Hakim Mahkamah Konstitusi: Surat Edaran Walikota Bogor Tujuannya Baik

KIBLAT.NET, Jakarta – Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar menyatakan bahwa surat edaran Walikota Bogor Bima Arya yang melarang acara Asyura yang dilakukan sekte Syiah memiliki tujuan yang baik.

“Kalau memang ada tujuan yang baik itu, berarti pak walikota punya pikiran sendiri untuk wilayahnya,” kata Patrialis Akbar di Jakarta, Rabu (29/10).

Sebagaimana diketahui, Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengeluarkan surat edaran yang melarang perayaan Asyura kaum Syiah 22 Oktober lalu. Surat tersebut dikeluarkan menyusul adanya rencana kelompok penganut faham Syiah yang akan menggelar ritual pada 10 Muharram.

Dalam surat tersebut Walikota Bogor menyatakan bahwa surat edaran itu dikeluarkan dengan tujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Surat bernomor 300/1321-Kesbangpol itu telah mempertimbangkan sikap MUI Kota Bogor terkait Syiah, dan surat pernyataan penolakan dari ormas Islam di Kota Bogor terhadap bentuk kegiatan keagamaan paham yang menurut MUI perlu diwaspadai itu. Sebelum surat diterbitkan juga digelar rapat Muspida setempat.

Patrialis Akbar enggan berkomentar terkait penyimpangan aliran Syiah. Menurutnya, yang berkompeten menjelaskan penyimpangan sekte yang pusat penyebarannya berada di Iran itu adalah para ulama.

“Karena Majelis Ulama Indonesia lebih tahu,” tandasnya.

 

Reporter : Imam S.
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat