Kena Serangan Jantung, Politisi Syiah Provokator Invasi AS ke Iraq Meninggal Dunia

KIBLAT.NET, Baghdad – Politisi Iraq yang mendorong Amerika untuk menginvasi Irak pada 2003 lewat informasi palsu mengenai kemampuan militer Saddam Hussein, Ahmad Chalabi, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, (03/11) karena serangan jantung.

Menurut Haitham al-Jabouri, sekretaris panel keuangan parlemen yang diketuai Chalabi, ia mendapati Chalabi sudah meninggal dunia di tempat tidurnya di rumahnya di Baghdad.

Menurut sebuah televisi Iraq penyebab kematiannya adalah serangan jantung.

Chalabi merupakan seorang politisi Syiah sekuler. Ia menjadi tokoh terkenal dari Kongres Nasional Iraq di pengasingan, yang memainkan peran besar dalam mendorong pemerintahan mantan presiden George W. Bush menginvasi Iraq dan menumbangkan Saddam.

“Ada beberapa orang yang akan mengenangnya dalam cara yang baik, dan ada lainnya, jujur saja, tidak menyukai dan tidak menginginkan jalan politiknya,” kata mantan perdana menteri Ayad Allawi.

“Namun terlepas dari itu, Iraq kehilangan seorang yang memberikan kontribusi penting, komitmen penting kepada bangsa ini dan dia telah berusaha menawarkan bahwa apa yang dia bisa kepada negeri ini,” sambung dia seperti dikutip Reuters.

Chalabi, lahir pada 1944 dari keluarga kaya raya di Baghdad, kembali ke Irak segera setelah Saddam tumbang, yang menjadi titik puncak dari kerja kerasanya selama bertahun-tahun dan telah mempesona Washington untuk menumbangkan orang yang selama berdekade-dekade memerintah Iraq dengan tangan besi.

Dia mengipasi AS bahwa Saddam Hussein punya kaitan dengan Al-Qaidah dan menguasai senjata pemusnah massal pada awal pasca Serangan 11 September, yang kemudian ternyata tidak terbukti.

BACA JUGA  Din Syamsuddin Nilai Pemanggilan Anies Oleh Polisi Tak Wajar

Setelah invasi AS ke Iraq, dia kerap berada di Baghdad dengan dikawal lusinan bodyguard.

 

Sumber: Antara
Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat