... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Muhammadiyah Nilai Kebijakan Mendag Soal Importir Tidak Pro Rakyat

Foto: Muhammadiyah

KIBLAT.NET, Jakarta – Paket kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla yang berorientasi kepada nawacita terciderai dengan deregulasi yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.

Hal ini tercermin dengan 9 paket kebijakan peraturan menteri perdagangan (Permendag) yang dinilai sangat liberal dan syarat kepentingan importir. Jika pemahaman deregulasi Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong melakukan liberalisasi—jelas sekali jika Mendag tidak memahami paket kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi yang dikeluarkan hingga jilid V.

Demikian peryataan Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhammad Nadrattuzaman Hosen dalam kajian ekonomi Muhammadiyah dalam pekan ini seperti diungkap dalam rilisnya kepada Kiblat.net.

“Deregulasi yang semestinya harus dikeluarkan oleh Mendag harus mendorong akselerasi eksportir untuk tumbuh dan berkembang, di antaranya adalah pemberian insentif-insentif bagi pelaku usaha berbasis ekspor,” kata Nadrattuzaman.

Dengan demikian akan berpengaruh besar terhadap keseimbangan neraca perdagangan nasional. Selama ini secara makro ekonomi, neraca perdagangan nasional lebih besar impor daripada ekspor dampaknya adalah terhadap nilai mata rupiah sebagai alat pembayaran semakin tertekan.

“Jika Mendag berorientasi terhadap liberalisasi dengan memperbesar impor apa artinya kebijakan Jokowi yang berharap agar nilai rupiah bisa stabil. Ini sangat jelas Mendag keluar dari Nawacita,” papar Nadra.

Lebih lanjut, ekonom Muhammadiyah tersebut mengatakan, jika Mendag memperbesar kebijakan terhadap ekspor dan mengurangi ketergantungan terhadap impor justru Mendag Thomas Lembong pro terhadap rakyat.

BACA JUGA  PPI Jepang Kritik Pembentukan UU Omnibus Law

Dengan memberikan insentif ekspor Thomas Lembong membuka lebar-lebar penyerapan tenaga kerja diberbagai sektor yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat. Sebaliknya dengan kebijakan impor yang di buatnya dalam 9 paket kebijakan Mendag melakukan pengurangan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal itu akan memberikan kerawanan-kerawanan terhadap masalah sosial dan bisa juga mengakibatkan terjadinya ‘suhu pendek’.

“Maka dari itu Muhammadiyah meminta pemerintah untuk mengevaluasi kembali paket kebijakan ekonomi khususnya deregulasi yang dikeluarkan oleh Mendag,” ucapnya.

Dalam kajian ekonomi yang dilakukan oleh MEK PP Muhammadiyah, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87 Tahun 2015 tentang Ketentuan Produk Impor Tertentu. Regulasi ini berpihak kepada importir umum pemegang Angka Pengenal Importir Umum (AP-U).

Di kebijakan tersebut Importir cukup memiliki tempat dan gudang sudah bisa langsung berdagang secara langsung di Indonesia, hal ini tak banyak penyerapan tenaga kerja. Kemudian Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 71/M-DAG/PER/9/2015 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 75/M-DAG/PER/9/2015 tentang Pencabutan Atas Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 528/MPP/KEP/7/2002 tentang ketentuan Impor cengkeh Jelas tidak berpihak kepada para petani.

Kemudian Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 78/M-DAG/PER/9/2015 tentang Pencabutan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45/M-DAG/PER/6/2015 tentang Ketentuan Impor Ban akan menggusur perusahaan dalam negeri yang selama ini mengembangkan industri ban yang selama ini juga memiliki kemiteraan dengan perkebunan karet di Indonesia.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Polisi yang Pukul Relawan Harus Ditindak Tegas

“Maka dari itu kami berharap kebijakan-kebijakan deregulasi Mendag perlu dievaluasi lagi dan DPR-RI harus sensitif terhadap kebijakan yang tidak pro rakyat tersebut,” papar Nadra.
Reporter: Bilal


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Waduh!! Mesir Dukung Keanggotaan Israel dalam Komite PBB

KIBLAT.NET, Kairo – Kementerian Luar Negeri Mesir pada Ahad (01/11) mendukung putusan memasukkan Israel dalam keanggotaan...

Senin, 02/11/2015 11:00 0

Palestina

72 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak 1 Oktober 2015

KIBLAT.NET, Al Quds – Seorang warga Palestina gugur oleh pasukan Israel di Tepi Barat pada...

Senin, 02/11/2015 10:37 0

Artikel

Jabhah Nusrah dan ISIS Rilis Video Latihan Perang Kota di Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo – Dua kelompok jihadis utama di Suriah, Jabhah Nusrah dan Negara Islam al-Baghdadi...

Senin, 02/11/2015 10:34 2

Wilayah Lain

Syaikh Adz-Dzawahiri Seru Mujahidin Dunia Bersatu Lawan Koalisi AS-Rusia

KIBLAT.NET, Doha – Pemimpin organisasi Al-Qaidah, Syaikh Aiman Adz-Dzawahiri, menyeru seluruh kelompok jihad bersatu melawan...

Senin, 02/11/2015 09:25 0

Palestina

Pengemudi Palestina Tabrak Tentara Israel, Satu Kritis

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Setidaknya tiga tentara Israel luka-luka, Ahad (01/11), setelah ditabrak mobil yang...

Senin, 02/11/2015 08:49 0

Video Kajian

Tadzkirah : Fitnah Akhir Zaman (Vocal by Ust. Abu Fatiah Al Adnani)

KIBLAT.NET- Setiap Nabi sudah menginggatkan kepada umatnya tentang Dajjal yang akan datang pada akhir zaman kelak....

Senin, 02/11/2015 08:05 0

Mesir

Beberapa Kemungkinan Penyebab Kecelakaan Pesawat Rusia di Sinai

KIBLAT.NET, Mesir – Kecelakaan pesawat yang menimpa sebuah maskapai Rusia Sabtu lalu (31/10) masih menimbulkan...

Senin, 02/11/2015 07:12 0

Artikel

DR Anung Al-Hamat: Lupanya Renita dan Salah Kaprah Rukun Iman Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam konferensi pers di LBH Jakarta pada Rabu, (29/10) aktivis Syiah Emilia...

Ahad, 01/11/2015 15:20 0

Suriah

Dalam Sehari, Jet Tempur Rusia Habisi 64 Warga Sipil Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo – Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, dalam dua puluh empat jam...

Ahad, 01/11/2015 13:35 0

Afrika

Mujahidin Asy-Syabab Rilis Foto Hasil Operasi Ambush Di Somalia Tengah

KIBLAT.NET, Somalia – Gerakan Syabab Mujahidin, kelompok jihadis cabang resmi Al-Qaidah di Somalia melalui situs...

Ahad, 01/11/2015 12:15 0

Close
CLOSE
CLOSE