Soal Larangan Asyura, Bima Arya Telah Berikan Penjelasan kepada Komnas HAM

KIBLAT.NET, Bogor – Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan tanggapan terkait teguran Komnas HAM terhadap surat edaran larangan perayaan Asyura Syiah. Dia kembali menegaskan bahwa surat tersebut dikeluarkan atas dasar pertimbangan keamanan.

“Bagi kepala daerah, wajib hukumnya untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa menimbulkan konflik,” kata Bima Arya seusia mengikuti shalat Istisqa, Jumat (30/10) di Lapangan Sempur, Bogor.

Komnas HAM melayangkan surat terguran kepada walikota Bogor Bima Arya menyusul adanya surat edaran pelarangan perayaan Asyura Syiah beberapa waktu lalu. Surat teguran tertanggal 27 Oktober 2015 itu ditandatangani oleh Komisioner Komnas HAM M. Imdadun Rahmat.

Melalui surat itu Imdad menyatakan surat edaran Bima Arya merupakan bentuk pelanggaran atas hak kebebasan beragama dan berkeyakinan penganut Syiah. Surat edaran tersebut, menurutnya, juga tidak memiliki dasar hukum dan diskriminatif. Karenanya dia meminta agar surat edaran tersebut ditarik.

Bima mengungkapkan bahwa dia telah memberikan penjelasan kepada Komnas HAM terkait surat teguran itu. Dia juga menambahkan bahwa warga Bogor selalu menjaga harmoni antar umat beragama dan keberagaman.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak mengancam kehidupan sosial di masyarakat,” ujarnya.

Walikota yang juga politisi PAN itu menegaskan tidak akan mencabut surat edarannya. Menurutnya, surat edaran tersebut berlaku dalam konteks saat dikeluarkan.

 

Reporter : Imam S.
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat