Terus Menyerang, Syiah Hautsi Tidak Serius Tanggapi Perundingan

KIBLAT.NET, Yaman – Pemberontak Syiah Hautsi akhir pekan lalu kembali merebut wilayah Yaman selatan. Menurut Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yasin pada Senin (09/11), hal itu menunjukkan ketidakseriusan mereka terhadap perundingan damai yang dipimpin PBB.

“Kami ingin pergi ke perundingan di Jenewa,” kata Riad kepada AFP di sela-sela pertemuan Liga Arab di ibukota Saudi.

“Tapi apa yang mereka lakukan di dalam Taiz, dan usaha mereka untuk kembali menyerang wilayah di selatan, menunjukkan bahwa mereka benar-benar tidak serius.” lanjutnya

Arab Saudi, selaku pemimpin koalisi Arab untuk melawan pemberontak Hautsi dalam mendukung pasukan lokal sejak akhir Maret lalu, optimis bahwa perundingan dapat dilangsungkan bulan ini.

PBB juga telah yakin dan mendorong adanya pembicaraan damai, setelah upaya negosiasi sebelumnya terhenti.

“Negosiasi, ‘sangat optimistis’ akan dimulai antara 10 hingga 15 November,” kata utusan khusus Sekjend PBB untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed kepada AFP pekan lalu.

Sebanyak 400 pasukan Sudan Senin kemarin telah tiba di kota pelabuhan Aden, Yaman untuk mendukung pasukan anti-pemberontak. Mereka telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan serangan baru oleh pemberontak Hautsi.

Sumber-sumber militer mengatakan kepada Reuters pada Minggu (08/11), setidaknya 16 tentara Yaman yang setia kepada Presiden Abdu Rabb Mansour Hadi tewas oleh bom pinggir jalan di provinsi Ma’rib di timur ibukota Sanaa.

Sumber tersebut mengatakan, bom yang juga melukai enam tentara meledak saat berlangsung patroli di dekat sebuah kamp militer di Ma’rib. Mereka mengatakan tidak jelas siapa yang berada di balik serangan itu.

Selain di Taiz, pemberontak Hautsi kembali merebut wilayah Damt, kota kedua provinsi Daleh pada Sabtu (07/11). Mereka juga meraih sedikit kemajuan selama akhir pekan ini di kota pesisir Dhubab, kata seorang sumber militer.

Bulan lalu, 500 pasukan Sudan tiba di pelabuhan Aden, kata seorang komandan pasukan yang setia kepada pemerintahan Hadi.

Saat ditanya AFP tentang jumlah pasukan yang akan diterjunkan di Yaman, Menteri Luar Negeri Sudan Ibrahim Ghandour mengatakan, “Kami sudah mengirim sesuai yang diperlukan.”

Perlu diketahui, setidaknya 5.600 orang telah tewas dalam tujuh bulan sejak kelompok Syiah Hautsi memberontak kepada pemerintahan Yaman. Hingga saat ini, ekskalasi pertempuran antara pihak-pihak yang bertempur belum juga mereda.

Sumber: Yemen Online

Penulis: Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat