... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Klarifikasi Taliban Terkait Pertempuran dengan ISIS di Zabul

KIBLAT.NET, Zabul – Pertempuran yang terjadi antara sesama kelompok anti pemerintah lokal dan Barat di Afghanistan Utara beberapa hari lalu sempat menyita perhatian media internasional. Berita yang disampaikan menggambarkan bahwa terjadi perpecahan internal di tubuh Imarah Islam Afghanistan atau Taliban.

Menanggapi pemberitaan negatif itu, Taliban melalui situs shahamat-arabic.com, Kamis (11/11), memberikan klarifikasi. Kelompok yang beberapa waktu lalu memilih pemimpin baru itu menegaskan tidak ada perpecahan internal di tubuh Taliban.

Gerakan yang tidak mampu dilumpuhkan AS dengan operasi darat selama 10 tahun lebih itu menegaskan bahwa pertempuran di Provinsi Zabul, Afghanistan Utara, terjadi antara pejuangnya dan kelompok yang menganggap dirinya pejuang Da’ish (ISIS). Kelompok tersebut, kata Taliban, menuduh Imarah Islam pemberontak, agen dan tuduhan buruk lainnya. Tidak hanya itu, kata Taliban, mereka juga menuduh para mujahidin telah murtad.

Menurut pernyataan tersebut, beberapa bulan terakhir mereka secara terang-terangan mengibarkan bendera dan slogan ISIS. Mereka memaksa warga dan pejuang mengakui pemerintahan yang mereka dirikan.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kelompok yang datang dari wilayah Naghar itu menangkapi warga sipil demi mendapat uang dan keuntungan lainnya. Mereka membunuh tanpa peradilan, menangkap wanita dan anak-anak kemudian dijadikan budak serta menyita rumah dan harta warga.

Imarah Islam Afghanistan diminta turun tangan menghentikan serangkaian perbuatan yang jelas bertentangan dengan syariat itu. Namun, ketika delegasi Taliban datang untuk meminta kejelasan dengan tegas mereka mengatakan, “kalian tidak mengakui Daulah Islamiyah maka kalian adalah pemberontak. Kami tidak peduli dengan perkataan kalian”. Dengan jawaban ini, akhirnya dipilih opsi bentrokan bersenjata.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Taliban-Afghanistan Mulai Berunding di Qatar

Meminta Pertimbangan Ulama

Taliban melanjutkan, delegasi dari Imarah Islam bekerjasama dengan ulama dan tokoh setempat telah mengupayakan segala cara untuk menghentikan perbuatan mereka. Kurang lebih selama dua setengah bulan berbagai upaya dilakukan. Bahkan, para ulama lokal, delegasi Imarah Islam dan tokoh yang memiliki pengaruh membentuk komite khusus menangani kasus ini. Tujuannya, supaya mereka kembali ke pangkuan Imarah Islam.

Akan tetapi, mereka menolak semua upaya itu dengan kesombongan. Mereka mengatakan, saat ini kami di bawah komando Daulah Islamiyah (ISIS).

Opsi Militer

Berdasarkan fatwa yang dikeluarkan ulama, Imarah Islam akhirnya memilik opsi terakhir (pengerahan pasukan) untuk menghentikan perbuatan kelompok tersebut. Mujahidin mengirim para komandan yang berpengalaman ke Zabul. Tujuannya untuk menghindari korban dan kerugian sekecil mungkin di dua kelompok yang berhadapan. Operasi ini hanya diikuti oleh para pejuang Taliban. Sementara kabar yang menyebutkan operasi itu melibatkan pihak lain adalah kebohongan.

Pertempuran berhasil diselesaikan dalam waktu dua puluh empat jam sejak dimulai, tidak sebagaimana disampaikan oleh media. Seluruh wilayah berhasil di dikuasai mujahidin Imarah Islam.

Korban dan kerugian yang timbulkan sedikit dari yang ditampilkan media, baik di barisan pejuang maupun di barisan kelompok pendukung ISIS itu. Sementara mereka yang selamat ditangkap dan ditempatkan di daerah aman dengan pengawasan ketat.

Seluruh tawanan dari kalangan pedagang dan warga sipil yang ada ditahan dibebaskan. Mereka adalah warga Nanghar dan Ghazni serta wilayah lainnya.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Taliban-Afghanistan Mulai Berunding di Qatar

Reporter: Sulhi El-Izzi
Editor: Hunef Ibrahim


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Siyasah

Beginilah Cara Penjajah Salibis Barat Menelikung Revolusi Umat (Bag. 1)

KIBLAT.NET – Perjalanan sejarah modern membuktikan bahwa setiap kali umat Islam dan bangsa-bangsa muslim bangkit...

Sabtu, 14/11/2015 09:41 0

Indonesia

Aliansi Tarik Mandat: SE Larangan Hate Speech Bentuk Ketakutan Pemerintah terhadap People Power

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM), Beni Pramula mengatakan Surat Edaran Kepala...

Jum'at, 13/11/2015 20:05 0

Indonesia

Komnas HAM Kutuk Teror terhadap Masjid Asy-Syuhada Bitung

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional untuk Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) mengecam keras tindakan intoleransi...

Jum'at, 13/11/2015 19:44 0

Indonesia

Mahasiswa dan Pemuda Islam Protes Keras Isi Ceramah Maulana ‘Jamaah O Jamaah’

KIBLAT.NET, Jakarta – Ceramah M. Nur Maulana di sebuah stasiun televisi, Senin (9/11/) lalu menuai banyak...

Jum'at, 13/11/2015 19:20 0

Indonesia

Datangkan Ketua Komunitas Gay, Seminar LGBT di Kampus Undip Semarang Dibubarkan

KIBLAT.NET, Semarang – Aksi protes dari puluhan Laskar Jamaah Ansharusy Syariah Semarang berujung pada dibubarkannya acara...

Jum'at, 13/11/2015 19:09 0

Indonesia

Didatangi Jamaah Ansharusy Syariah Semarang, Seminar LGBT Bubar

KIBLAT.NET, Semarang – Puluhan anggota Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) mendatangi Kampus Universitas Diponegoro yang beralamat di...

Jum'at, 13/11/2015 18:58 0

Manhaj

Kenapa Harus Mengangkat Pemimpin Muslim?

KIBLAT.NET – Dalam ceramahnya di sebuah stasiun TV swasta nasional, seorang ustadz kondang kembali membuat...

Jum'at, 13/11/2015 15:39 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar Bantu Suriah Pertahankan Al-Aqsha di Masjid Al-Furqon Kudus

KIBLAT.NET – Hadirilah!! Tabligh Akbar “Bantu Suriah Pertahankan Al-Aqsha” Pada hari Ahad 15 November 2015...

Jum'at, 13/11/2015 14:40 0

Indonesia

Komnas HAM Desak Negara Tindak Massa Peneror Masjid Asy-Syuhada di Sulut

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan keprihatinan yang mendalam...

Jum'at, 13/11/2015 11:10 0

Close