... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

AS Gagal Paham, Al-Qaidah Belum Terkalahkan

KIBLAT.NET – Menlu AS John Kerry baru-baru ini mengungkapkan keyakinannya bahwa pemimpin tertinggi al-Qaidah telah berhasil “dinetralisir” sebagai sebuah kekuatan yang efektif. Ia menyampaikan klaimnya tersebut saat berdiskusi mengenahi strategi pemerintah Amerika dan kelemahannya dalam memerangi ISIS yang notabene dianggap sebagai rival al-Qaidah.

Kerry percaya bahwa AS dan negara-negara sekutu bisa menghabisi ISIS lebih cepat daripada al-Qaidah. Cuma satu masalahnya, apakah benar bahwa al-Qaidah ataupun pucuk pimpinannya telah bisa dinetralisir?

Puluhan anggota senior al-Qaidah, termasuk pemimpin mereka mendiang Syeikh Usamah bin Ladin Rahimahullah barangkali memang sudah “dihabisi”. Tetapi perlu diingat, bahwa al-Qaidah bukan sekedar kelompok “teroris” yang hanya bergantung pada figuritas pemimpin di mana jika kita sudah berhasil membunuh atau menangkap para pemimpin kunci mereka otomatis al-Qaidah juga akan “habis” secara keseluruhan.

Faktanya, al-Qaidah merupakan sebuah organisasi insurjensi yang anggota-anggotanya milisi paramiliter dan tujuan mereka terutama adalah untuk melakukan perang gerilya. Sementara “terorisme” hanya sebagian dari taktik al-Qaidah, dan bukan keseluruhannya.

Alasan kunci mengapa al-Qaidah mampu berulangkali meregenerasi ancaman mereka terhadap Barat selama lebih dari 14 tahun karena mereka memanfaatkan “stok” pasukan gerilyawan untuk mencetak pemimpin-pemimpin baru serta merekrut lebih banyak “teroris” untuk melakukan serangan terhadap kepentingan Barat.

Beberapa catatan di bawah ini akan memberi gambaran bagaimana al-Qaidah hari ini yang masih sangat jauh dari ter-netralisir sebagaimana klaim Menlu Kerry. Bahkan sebaliknya, al-Qaidah dan cabang-cabang regional mereka terus berperang di lebih banyak negara dari yang pernah ada sebelumnya. Mereka sedang berjuang mendirikan negara Islam “radikal”, – seperti juga ISIS – yang telah berhasil menyedot perhatian dunia dengan narasi-narasi yang berlawanan dengan “kearifan” konvensional.

Aliansi Terkuat di Khurasan

Di Afghanistan, al-Qaidah menjalin aliansi kuat dengan sekutu mereka Imarah Taliban serta berpartisipasi dalam berbagai operasi militer pimpinan Taliban di seluruh negeri. Pemimpin al-Qaidah Syeikh Aiman adz-Dzawahiri menyatakan sumpah setia kepada pemimpin baru Taliban Mullah Mansour yang juga secara terbuka menyatakan menerima baiat Dr Aiman pada bulan Agustus yang lalu.

Para pejuang afiliasi al-Qaidah menjadi pemain kunci dalam banyak operasi ofensif yang dilakukan oleh Taliban, menyebabkan poros Taliban-al Qaidah ini berhasil menyerbu dan menduduki kurang lebih 40 distrik dari 398 distrik yang ada di seluruh Afghanistan pada tahun ini saja. Ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Obama akhirnya memutuskan untuk menyisakan sebagian kecil kontingen pasukan Amerika di Afghanistan hingga habis masa jabatannya di Gedung Putih.

Untuk memberikan gambaran yang jelas bagi kita tentang apa yang sebenarnya dilakukan al-Qaidah di Afghanistan, kita bisa membayangkan bahwa militer AS baru saja melakukan operasi serangan terhadap dua kamp pelatihan terbesar di bagian selatan negara itu pada bulan Oktober silam. Salah satu kamp tersebut menempati area seluas 30 mil persegi.

BACA JUGA  Di Jogokariyan, Cucu Rasulullah Ini Minta Pengajian Dipermudah dan Masjid Dimakmurkan

Jenderal John F. Campbell yang mengawasi sendiri jalannya pertempuran menjelaskan bahwa kamp tersebut dioperasikan oleh AQIS cabang al-Qaidah di anak benua India dan barangkali merupakan “kamp pelatihan terbesar yang pernah mereka saksikan selama 14 tahun perang melawan al-Qaidah”.

Silakan anda menyimpulkan, para pejabat AS baru saja menemukan apa yang barangkali merupakan kamp terbesar al-Qaidah sejak 2001. Hal itu menjadi bukti, al-Qaidah belum bisa dikalahkan di Afghanistan, dan bahkan sudah banyak pemimpin al-Qaidah yang hijrah ke negeri itu.

AQIS yang berada di bawah perintah Syeikh Aiman adz-Dzawahiri, dibentuk pada bulan September 2014 dan saat ini sedang “mengekspor terorisme” ke seluruh kawasan itu. Kelompok ini sudah mengklaim sejumlah serangan di Pakistan dan Bangladesh. Dan hingga saat ini, al-Qaidah masih terus berkoalisi dengan sekutu-sekutu mereka berbagai kelompok jihadis di Pakistan yang jumlahnya sangat banyak dengan terus melancarkan berbagai operasi militer terutama di bagian utara negara itu.

Di Suriah, JN yang secara terbuka menyatakan setia kepada Syeikh adz-Dzawahiri sangat berperan penting dalam operasi pemberontakan oposisi anti –Assad. JN telah menjelma menjadi pasukan tempur yang sangat efektif yang mengacaukan proyek Pentagon senilai 500 juta USD dalam melatih dan mempersenjatai “oposisi pro-Amerika” di Suriah. Dalam beberapa kali insiden yang cukup dramatis JN menyapu bersih dua angkatan alumni “Pentagon” termasuk angkatan kedua yang begitu saja menyerahkan diri dan persenjataan mereka kepada kelompok cabang al-Qaidah di Suriah tersebut.

Insiden itu mendorong Washington mengevaluasi dan akhirnya membatalkan sama sekali program pelatihan mereka. Sebelumnya JN juga sempat “menetralisir” salah satu elemen FSA di bagian utara Suriah yang didukung Amerika dan berakhir dengan dibubarkannya satuan militer elemen tersebut.

Banyak para pemimpin senior al-Qaidah yang sudah dikirim ke Suriah sejak 2011 dan menjadi pengarah bagi misi-misi dan operasi JN. Sebagian mereka bekerja dan membentuk kelompok yang diduga sebagai “Kelompok Khurasan” yang secara khusus punya misi merencanakan serangan terhadap Barat.

Pada bulan September 2014, Amerika mulai menargetkan Kelompok Khurasan ini melalui kampanye serangan udara masif. Sejumlah figur sub-unit al-Qaidah ini gugur, namun sebagian lainnya masih tetap bertahan hingga kini. Di samping itu al-Qaidah masih punya “cadangan” ribuan pejuang di Suriah. Di medan pertempuran, JN bersama-sama kelompok oposisi lain memimpin koalisi mujahidin yang dikenal dengan Jaisyul Fatih dan berhasil mengambil alih wilayah yang cukup substansial dari tangan rezim Basyar Assad pada awal tahun ini.

Di Yaman, AQAP melancarkan pemberontakan dengan sangat produktif dan menguasai wilayah terutama di bagian selatan. Amerika sebetulnya telah berhasil membunuh sejumlah pejabat senior AQAP di tahun 2015 ini, namun hal itu belum cukup untuk bisa menghentikan laju organisasi jihadis tersebut dalam mengambil keuntungan dari pemberontakan Hsutsi serta intervensi militer negara-negara Teluk. Para pemimpin baru AQAP yang menggantikan pemimpin-pemimpin sebelumnya yang gugur akibat serangan drone Amerika sejak bulan Januari merupakan veteran al-Qaidah dan berada di bawah perintah adz-Dzawahiri. Dalam berbagai kesempatan, AQAP menebarkan ancaman terhadap Amerika termasuk rencana Bom Natal 2009 dan yang lainnya.

BACA JUGA  Apakah Islam Tersebar Melalui Pedang?

Dari Yaman menyeberang ke Teluk Aden, di Somalia, organisasi al-Syabaab merupakan salah satu organisasi jihadis yang paling “subur” di planet ini. Mereka ini juga tidak merahasiakan kesetiaannya kepada Syeikh adz-Dzawahiri. Ribuan pejuang al-Syabaab secara aktif terus memerangi pasukan gabungan negara-negara Afrika termasuk juga menguasai wilayah yang cukup luas.

Kelompok al-Syabaab menjadi begitu populer dalam beberapa hari terakhir ini atas operasi-operasi yang mereka lakukan di Kenya, di antaranya terhadap Westgate Mall di tahun 2013 dan Universitas Garissa di awal tahun ini. Al-Syabaab juga memiliki reputasi cukup panjang dalam menebarkan jihad ke seluruh wilayah Afrika Timur di mana mereka sedang berjuang mendirikan negara Islam “radikal” atas nama al-Qaidah.

AQIM, cabang al-Qaidah di Maghrib Islamiy dan kelompok-kelompok lain afiliasi mereka masih menjadi kekuatan potensial di wilayah Utara dan Barat benua Afrika. Kelompok-kelompok seperti Ansharus Syariah, Ansharuddin, dan yang lainnya beroperasi di bawah bendera AQIM dan secara berkala-kontinyu terlibat dalam pertempuran sengit melawan musuh-musuh mereka.

Al-Murabithun yang dipimpin oleh Syeikh Mokhtar Belmokhtar juga merupakan anak organisasi al-Qaidah yang beroperasi di Afrika Barat dan Utara. Belmokhtar yang mantan komandan AQIM ini merupakan seorang loyalis adz-Dzawahiri. Kelompoknya dilaporkan menyatakan bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah hotel di Mali pada hari ini.

Kita juga masih bisa menambahkan sejumlah organisasi afiliasi al-Qaidah lainnya di seluruh dunia. Tetapi, poinnya adalah bahwa al-Qaidah memiliki tentara atau pasukan gerilya berjumlah puluhan ribu pejuang di seluruh wilayah geografi yang sangat luas.

AQIS, AQAP, AQIM, Jabhah Nusrah, al-Syabaab, dan lainnya, mereka semua merupakan cabang-cabang regional al-Qaidah. Setiap cabang tersebut berjuang dan bertempur untuk menerapkan Hukum Syariah di wilayah-wilayah yang mereka tentukan. Dan mereka semua merupakan bagian dari organisasi Aiman adz-Dzawahiri. Dan yang pasti, mereka belum berhasil “dinetralisir” sebagaimana klaim sepihak Amerika.

Sejak dahulu kala, al-Qaidah sudah menyadari bahwa ini adalah perang antar generasi, dan para pemimpin generasi berikutnya adalah mereka yang pada hari ini sedang bertempur di berbagai negara dan kawasan. Sementara, Paman Sam masih saja bebal atau sedang berpura-pura demi satu alasan untuk gagal memahaminya.

 

Penulis: Yasin Muslim
Sumber: TLWJ)

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Jarang Terjadi, AS Akui Tewaskan Sipil dalam Operasi Anti ISIS

KIBLAT.NET, Baghdad – Militer Amerika Serikat mengeluarkan pengakuan yang hampir tidak pernah terkait operasi menargetkan...

Sabtu, 21/11/2015 13:15 0

Afrika

Pasukan Bersenjata Sandera 170 Orang di Hotel Radison Blu Mali

KIBLAT.NET, Bamako – Pasukan keamanan Mali telah mengepung Hotel Radisson Blu di kota Bamako, ketika orang-orang bersenjata...

Sabtu, 21/11/2015 13:10 0

Indonesia

Begini Bentuk Solidaritas Mahasiswa LIPIA untuk Annisa Korban Transjakarta

KIBLAT.NET, Jakarta – Mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) menggalang dana sebagai wujud...

Sabtu, 21/11/2015 12:33 0

Indonesia

SNH Advocacy Center Hadiri Sidang Tragedi Mavi Marmara

KIBLAT.NET, Istanbul – Sidang lanjutan penyerangan kapal MV Mavi Marmara yang membawa rombongan kemanusiaan The...

Sabtu, 21/11/2015 12:15 0

Indonesia

Pasca Kecelakaan Maut Mahasiswi LIPIA, BEM Minta Semua Pihak Introspeksi Diri

KIBLAT.NET, Jakarta – Seorang mahasiswa Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) meninggal setelah tertabrak...

Sabtu, 21/11/2015 12:00 0

Amerika

Tunda Beli iPad, Bocah 7 Tahun Ini Sumbang Celengannya untuk Masjid di AS

KIBLAT.NET, London – Salah satu surat kabar Inggris “The Independent” menceritakan, di tengah suasana islamophobia...

Sabtu, 21/11/2015 11:33 0

Indonesia

Pasca Kasus 36 WNI, Kantor Imigrasi Solo Perketat Paspor ke Timur Tengah

KIBLAT.NET, Solo – Kantor Imigrasi Klas I Solo melakukan koordinasi dengan Komunitas Intelijen Negara Daerah (Kominda),...

Sabtu, 21/11/2015 11:19 0

Yordania

Yordania: Empat Ribu Anak-Anak Pengungsi Suriah Tanpa Orang Tua

KIBLAT.NET, Amman – Departemen Pembangunan Sosial Yordania, Jumat (20/11), melaporkan sebanyak empat ribu anak-anak pengungsi...

Sabtu, 21/11/2015 11:17 0

Amerika

Selain Assad, Obama Juga Enggan Terima Kesepakatan Wina

KIBLAT.NET, Amerika Serikat – Meskipun para pejabat AS dan barat terus menyampaikan gagasan kesepakatan damai...

Sabtu, 21/11/2015 10:45 0

Yaman

ISIS Serang Militer Yaman di Hadramaut, Al-Qaidah Dituduh

KIBLAT.NET, Hadramaut – Organisasi Daulah Islamiyah atau yang lebih dikenal ISIS, Jumat (20/11), bertanggung jawab...

Sabtu, 21/11/2015 10:29 0

Close