... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Idealisme dan Keikhlasan Ki Bagus Hadikusumo

Foto: Ki Bagus Hadikusumo

KIBLAT.NET – Indonesia adalah negara yang paling banyak memiliki Pahlawan Nasional. Total jumlahnya mencapai 168 orang. Lebih dari separuhnya didominasi pahlawan berdarah Jawa. Yang berdarah Tionghoa baru ada satu orang, yakni Laksamana muda John Lie. Beliau baru dikukuhkan sebagai pahlawan Nasional pada tahun 2008 oleh Presiden SBY.

Baru baru ini, pemerintah mengukuhkan lima tokoh lagi sebagai Pahlawan Nasional. Mereka adalah Bernard Wilhem Lapian, Mas Iman, alm Komjen Pol Moehammad Jasin, I Gusti Ngurah Made Agung dan Ki Bagus Hadikusumo (alm). Kelimanya dikukuhkan lewat keputusan presiden (Keppres) 116/TK Tahun 2015.

Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta, Dr. Sudarnoto Abdul Hakim menyatakan, keputusan pemerintah ini sangat penting tidak saja sekedar pengakuan dan apresiasi formal terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh Ki Bagus, akan tetapi sekaligus menunjukkan adanya kesadaran sejarah bahwa umat Islam merupakan elemen penting dari Bangsa dan Negara RI ini. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pancasila adalah hadiah terbesar umat Islam dan Ki Bagus adalah tokoh kunci (Rakyat Merdeka Online, 5 November 2015).

Lahir di Yogyakarta pada 28 November 1890 dan wafat pada 3 September 1954 dalam usia 64 tahun, Santrinya KH Ahmad Dahlan ini hingga akhir hayatnya meninggalkan beberapa buku dan risalah, diantaranya: Islam sebagai Dasar Negara dan Akhlak Pemimpin, Poestaka Hadi, Poestaka Ichsan dan Poestaka Iman.

BACA JUGA  KH Luthfi Bashori: Saya Garda Depan Boikot Film The Santri

Sebagai tokoh Muhammadiyah dan pendiri Bangsa, Ki Bagus dikenal sebagai ulama yang memiliki kecenderungan kuat untuk menginstitusionalisasikan Islam. Bagi Ki Bagus, pelembagaan Islam menjadi sangat mendesak untuk alasan-alasan ideologi, politis dan juga intelektual (Ensiklopedi Muhammadiyah, 2005, hal 129).

Idealisme seorang Ki Bagus seperti yang tercatat dalam sejarah, menolak penghapusan 7 kata yang telah disepakati dalam sidang PPKI, tetapi karena demi menjaga keutuhan bangsa, akhirnya beliau mau menerima penghapusan itu. Penerimaan atau sikap mengalah dari Ki Bagus juga didasarkan pada pendapatnya bahwa pengertian “Ketuhanan Yang Maha Esa” adalah Tauhid. Sekalipun beberapa pengamat politik memandang peristiwa itu sebagai kekalahan wakil-wakil umat Islam, dilihat dari proses perjalanannya, sebenarnya penghapusan 7 kata itu merupakan pengorbanan umat Islam dalam menyusun Pancasila. (Satu Abad Muhammadiyah, 2010, hal 127).

Untuk urusan Aqidah, Ki Bagus adalah ulama di Jawa yang menolak keras ritual seikerei. Seikerei adalah memberi penghormatan kepada kaisar Jepang dengan cara membungkukkan badan ke arah matahari terbit. Mengapa Ki Bagus menolak hal itu? Karena, seikerei sama artinya dengan syirik. Ki Bagus lalu dipanggil Kolonel Tsuda, Kepala Kempetai (Dinas Intelejen) Jepang. Setelah bertemu terjadilah dialog. Ki Bagus tetap pada pendiriannya tidak mau melaksanakan perintah itu dan melarang sekolah Muhammadiyah melakukan seikerei. (Suara Muhammadiyah edisi 16-28 Februari 2011, hal 43).

BACA JUGA  Mengapa Jurnalisme Islam (Harus) Ada? Sebuah Tanggapan untuk Muhamad Heychael

Di bidang ekonomi, sambil berdakwah ke luar kota, Ki Bagus menyempatkan diri berdagang guna menutupi biaya pribadinya dengan tidak mengharapkan imbalan dari syiar dakwahnya itu. Keikhlasan kerap mengiringi perjalanan dakwahnya ini. Tentu saja Ki Bagus ingat akan wejangan gurunya, KH Ahmad Dahlan, “Jangan mencari penghidupan di dalam Muhammadiyah, tapi hidup-hidupilah Muhammadiyah.” (Tajdid Muhammadiyah, 2005, hal 75).
Oleh: Fadh Ahmad Arifan (Pengajar Sejarah Kebudayaan Islam di MTs-MA Muhammadiyah 2 Kota Malang)

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Obama Bersikeras Tutup Guantanamo

KIBLAT.NET, Washington- Gedung Putih pada hari ini (06/11) menyatakan bahwa jika Kongres menghalangi rancangan baru...

Jum'at, 06/11/2015 17:45 0

Indonesia

IMS Bantu Korban Asap

KIBLAT.NET, Jakarta – Kabut asap yang melanda sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan berimbas pada menurunnya...

Jum'at, 06/11/2015 15:30 0

Amerika

Israel Minta Tambah ke Amerika Soal Anggaran Militernya

KIBLAT.NET, Washington – Dalam rangka kunjungan pekan depan ke Washington, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu...

Jum'at, 06/11/2015 15:00 0

Wilayah Lain

Syaikh Qardhawi: Tak Ada Gunanya Dekatkan Sunni-Syiah

KIBLAT.NET, Manama – Ketua persatuan ulama muslim dunia, International Union of Muslim Scholars (IUMS), Syaikh...

Jum'at, 06/11/2015 14:01 0

Palestina

Halau Rakyat Palestina, Tentara Israel: Minggir! Kami adalah Tentara Penjajah

KIBLAT.NET, Palestina – Dalam video satu menit yang direkam pada hari Kamis (05/11) oleh penduduk...

Jum'at, 06/11/2015 13:00 0

Amerika

Survei Pew Forum: Semangat Beragama Publik Amerika Semakin Menurun

KIBLAT.NET, Washington – Apakah warga Amerika menjadi kurang religius dari tahun ke tahun? Jawabannya adalah “Iya”....

Jum'at, 06/11/2015 12:38 0

Prancis

Kenalkan, Ini Pentagon Versi Perancis Namanya Hexagon

KIBLAT.NET, Paris – Presiden Prancis Francois Hollande meresmikan Pentagon versi Prancis, Kamis (05/10). Sebuah komplek...

Jum'at, 06/11/2015 12:33 0

Indonesia

Ini Faktor-faktor yang Menyebabkan Dunia Begitu Perhatian dengan Palestina

KIBLAT.NET, Depok – Palestina telah menjadi pusat gravitasi perhatian dunia sejak masa sebelum Masehi. Menurut pemerhati...

Jum'at, 06/11/2015 12:00 0

Suriah

Rezim Suriah Peras Rakyat dengan Menculik dan Minta Tebusan

KIBLAT.NET – Amnesty Internasional memperkirakan, rezim Suriah mengambil keuntungan dari penculikan paksa besar-besaran terhadap rakyat...

Jum'at, 06/11/2015 11:30 0

Indonesia

MUI: Negara-negara Islam Punya Potensi Besar untuk Maju

KIBLAT.NET, Depok – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis mengatakan pada...

Jum'at, 06/11/2015 11:00 0

Close