... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Menanti Disahkannya Qanun Pendirian Rumah Ibadah di Aceh

KIBLAT.NET – Meski sudah ada dasar hukum yang mengatur pendirian rumah ibadah di Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Singkil, namun hingga kini belum ada Qanun yang khusus terkait pedoman pendirian rumah ibadah. Kabarnya, Rancangan Qanun itu sudah ada, tinggal disahkan saja.

“Karena itu, Qanun terkait itu harus dipercepat. Saat ini, rancangan Qanunnya sudah ada, bahkan sudah diprioritaskan tahun ini (2015) untuk disahkan oleg Gubernur dan DPRA,” kata tokoh Islam Aceh Singkil, Tgk Zainal Abidin Tumengger kepada JITU.

Lebih jauh Zainal berpendapat, seharusnya pembuatan Qanun ini tidak langsung diserahkan ke DPRA, melainkan harus melalui meja Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Sehingga Perda Syariat Islam ini bisa diketahui, apakah sudah sesuai dengan syariat Islam, atau malah bertentangan. Jika bertentangan dengan syariat Islam, MPU yang akan mengubahnya.

“Setelah MPU, baru kemudian diserahkan ke DPRA,” tukasnya.

Meski sama-sama mengatur pendirian rumah ibadah, SKB 2 Menteri dan Pergub Aceh tetap berbeda dengan Qanun.

Menurut Zainal, jika Pergub No 25 Tahun 2007 mensyaratkan, daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadah paling sedikit 150 dan 120 dukungan masyarakat, sedangkan SKB 2 Menteri sebanyak 90 KTP pengguna rumah ibadah serta dukungan masyarakat 60 orang, maka Qanun lebih berat lagi, yakni 250 orang pengguna rumah ibadah.

Zainal menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil yang tidak sepenuhnya menerapkan aturan Syariat Islam.

BACA JUGA  Pemerintah Sensor Ketat Postingan Corona, Netizen China Semakin Kreatif Ciptakan Kosakata Baru

Terkait miras atau jilbab, misalnya, Pemkab jarang melakukan  razia. Sebagai contoh, pelaksanaan hukuman cambuk (terjadi dua kali) dilakukan hanya karena anggaran yang mendukung itu begitu besar, sekitar Rp. 75-150 juta.

“Harusnya Singkil lebih kental pelaksanaan syariat Islamnya. Selama ini, hanya gongnya saja yang besar,” kata Zainal.

Zainkal menilai, Pemerintah Aceh belum sepenuhnya menerapkan syariat Islam kepada masyarakat. Padahal pemerintah Aceh telah memiliki wewenang untuk menjalankan itu.

“Otonomi Khusus yang diberikan kepada Aceh, hendaknya bukan karena tergiur oleh anggaran besar yang diberikan oleh pemerintah pusat, tapi pelaksanaan syariatnya pun harus dijalankan,” kata Zainal.

Terkait dengan rencana kehadiran Menteri Agama ke Aceh Singkil, Zainal tidak mau terlalu berharap. Keberadaan Kemenag di Aceh sendiri, terkesan tumpang tindih. Mengingat, sudah ada Dinas Syariat Islam.

“Kemenag itu warisan dari RI. Karena itu Kemenag harus melebur pada Dinas Syariat Islam. Selain itu, Aceh yang memiliki kekhususan, sebaiknya tidak perlu ada Bimas lain, selain Bimas Islam,” ungkap Zainal.

Pendeta Dinilai Memprovokasi

Dalam kasus Aceh Singkil, umat Islam dikesankan sebagai pemicu intoleran. Padahal selama ini, belum ada langkah nyata dari pendeta untuk memberi pemahaman kepada jemaatnya terkait aturan pendirian rumah ibadah.

“Selama ini hanya kiai dan pimpinan ormas Islam yang disuruh untuk menjelaskan kepada umat Kristiani soal pelanggaran aturan hukum terkait pendirian rumah ibadah yang tak disertai izinnya. Apakah pimpinan gereja sudah menjelaskan kepada jemaatnya?” ungkap Azwar, salah seorang warga muslim Lipat Kajang, Aceh Singkil.

BACA JUGA  Peran Alim Ulama di Tengah Wabah Corona

Azwar khawatir, jika tidak diberi pencerahan soal aturan yang mereka langgar, maka jangan-jangan pemimpin gereja atau jemaat tersebut yang menjadi provokator, untuk memanas-manasi jemaatnya, sehingga rela mati mempertahankan gereja.

“Bahkan, jangan-jangan pendeta mereka itu sendiri yang menginstruksi jemaatnya untuk melakukan penembakan kepada umat Islam. Jika sang pendeta terbukti melakukan provokasi, seharusnya ditangkap.”

Selama ini, lanjut Azwar, tidak ada gangguan disharmoni antara umat Islam dengan umat Kristen. Yang bermasalah justru adalah Panitia Pembangunan Gereja plus pendetanya yang memprovokasi jemaatnya untuk mempertahakan gereja. Untungnya, di Aceh Singkil, kata Azwar, ada hubungan atau ikatan marga.

“Misalnya di Islam maupun Kristen, ada yang bermarga Bancin, Manic, maupun Tumengger, sehingga tak ada gesekan kedua umat beragama tersebut,” ungkap Azwar.(Desastian/JITU)

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Syiah Bukan Sekte Kecil, Mereka Punya Jaringan Internasional

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Dr. Abdul...

Ahad, 25/10/2015 16:08 0

Turki

Nelayan Turki Selamatkan Balita Suriah di Laut Aegea

KIBLAT.NET, Turki – Tragedi pengungsi Suriah berulang mengundang kesedihan. Sebagian berita termuat di beberapa situs,...

Ahad, 25/10/2015 14:30 0

Indonesia

Aliansi Nasional Anti Syiah DKI Jakarta Resmi Dideklarasikan

KIBLAT.NET, Jakarta – Dihadiri ribuan jamaah, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) cabang DKI Jakarta resmi...

Ahad, 25/10/2015 14:26 1

Suriah

Iran Tambah Jumlah Pasukan Di Suriah

KIBLAT.NET, Teheran – Tewasnya sejumlah perwira militer rupanya tak menyurutkan langkah Iran dalam mendukung rezim...

Ahad, 25/10/2015 13:24 0

Rohah

Belajar dari Tawakalnya Semut

KIBLAT.NET – Tubuhnya kecil dan imut. Manusia kadangkala tak terlalu memperhatikannya, kecuali ketika ia telah...

Ahad, 25/10/2015 13:00 0

Indonesia

Munarman Serukan Persatuan Aswaja untuk Hadapi Syiah

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur An-Nashr Insitute, Munarman menyerukan persatuan di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah...

Ahad, 25/10/2015 12:00 0

Indonesia

FUI: Negeri Ahlus Sunnah Tidak Boleh Disyiahkan

KIBLAT.NET, Jakarta – Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di Jakarta....

Ahad, 25/10/2015 11:30 0

Yaman

Pasukan Perbatasan Saudi Tangkap Ratusan Pemberontak Syiah Hautsi

KIBLAT.NET, Asir – Komandan penjaga wilayah perbatasan dengan Yaman mengatakan bahwa pasukan Arab Saudi berhasil...

Ahad, 25/10/2015 11:01 0

Indonesia

Kemenag Aceh Singkil: Jika Tidak Diurus Perizinannya akan Ada Eksekusi Jilid II

KIBLAT.NET, Singkil – Berdasarkan kesepakatan bersama antara umat Islam dan umat Kristiani, terdapat 10 gereja...

Ahad, 25/10/2015 08:05 0

Info Event

Ikutilah! Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Al-Hidayah Cibitung

KIBLAT.NET – Kemarau panjang melanda berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di kabupaten bekasi sumur-sumur sudah...

Ahad, 25/10/2015 00:55 0

Close