MUI: Tudingan PBM Pemicu Perusakan Rumah Ibadah Tak Berdasar

KIBLAT.NET, Jakarta – Sejumlah pihak menuding bahwa adanya aksi perusakan rumah ibadah disebabkan oleh Peraturan Bersama Menteri (PBM). Ketua Umum MUI menilai itu tidak berdasar dan ahistoris.

“Tudingan itu sangat tidak berdasar dan ahistoris,” kata Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin saat pembukaan Rakernas MUI di Ancol, Jakarta Utara, Selasa malam (10/11).

Dia menambahkan bahwa aturan dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) merupakan kode etik bagi masing-masing pemeluk agama dalam mengekspresikan sikap keagamaan. Lebih khusus lagi, terkait pendirian rumah ibadah.

PBM sendiri merupakan kesepakatan antar majelis agama di Indonesia. MUI terlibat sejak awal pembahasannya dan Kiai Ma’ruf menjadi salah satu delegasinya.

Kiai Ma’ruf menerangkan, sebelum adanya PBM telah ada Surat Keputusan Bersama (SKB). Namun SKB tersebut multi tafsir hingga kemudian disempurnakan dengan peraturan bersama dua menteri.

Isi dari PBM sendiri telah mempertimbangkan aspek HAM, keamanan dan ketertiban, toleransi, dan saling menghargai. Karena itu, dia menilai aneh jika ada pihak-pihak yang menuding PBM sebagai penyebab perilaku intoleran beberapa orang.

“Sebenarnya yang melanggar itu orangnya, bukan aturannya yang diskriminatif,” tandasnya.

Sebelumnya sejumlah aksi perusakan rumah ibadah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Di Tolikara, masjid yang telah mendapatkan izin jadi sasaran amuk masa saat Idul Fitri. Sementara di Aceh Singkil sejumlah orang merusak gereja liar yang tak memiliki izin.

BACA JUGA  MUI Seru Indonesia Bantu Korban Perang Yaman

Segelintir orang lantas menyalahkan PBM sebagai pemicu aksi perusakan itu. Mereka juga menuntut dicabutnya peraturan bersama dua menteri tersebut.

Reporter: Imam Suroso
Editor: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat