Pengamat: Insiden Salah Sebut Jokowi di Washington Post Bisa Jadi Disengaja

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat politik, Muslim Arbi menyatakan insiden “salah” caption foto di koran The Washington Post, yang menyebut Menhan Ryamizard Ryacudu sebagai Presiden Joko Widodo, bisa jadi merupakan faktor kesengajaan. Analisa itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (28/10).

“Jika koran sekelas The Washington Post saja salah menyebut Ryamizard Riyacudu sebagai Presiden RI, hal itu menjadi pertanda bahwa Jokowi memang tidak dikenal publik AS,” ungkap Muslim Arbi.

Kata Muslim, sudah beberapa negara seperti Korea Selatan, Saudi Arabia tidak mengetahui sosok Jokowi adalah Presiden RI. “Ini menandakan Jokowi hanya jago kandang, apa yang diutarakan, yakni menjalin kerja sama internasional, hanya omong kosong,” papar Muslim.

Di sisi lain, Muslim Arbi melihat salah caption foto itu bagian dari kesengajaan pihak-pihak di Amerika Serikat.

“Cara diplomasi Jokowi yang terlalu berkiblat ke Cina membuat media The Washington Post sengaja tidak mengenalkan Jokowi sebagai Presiden RI ke publik AS maupun dunia internasional,” papar Muslim.

Pada edisi Selasa (27/10) The Washington Post mengidentifikasi foto Menhan Ryamizard Ryacudu sebagai Presiden Jokowi. Di halaman A10, The Washington Post merilis berita soal kedatangan Presiden Jokowi ke AS yang dipercepat karena bencana asap di Indonesia.

Dalam foto, terlihat Menhan Ryamizard Ryacudu yang sedang melakukan hormat bendera di Pentagon pada Senin (27/10) di samping Menteri Pertahanan AS, Ashton B Carter. Namun, di caption foto pada berita itu disebutkan bahwa orang yang sedang melakukan hormat bendera adalah Presiden RI Jokowi.

BACA JUGA  Asal-usul Perpres Investasi Miras, Demi Kearifan Lokal Empat Provinsi

 

Sumber: Intelijen
Penulis: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat