Sekjen FUI: Pesantren dan Sekolah Islam Berkontribusi bagi NKRI

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Eksekutif Megawati Institute Siti Musdah Mulia menuding sekolah Islam dan pesantren penyebab munculnya terorisme di Indonesia.

Pernyataan politikus PDI-P itu menuai reaksi berbagai kalangan, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath menjelaskan bahwa pesantren selama ini justru memiliki kontribusi positif untuk Negara Kesatuan Republik.

Track record pesantren adalah memerangi penjajah Belanda dan Jepang. Sehingga, mereka keluar dari negeri ini dan negeri ini menjadi merdeka,” katanya kepada Kiblat.net seusai Muzakarah Ulama dan Tokoh untuk Gubernur Muslim di Masjid Al-Ittihad, Tebet Mas, Jakarta Selatan, Kamis Siang (19/11).

Jadi, lanjut Ustadz Khaththath, kalau tidak ada kontribusi pesantren, tidak akan ada NKRI. Dia mencontohkan, tokoh-tokoh menonjol dalam sejarah yang memerangi penjajahan Jepang seperti dahulu yang memerangi Jepang KH. Zaenal Mustofa di Singaparna dan Haji Abdul Karim Amrullah orang tua dari HAMKA. Semua tokoh itu berasal dari pesantren. Sehingga, tidak heran dahulu penjajah memusuhi pesantren.

“Jadi, kalau ada orang yang menyebarkan kebencian atau hate speech terhadap pesantren. Patut dicurigai, orang itu mindsetnya penjajah,” tegasnya.

Adapun sekolah Islam, tidak jauh berbeda perannya dengan pesantren. Karena, sekolah Islam bentuk modern dari pesantren.

“Di pesantren sekarang juga banyak berdiri sekolah Islam,” pungkas Ustadz Khaththath.

Sekedar diketahui, aktivis Liberal Musdah Mulia menyarankan agar sekolah Islam seperti Muhammadiyah atau sekolah pesantren dikurangi, bahkan kalau bisa disamakan dengan sekolah Kristen yang masih sangat jarang.

BACA JUGA  PBNU: Kapolri Baru Tak Boleh Pandang Bulu dalam Penegakan Hukum

Menurut dia, sekolah Islam itu harus dikurangi agar generasi Indonesia ke depannya semakin baik, dan “terorisme” di negeri ini tidak berkembang lagi.

Musdah juga berharap sekolah Kristen dan Islam berdiri sama rata, dan tidak hanya itu-itu saja. Ia juga mengatakan pelajaran agama Islam sebaiknya ditiadakan saja.

Reporter: Bilal

Editor: Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat