Al-Qaidah Dukung Intifadah Palestina Jilid III

KIBLAT.NET, – Pemimpin organisasi Al-Qaidah DR. Aiman Adz-Dzawahiri memberkati operasi penikaman tentara Israel dan pemukim Yahudi oleh para pemuda Palestina. Dia mengungkapkan tangan-tangan yang melakukan operasi itu adalah tangan-tangan mujahid.

Dalam rekaman audio yang dirilis media resmi Al-Qaidah As-Sahab baru-baru ini, Dzawahiri menegaskan bahwa pembebasan Palestina harus melalui dua cara. Pertama: memukul Barat, khususnya Amerika Serikat, di dalam wilayah mereka. Kedua: mendirikan negara Islam di Mesir dan Syam untuk menyusun kekuatan umat dalam rangka membebaskan Palestina.

“Kedua cara ini harus dengan persatuan, membuang perselisihan dan menghentikan pertempuran antara sesama mujahidin,” tegas pengganti Syaikh Usamah bin Ladin itu seperti dilansir arabi21.com, Ahad (01/11).

Dia melanjutkan, mujahidin mulai dari Ghazny hingga Mogadishu dan dari Kashgar hingga Tangier tengah menghadapi agresi AS, Eropa, Rusia, tentara Salib, Nushairi. Ini mengingatkan kita semua dengan koalisi Rafidhah dan Tartar memerangi Daulah Abbasiah dan koalisi mereka dengan Frank melawan Daulah Utsmaniah.

Oleh karena itu, tegasnya, kita harus menyatukan barisan. Mujahidin mulai dari wilayah Turkistan Timur hingga Maroko harus bersatu menghadapi koalisi setan yang memerangi Islam, umat dan negaranya ini.

Dalam seruan itu, ia juga menyeru faksi-faksi pejuang di Suriah menghilangkan segala perselisihan. Karena musuh telah bersatu memerangi mujahidin.

“AS, Rusia, Iran, Hizbullah dan Alawi mengoordinasikan pertempuran mereka terhadap kita, apakah kita tidak mampu menghilangkan segala perselisihan untuk mencurahkan seluruh upaya menghadapi mereka,” tegasnya seraya mendesak seluruh faksi di Suriah membentuk opini publik menyerukan persatuan.

Tokoh jihad kelahiran Mesir ini tak lupa mengkritik gerakan-gerakan Islam yang berkoalisi dengan kelompok sekuler dan politisi korup. Mereka rugi dunia dan akhirat.

Ia menyeru Ahlu Taqwa dan Ahlu Jihad mencegah warga Palestina melakukan cara menyimpang tersebut (berkoalisi dengan sekuler dan politisi korup). Warga Palestina harus dikumpulkan dalam satu kalimat supaya jihad mereka dalam rangka meninggikan kalimat Allah.

“Wahai para mujahidin di Palestina, apakah kalian rela jika hasil jihad kalian pemerintahan sekuler, yang menghapus syariat Islam dan keluar dari Islam serta memaksakan hukum dan undang-undang kafir terhadap umat Islam,” imbuh Adz-Dzawahiri.

Ia melanjutkan, “bagaimana kalian berjuang untuk pembebasan Palestina sementara kalian mengakui pemerintah sekuler Palestina yang menjual negara kalian? Apakah kalian ingin mengorbankan jiwa untuk menjual Palestina?”. Sungguh tidak ada yang menerima pikiran ini meskipun orang-orang nasionalis dan berjiwa patriot yang bertempur demi tanah dan negara mereka.

Seperti diketahui, ketegangan antara warga Palestina dan penjajah Israel di wilayah-wilayah dijajah meningkat beberapa hari terakhir. Puluhan warga tewas dan ratusan lainnya luka-luka serta ditangkap. Sejumlah tentara Israel juga tewas akibat serangan balasan pejuang Paletina.

Para pengamat melihat ketegangan yang terus meningkat ini bisa membawa pada Intifadah III. Di mana, seluruh warga Palestina turun melawan penjajah.

Sumber: arabi21.com
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat