MUI: Negara-negara Islam Punya Potensi Besar untuk Maju

KIBLAT.NET, Depok – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis mengatakan pada dasarnya negara-negara Islam memiliki potensi besar untuk memajukan perekonomiannya. Hal itu disebabkan negara-negara Islam memiliki sumber daya alam yang berlimpah ruah.

“Negara-negara Islam sudah Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur atau gemah ripah loh jinawi,” katanya saat berbicara pada Seminar ‘Potensi Ekonomi Negara-Negara Islam’ dalam rangkaian Festival Muharam di aula Apung, UI Depok, pada Kamis (5/11).

Hal itu, kata Nafis, bisa dilihat dengan berlimpahnya sumur-sumur minyak bumi yang hanya ada di negara-negara Islam. Potensi minyak bumi itu pernah menjadi kekuatan politik untuk menekan negara-negara Barat.

Selain itu, negara-negara Muslim umumnya juga penghasil rempah-rempah yang dapat menghidupi masyarakatnya.

“Seperti Indonesia yang terkenal dengan rempah-rempahnya. Sehingga, kita tidak perlu menjajah negara lain. Kita bisa hidup dengan dunianya sendiri atau dengan alamnya sendiri,” ujar Nafis.

Kendati demikian, menurut Nafis, negara-negara Islam seperti Indonesia masih memiliki problem besar, yaitu hanya menjadi sasaran pasar negara-negara lain bukan sebagai produsen.

“Kita kaya dengan sumber daya alam. Tetapi, apakah pertanyaannya apakah kita yang memanfaatkan atau kita yang dimanfaatkan,” ungkapnya.

Sambung Nafis, salah satu solusi mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia adalah mendorong para sarjana agar tidak berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketika lulus. Akan tetapi, perlu didorong agar berorientasi menjadi pengusaha.

BACA JUGA  KH Miftachul Akhyar Terpilih Menjadi Ketua Umum MUI 2020-2025

“Sehingga, ketika mereka berkiprah di masyarakat tidak hanya mengandalkan ijazah. Tetapi, mengandalkan keahliannya,” tandasnya.

Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat