... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Atas Nama HAM, Bolehkah Kelompok Minoritas Nodai Ajaran Islam?

Foto: Direktur An Nashr Institute, Munarman

KIBLAT.NET, Jakarta – Salahsatu poin yang diutarakan oleh lembaga Syiah, OASE saat konferensi pers di LBH Jakarta pada Rabu, (28/10) adalah urusan aqidah, negara tak bisa mengintervensi.

Komentar ini dilayangkan Emilia Renita, pimpinan Organisation Ahlulbayt for Social Support and Education (OASE) terkait Surat Edaran Walikota Bogor yang melarang perayaan Asyura karena berpotensi menimbulkan konflik.

Terkait hal itu, aktivis dan pengacara Muslim, Munarman SH menyatakan negara memang tidak bisa mengintervensi keyakinan seseorang, namun kewenangannya diatur oleh majelis-majelis agama masing-masing.

“Majelis Ulama kan sudah mengeluarkan buku (mewaspadai penyimpangan ajaran syiah), jadi penilaiannya menurut otoritas agama. Otoritas agamanya kan ada di MUI dong, kalau soal Islam,” ujar dia kepada Kiblat.net, (29/10) kemarin.

Direktur An-Nasr Institute ini mencontohkan kasus Sampang. Dalam hal ini, MUI Provinsi Jawa Timur secara tegas sudah mengeluarkan fatwa kesesatan Syiah. (Baca juga: Surat Bima Arya dan Batasan HAM)

Ia juga mengkritisi standar ganda sekelompok orang dan lembaga pembela HAM yang kerap mengadvokasi kelompok minoritas. Ada pandangan seolah-olah semua kelompok minoritas adalah kelompok yang benar. Sehingga, sekte Syiah yang mengaku sebagai kelompok minoritas harus dibela secara membabi-buta.

“Padahal tidak semua orang yang minoritas itu otomatis benar. Kalau dia minoritas, kan dia berarti bukan Islam. Di Indonesia ini kan Islam mayoritas,” jelas Munarman.

Dengan pemahaman seperti itu, menurut Munarman, kalau sekte Syiah mengaku sebagai kelompok minoritas, berarti mereka mengakui sendiri kalau mereka bukan Islam. “Secara implisit kan begitu. Jadi kalau cara berpikirnya keliru ya, kayak gitu jadinya,” pungkas dia.

BACA JUGA  Imam Istiqlal: Hati-hati Doktrin Agama dalam Hari Valentine!

HAM dan Kebebasan Beragama

Munarman juga mengingatkan HAM di Indonesia ini, sebagaimana kata para pengusungnya harus sejalan dengan konstitusi. Sementara, di konstitusi hukum Indonesia, seseorang maupun secara berkelompok tidak boleh mengatasnamakan kebebasan dan hak asasi manusia tapi melanggar hak orang lain dan menghina agama orang lain.

“Termasuk juga melanggar norma-norma agama yang berlaku di masyarakat,” kata pria kelahiran Palembang ini.

Sebagaimana diketahui, kelompok Syiah di Indonesia baik yang tergabung dalam ormas OASE, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) maupun Ahlul Bait Indonesia (ABI) secara terang-terangan telah menerbitkan sejumlah buku yang menodai agama Islam. (Baca juga: Tolak Tawhidi, Benarkah ABI-IJABI Anti Takfiri?)

Menurutnya, HAM di Indonesia itu ada batasannya. Tidak serta merta bebas secara mutlak sehingga orang bisa berbuat sekenanya.

Hanya saja ada segelintir orang yang mempraktekkan HAM tanpa batas. “Ada oknum-oknum ya, oknum-oknum di Komnas HAM (yang mempraktekkan hal itu, red),” sambung Munarman.

Saat Kiblat.net bertanya siapa saja oknumnya, Munarman hanya menjawab singkat, “Nah oknum-oknumnya ini siapa saja, ya perlu diteliti. Ini kan oknum-oknum yang menjadi agen-agen komprador internasional.”

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Buru Bocah Palestina, Israel Berulangkali Gerebek Rumah Sakit Yerusalem

KIBLAT.NET – Polisi Israel berkali-kali telah melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah sakit di wilayah pendudukan...

Jum'at, 30/10/2015 16:24 0

Asia

India Bunuh Pemimpin Senior Pejuang Bersenjata Kashmir

KIBLAT.NET, Srinagar – Pasukan keamanan India di Kashmir membunuh komandan senior kelompok jihad Lashkar-e-Taiba (LeT),...

Jum'at, 30/10/2015 15:02 0

Suriah

Surat Rindu Seorang Ibu kepada Mujahidnya di Suriah

KBLAT.NET, Suriah – Layaknya Khansa yang bangga dengan kesyahidan empat putranya, seorang ibu melakukan hal...

Jum'at, 30/10/2015 11:19 0

Palestina

Penumpang Israel Marah Saat Pilot Bilang “Selamat Datang di Palestina”

KIBLAT.NET, Tel Aviv – Kemarahan penumpang Israel ini meletus saat seorang pilot maskapai penerbangan “Iberia”...

Jum'at, 30/10/2015 09:30 0

Suriah

Rusia Memperluas Serangan di Suriah

KIBLAT.NET, Daraa – Jet tempur Rusia melebarkan operasi serangan di Suriah. Untuk pertama kalinya, Rusia...

Jum'at, 30/10/2015 08:50 0

Afghanistan

Taliban Umumkan Gencatan Senjata di Wilayah yang Terkena Gempa

KIBLAT.NET, Kabul – Gerakan Taliban Afghanistan, Kamis (29/10), mengumumkan gencatan senjata di wilayah Afghanistan yang...

Jum'at, 30/10/2015 08:17 0

Suriah

Sejak Agresi Rusia, 35 Pekerja Medis dan Pasien Tewas di Suriah

KIBLAT.NET, Aleppo – Sebanyak 35 pekerja medis dan pasien tewas akibat serangkaian serangan udara yang...

Jum'at, 30/10/2015 07:30 0

Iran

Iran Vonis Mati Dai Ahlussunnah

KIBLAT.NET, Teheran – Pengadilan Iran kembali memvonis mati dai Ahlussunnah. Kali ini, dai Sunni yang...

Jum'at, 30/10/2015 07:00 0

Irak

Lagi, Milisi Sektarian Iraq Lakukan Pembantaian Sistematis

KIBLAT.NET, Diyala – Asosiasi Ulama Muslim Iraq kembali melaporkan kekejaman milisi Syiah terhadap umat Islam...

Jum'at, 30/10/2015 06:10 0

Artikel

Surat Bima Arya dan Batasan HAM

KIBLAT.NET – Kasus pelarangan kegiatan Asyura yang dikeluarkan Walikota Bogor Bima Arya telah menuai polemik berbagai pihak....

Kamis, 29/10/2015 11:52 0

Close