Palestina Berjasa Bagi Kemerdekaan Indonesia

KIBLAT.NET, Depok – Pemerhati Timur Tengah, Dr Muhammad Luthfi mengatakan eksistensi Palestina begitu penting bagi bangsa Indonesia. Alasannya karena, Palestina berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Jauh sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tokoh Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al Husseini dari Jerman tempat pelariannya, melalui radio beliau sudah memberikan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia,” katanya saat berbicara dalam Seminar Internasional Dunia Islam bertajuk ‘Palestina Pasca Dikibarkan Bendera di PBB’ dalam rangkaian Festival Muharam, di Aula Terapung UI, Depok,  Kamis (5/11).

Menurut Luthfi, hubungan Indonesia-Palestina begitu mendasar sekali. Sebab, Palestina merupakan bangsa yang pertama kali memberikan dukungan bagi kemerdekaan Indonesia.

“Baru kemudian, dukungan setelahnya datang dari negara-negata Arab seperti, Mesir, Arab Saudi, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Kata Luthfi, pengakuan kemerdekaan sangat penting bagi Indonesia. Sebab, tanpa pengakuan internasional proklamasi kemerdekaan tidak berarti apa-apa.

“Oleh karena itu, dukungan Palestina di masa itu sangat penting bagi Indonesia,” tuturnya.

Selain memberikan dukungan melalui radio, lanjut Luthfi, Syeikh Muhammad Amin Al Husseini yang merupakan seorang Mufti Palestina juga memberikan dukungan kemerdekaan Indonesia dengan menyambut Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) di Mesir.

Bahkan, sambung Luthfi, Palestina juga memberikan dukungan finansial untuk kemerdekaan Indonesia.

“Tokoh Palestina Muhammad Ali Thohir dengan spontan menyerahkan uangnya di dalam kantong ke Bank Arab untuk dukungan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

BACA JUGA  Soal Pelanggaran PSBB, Haikal Hassan: Semua Sudah Disanksi, Mau Apa Lagi?

Selain itu, Luthfi juga menjelaskan cara memberi dukungan untuk Palestina saat ini.

Pertama, adalah melalui Organisasi Konferensi Islam (OKI). Dengan mendorong pelunasan tunggakan iuran agar posisi Indonesia kuat untuk bersuara di OKI

Kedua, mengirimkan delegasi untuk berbagi pengalaman demokrasi dan penanganan konflik.

Reporter: Bilal

Editor: Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat