Adu Cerdik Seorang Hakim dan Penipu

KIBLAT.NET – Selain dituntut bijaksana dan adil, seorang hakim harus cerdas. Dengan kecerdasan yang dimiliki, ia akan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapkan kepadanya ataupun menghadapi seorang yang curang seperti ini.

Ada pria kaya nan licik ingin menjual sumur air miliknya. Harga telah ditentukan dan seorang petani jujur siap membelinya. Kesepakatan pun tercapai, sumur secara resmi menjadi milik petani.

Di hari berikutnya, saat petani ingin mengambil air dalam sumur tersebut, ia dihalangi oleh pemilik sebelumnya. Air yang sedianya akan digunakan untuk mengairi sawahnya tidak bisa diperoleh karena pria itu bersikeras menghalang-halanginya.

Ia berkata, “Sumurku memang telah kamu beli, tetapi air di dalamnya masih menjadi milikku. Jika mau menggunakan air itu, maka bayarlah dengan harga sekian.”

Tentunya si petani tidak bersedia memenuhi tuntutan pria kaya itu. Ia merasa bahwa penjualan sumur itu sudah beserta airnya, bukan hanya sumur saja.

Oleh karena itu, ia mengadukan hal tersebut kepada seorang hakim di kotanya. Maka, hakim pun memanggil keduanya untuk menyelesaikan duduk perkaranya.

Setelah mendengar cerita dari kedua belah pihak, sang hakim berkata kepada si pria kaya, “Kamu bersikeras menahan air sumur dari si petani. Kalau memang itu milikmu, ambillah, keluarkan semua air dari sumur milik petani.”

“Ketahuilah, bukan hakmu menaruh air dalam sumur milik petani. Karena sumur itu sudah tidak lagi menjadi milikmu,” lanjutnya.

BACA JUGA  Komnas HAM: Penembakan Laskar Bukan Pelanggaran HAM Berat

Hakim menegaskan, jika kamu masih saja bersikeras menaruh airmu di sumurnya, maka harus kamu bayar sewanya. Karena airmu sudah terjaga dan tertampung dengan baik di dalam sumur miliknya.

Pria licik itu pun tersentak mendengar penuturan hakim. Niatnya untuk menipu petani tak lagi bisa dilanjutkan. Akhirnya, dengan muka merah penuh malu, ia meninggalkan ruang persidangan.

Penulis: Rudy

Sumber: Stories-ar.com

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat