myanmar karena menolak memberikan persidangan...

Senin, 07/12/2015 12:00 0

Close