... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Mengulik Milisi Asing Pendukung Bashar Assad di Pedesaan Aleppo Selatan

Foto: Para petempur Hizbullah Iraq dan tank mereka terpantau dalam pertempuran di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Keberadaan milisi asing di barisan rezim Bashar Assad beberapa waktu terakhir semakin terlihat jelas di lapangan, khususnya di wilayah pedesaan Aleppo Selatan. Mereka memainkan peran inti dalam pertempuran menghadapi pejuang Suriah.

Menurut pantauan Al-Jazeera dengan bukti rekaman video dan foto, unsur-unsur militer Iran dan lainnya termasuk milisi asing yang mendukung pertempuran rezim. Bukti ini dikumpulkan sejak Rusia memulai agresi untuk mendukung pasukan darat rezim dan milisi pendukungnya.

Milisi-milisi itu terpantau mengendalikan pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan. Wilayah ini menjadi medan tempur tersengit. Pasalnya, pedesaan Aleppo Selatan menjadi wilayah yang menentukan bagi dua pihak yang bertikai.

Pihak pertama adalah pejuang bersenjata Suriah yang berkoalisi dengan faksi-faksi sesama mereka. Sementara pihak lainnya, militer Suriah yang tidak bertempur sendirian. Militer Suriah didukung jet tempur Rusia, belum lagi peluru kendali yang ditembakkan kapal tempur Rusia di laut Kaspia.

Tidak hanya itu, milisi-milisi dari Iran, Lebanon, Iraq dan Afghanistan juga membantu militer Suriah. Bahkan, milisi-milisi yang berideologi Syiah ini menjadi pengendali dan pemimpin pertempuran kekuatan rezim.

Milisi asing yang menonjol dalam pertempuran itu adalah Garda Revolusi Iran yang dikomando Jenderal Qasim Sulaimani. Qasim Sulaimani adalah panglima tertinggi satuan khusus Garda Revolusi Iran, Korp Al-Quds, untuk operasi di luar negeri.

Sulaimani tidak sendirian. Ia dibantu perwira-perwira tinggi Iran lainnya. Para perwira ini memegang komando milisi dari Iran dan Afghanistan.

BACA JUGA  PKS Minta Menhan Waspadai Kedatangan Misionaris ke Papua

Termasuk milisi menonjol dari Iran pasukan elit Al-Basij. Satuan ini termasuk bagian Garda Revolusi Iran.

Adapun milisi dari Iraq terdiri dari 22 faksi. Yang paling menonjol milisi Nujaba, Ansharullah Al-Aufiya dan Hizbullah Iraq.

Milisi-milisi itu menjadi kekuatan kunci rezim Suriah dalam pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan. Mereka menerima komando langsung dari para jenderal dan komandan Garda Revolusi Iran di lapangan. Sementara militer lokal menjadi pasukan pendukung.

Sementara itu, pejuang Suriah mengatakan menewaskan dua perwira Iran dalam pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan, salah satu di antaranya bernama Mas’ud Akbari. Dua komandan milisi Syiah Hizbullah Iraq dan Ansharullah Al-Aufiya juga berhasil dilumpuhkan.

Tidak hanya itu, pejuang juga berhasil mendapatkan sejumlah peralatan tempur yang ditinggalkan milisi asing dalam pertempuran. Sejumlah milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan milisi asal Iran berhasil ditawan. Mereka mengaku bahwa milisi asing berperan penting dalam pertempuran di pedesaan Aleppo Selatan.

Berbagai motif mendorong milisi-milisi asing ini bertempur di Suriah. Ingin menjajah wilayah termasuk dari motif itu, sebagaimana juga motif Rusia. Selain itu, motif ideologis agama menjadi pendorong utama mereka bersedia berperang di negara lain untuk memerangi warga setempat.

Di sisi lain, motif terbesar faksi-faksi pejuang Suriah adalah membela wilayah dari penjajahan asing. Tak lupa juga, mereka ingin melengserkan rezim yang membunuh ratusan ribu warga Suriah dan mengusir jutaan lainnya.

BACA JUGA  Kemenag: Calon ASN Terpapar Radikalisme Pasti Tak Lulus Seleksi

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Mullah Akhtar Manshur Dikabarkan Terluka Parah

KIBLAT.NET, Kabul – Amir Imarah Islam Afghanistan Mullah Akhtar Manshur, Rabu (02/12), dikabarkan terluka parah...

Kamis, 03/12/2015 06:00 0

Indonesia

Peneliti Nilai Isu Ancaman Arabisasi Berlebihan di Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Riset dan Program Akademik International Institute of Islamic Thought (IIIT), Dr....

Kamis, 03/12/2015 05:06 0

Afghanistan

Ratusan Personel Militer dan Pejabat Afghan Membelot ke Taliban

KIBLAT.NET, Nuristan – Mujahidin Taliban menyatakan sekitar 200 personil pasukan keamanan dan 140 pejabat pemerintah...

Rabu, 02/12/2015 22:49 0

Indonesia

Uhuyy.. Pengamat Terorisme dan Komnas HAM Satu Suara Usulkan Pembubaran BNPT

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat terorisme dan Komisioner Komnas HAM sepakat terkait pembubaran Badan Nasional Penanggulangan...

Rabu, 02/12/2015 20:00 0

Afrika

Militer Nigeria Tak Akui Kehilangan 107 Personelnya Usai Diserang Boko Haram

KIBLAT.NET, Nigeria – Sebanyak 107 tentara Nigeria dilaporkan menghilang setelah pejuang Boko Haram menghancurkan pangkalan...

Rabu, 02/12/2015 19:20 0

Indonesia

Peneliti Asing: Identitas Islam Indonesia Masih Kurang Dikenal Masyarakat Dunia

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Riset dan Program Akademik International Institute of Islamic Thought (IIIT), Dr....

Rabu, 02/12/2015 18:59 0

Indonesia

Bidang Dakwah Yayasan Amanatul Ummah Adakan Kajian di Desa Malino Morowali Utara

KIBLAT.NET, Morowali Utara – Bidang Dakwah Yayasan Wakaf Amanatul Ummah mengadakan kajian rutin bulanan di Desa...

Rabu, 02/12/2015 18:27 0

Indonesia

Muhammadiyah Dorong Kader Mahasiswa Hasilkan Kader Pengusaha

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas menghimbau agar kader Ikatan Mahasiswa...

Rabu, 02/12/2015 18:00 0

Indonesia

Ada Banyak Kasus Diskriminasi Polisi pada Orang Dekat Terdakwa Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Kesan ditelantarkannya kasus pembunuhan dan perampokan terkait korban ibu mertua Daeng Koro, mantan...

Rabu, 02/12/2015 17:35 0

Indonesia

Jelang Akhir Tahun, Pengamat Terorisme Minta Aparat Waspadai Ancaman Ini

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat terorisme Ridlwan Habib menyatakan bahwa peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan terorisme...

Rabu, 02/12/2015 17:18 0

Close