Rusia dan Prancis Koordinasi Serang ISIS di Suriah

KIBLAT.NET, Moskow – Pasca serangan Paris yang menewaskan sebanyak 129 orang lebih, Prancis dan Rusia berkoalisi untuk menyerang Daulah Islamiyah atau yang lebih dikenal ISIS, yang dianggap bertanggung jawab atas serangan, di Suriah. Padahal, kedua negara ini dikenal bertentangan dalam memandang konflik di Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (17/11), memerintahkan angkatan laut di laut Mediterania menghubungi angkatan laut Prancis. Putin meminta mengoordinasikan operasi dengan AL Prancis dan bekerjasama layaknya koalisi untuk memerangi ISIS di Suriah.

“Sangat penting menghubungi langsung Prancis dan bekerjasama dengan mereka layaknya koalisi,” kata Putin kepada para komandan tinggi dalam pertemuan darurat.

Sebelumnya, kantor kepresidenan Prancis mengumumkan bahwa Francois Hollande akan mengunjungi Moskow pekan ini. Kunjungan ini dalam rangka membahas cara memerangi ISIS.

Sementara itu, sejumlah informasi mengonfirmasi bahwa Putin dan Hollande telah berbicara melalui telepon pada Selasa dan sepakat mengoordinasikan kedua kekuatan tempur dalam memerangi “teroris” di Suriah.

Di hari yang sama, Rusia dan Prancis menyerang target ISIS di Suriah. Namun tidak diketahui apakah serangan itu terkoordinasi atau tidak.

Perlu diketahui, Rusia dan Prancis bertentangan dalam menyikapi rezim Bashar Assad. Rusia menolak Bashar Assad lengser sementara Prancis berpendapat Bashar Assad harus turun untuk mengakhiri konflik di Suriah. Serangan di Paris membuat kedua negara itu semakin solid menghadapi para jihadis.

BACA JUGA  Habib Rizieq dan Menantunya Dipanggil Polisi Atas Tiga Tuduhan

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat