... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ada Upaya Diskriminasi Terhadap Pengungsi atas Temuan “Paspor Suriah” di Paris

Foto: Investigasi setelah serangan di Paris

KIBLAT.NET, Paris – Meskipun hingga saat ini ada indikasi bahwa seluruh penyerang dalam insiden serangan Jumat terkoordinasi di Paris yang lalu berasal dari negara-negara Eropa sekaligus merupakan pemegang paspor negara-negara anggota Uni Eropa, penemuan paspor Suriah di salah satu lokasi insiden nyatanya telah memicu reaksi anti-pengungsi di seluruh dunia, termasuk kebingungan sejumlah gubernur negara-negara bagian di AS yang membuat keputusan untuk menolak kedatangan pengungsi Suriah.

Menurut Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere, kemungkinan kasus penemuan paspor Suriah itu bukan merupakan sebuah ketidaksengajaan. “Penemuan” paspor Suriah di lokasi terjadinya insiden Jumat malam itu kemungkinan merupakan sebuah operasi penyesatan atau false flag operation yang disengaja dengan tujuan menimbulkan rasa ketakutan terhadap para pengungsi. Dan nampaknya telah berhasil.

Paspor tersebut adalah milik Ahmad al-Mohammad, atau setidaknya seperti itu yang dikatakan. Paspor itu diyakini telah dipalsukan, atau barangkali hanya sekedar dicuri. Nama orang yang tertera dalam paspor itu ternyata adalah seorang tentara Suriah yang loyal dengan pemerintah rezim Assad, dan bukan pengungsi.

Paspor tersebut terdaftar sebagai milik pengungsi fiktif yang melalui rute utama yang melewati Balkan yang juga dipakai oleh lebih dari 800.000 pengungsi yang melarikan diri dari perang. Para pejabat mengatakan nampaknya paspor tersebut secara terencana dibuat seolah-olah seperti paspor pengungsi yang lain, untuk membuat keterkaitan antara penyerang yang sebetulnya “tidak ada” yang memegang paspor tersebut dengan para pengungsi.

Sejak kasus “paspor” itu, para politisi Barat yang mengidap ketakutan terhadap pendatang gencar mempropagandakan narasi-narasi mereka bahwa adanya pengungsi teroris itu sebagai fakta yang tak terbantahkan. Sementara sikap ISIS sendiri yang mengutuk para pengungsi tidak perlu lagi untuk diyakinkan, nampaknya “isu” itu dimanfaatkan oleh para pajabat/politisi rasis di Barat untuk menghalangi gelombang pengungsian ke negara mereka.

Inilah satu bukti gambaran, betapa di Barat orang-orang sangat mudah termakan isu yang notabene merupakan hasil dari sebuah operasi penyesatan. Ironisnya, bukan hanya menimpa masyarakat kalangan grass root, tetapi juga para gubernur negara bagian.

Sumber: Antiwar

Penulis: Yasin Muslim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Padahal Sudah Ditembak Mati, Polisi Masih Belum Tahu Identitas Terduga Kurir Santoso Ini

KIBLAT.NET, Parigi Moutong – Hingga saat ini, polisi belum mengetahui identitas orang tak dikenal yang ditembak...

Kamis, 19/11/2015 11:50 0

Wilayah Lain

Telegram Blokir Channel ISIS

KIBLAT.NET, Doha – Manajemen media sosial Telegram, Rabu (18/11), menghapus channel resmi organisasi Daulah Islamiyah...

Kamis, 19/11/2015 08:30 0

Malaysia

Polisi Malaysia Tangkap WNI Kelompok ISIS dan Militan Syiah

KIBLAT.NET, Kualalumpur – Polisi Malaysia menahan lima lelaki, termasuk seorang warga Indonesia karena diduga terlibat kelompok...

Kamis, 19/11/2015 08:30 0

Video Kajian

Amal-amal Yang Paling Dicinta (Vocal by Ust. Taqiyyudin, Lc)

KIBLAT.NET- Amal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah perbuatan baik yang mendatangkan pahala (menurut ajaran agama Islam)....

Kamis, 19/11/2015 07:01 0

Indonesia

Maulana ‘Jamaah O Jamaah’ Tarik Ucapannya dan Minta Maaf di Hadapan MUI

KIBLAT.NET, Jakarta – Setelah adanya desakan dari berbagai elemen dan pemuda dari umat Islam, akhirnya...

Rabu, 18/11/2015 22:16 2

Indonesia

Kapolri Tinjau Langsung Sejumlah Posko Operasi Camar Maleo IV di Poso

KIBLAT.NET, Poso – Kapolri Jendral Badrodin Haiti pada Rabu, (18 /11) meninjau langsung Posko Operasi...

Rabu, 18/11/2015 19:02 0

Info Event

Tabligh Akbar Serentak di 28 Kota, Syam Organizer Hadirkan Tokoh-tokoh Nasional

KIBLAT.NET, Bekasi – Allahu Akbar, Allahu Akbar! Gemuruh lantunan takbir mengawali acara Tabligh Akbar ‘Bantu...

Rabu, 18/11/2015 18:21 0

Indonesia

Abu Rusydan: Tak Ada Kekuatan Makhluk Apa Pun Mampu Halangi Orang Pergi ke Syam

KIBLAT.NET, Poso – Pada Ahad, (15/11) lalu, Syam Organizer menggelar Tabligh Akbar Serentak di 28...

Rabu, 18/11/2015 17:00 0

Indonesia

Datang ke Poso, Kapolri dan Panglima TNI Mengecek Operasi Camar Maleo IV

KIBLAT.NET, Poso – Kapolri Jendral Badrodin Haiti berserta Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo pada Selasa...

Rabu, 18/11/2015 16:40 0

Artikel

Kontemplasi Barat Tentang Kebijakan Negaranya

KIBLAT.NET – Satu hal yang jarang atau belum banyak dibahas adalah tentang fakta bahwa yang...

Rabu, 18/11/2015 16:26 0

Close