Kerry: Hitungan Pekan, Transisi Politik Besar-besaran Dilakukan di Suriah

KIBLAT.NET, Paris – Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, Selasa (17/11), mengatakan bahwa akan dilakukan masa transisi politik besar-besaran antara rezim dan oposisi Suriah. Ini sebagai tindak lanjut kesepakatan dalam pertemuan Wina soal Suriah.

Berbicara kepada awak media yang mendampinginya dalam kunjungan ke Paris, Kerry mengatakan masa transisi itu akan dilakukan besar-besaran dan dalam waktu dekat. Menurut pernyataannya, transisi itu dilakukan hanya dalam hitungan pekan.

Kerry ke Prancis untuk bertemu dengan Presiden Francois Hollande di Istana Elysee di Paris. Kunjungan ini menyusul serangan mematikan yang menelan 130 korban jiwa di negara sekutu AS itu.

“Semua yang diperlukan adalah memulai proses politik dan gencatan senjata (di Suriah)….langkah ini memiliki pengaruh sangat besar,” kata Kerry.

Sebanyak dua puluh negara yang ikut dalam pertemuan Wina, termasuk di antaranya Iran, Rusia dan negara-negara Arab, menyepakati gencatan senjata dan proses pemilu di Suriah. Namun mereka masih berbeda pandangan soal masa depan Bashar Assad.

Negara-negara dunia mencoba menyatukan pandangan untuk menyelesaikan konflik berkepanjangan di Suriah. Upaya itu berulang kali buntu, namun pertemuan Wina pekan lalu mereka menemukan kesepakatan.

Hampir semua negara yang terlibat menginginkan Suriah di bawah kepemimpinan presiden demokratis nasionalis. Nantinya, pemerintah yang diakui dunia itu bisa diajak kerjasama memerangi kelompok-kelompok jihadis yang mengontrol banyak wilayah di bumi Syam itu.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat