Habib Rizieq: Tujuan Muzakarah Ulama Menjaga Syariat Kepemimpinan, Bukan Menangkan Cagub

KIBLAT.NET, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab mengatakan tujuan utama Muzakarah Ulama dan Tokoh untuk Gubernur Muslim bukan memenangkan calon Gubernur yang diusungnya. Akan tetapi, memperjuangkan penegakan syariat Islam di Jakarta.

“Kita mengantisipasi pemimpin yang tidak sesuai syariat Islam. Tetapi, manakala pemimpin sudah syariat Islam, bukan tidak mungkin Muzakarah akan ikut mendukung yang bersangkutan,” kata pria yang didaulat menjadi Ketua Majelis Tinggi Muzakarah Ulama itu saat konferensi pers seusai Muzakarah Ulama dan Tokoh untuk Gubernur Muslim di Masjid Al-Ittihad, Tebet Mas, Jakarta Selatan, Kamis Siang (19/11).

Untuk itu, menurut dia, bila ke depan ada dua calon pemimpin Muslim, tidak akan menjadi persoalan utama atau kebingungan harus memilih yang mana.

“InsyaAllah, Muzakarah tidak akan menciptakan kondisi yang merugikan umat Islam. Jadi proses ini tetap berjalan, karena kita mengantisipasi calon gubernur yang tidak sesuai syariat Islam,” ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq menekankan, muzakarah ulama pada dasarnya bukan mendukung perorangan tetapi mendukung nilai keislaman untuk hidup di Jakarta.

“Sebenarnya, Muzakarah bukan mendukung person to person, tapi bagaimana menjaga syariat Islam dalam kepemimpinan jangan sampai dilanggar masyarakat Jakarta. Jadi, kita mencari solusi yang sesuai syariat dan konstitusional,” bebernya.

Habib Rizeq juga yakin tagline Muzakarah Ulama “InsyaAllah Jakarta Bersyariah,” tidak akan mendikotomi kaum Muslimin Jakarta seperti yang dikhawatirkan pihak lain.

BACA JUGA  Pengacara HRS: Putusan Hakim Tunggal Sesat Menyesatkan

“Inti syariat itu Rahmatan lil alamin, harusnya tidak ada dikotomi. Bicara syariat, semua umat Islam harus berada di bawah payung syariat dan punya kewajiban menjalankan syariat. Kalaupun, ada segelintir umat yang belum mau menjalankan syariat. Inikan kembali soal sentuhan dakwah, jadi mereka tetap kita ajak,” tandasnya.

 

Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat