Aktivis Yaman Alami Siksaan Keji di Penjara Hautsi

KIBLAT.NET, Yaman – Para aktivis Yaman mengungkapkan bahwa pemberontak Hautsi yang dibantu tentara Hizbullah Lebanon melakukan seburuk-buruk penyiksaan terhadap para tahanan dalam penjara Hautsi di Yaman. Metode siksaan yang dialami para tahanan berupa tekanan psikologis dan fisik.

Sebagaimana dikutip dari Almashhad-alyemeni, Kamis (22/10), salah satu aktivis di Sana’a yang pernah mendekam di penjara Hautsi selama satu bulan mengatakan dirinya mengalami pukulan brutal, tamparan, serta tidak diberi makan minum dan tidak boleh tidur.

Dalam sebuah pernyataan kepada media Arab Al-Watan ia menceritakan bagaimana dirinya bisa sampai ke penjara Hautsi, “Pada dini hari orang-orang bersenjata menyerbu rumahku, mereka memukulku di depan anak-anak dan istriku. Kurang ajarnya, ketika istriku ingin menghalangi tindakan mereka, ia didorong istriku dan dilemparkan ke tanah, setelah itu mereka mengucapkan kata-kata kotor kepadanya.”

Dia menambahkan, “Para penyerang menutup mataku dengan kain, jadi aku tidak tahu arah tujuan mereka. Mereka menempatkanku di salah satu bangunan yang tampaknya telah digunakan sebagai gudang, dan mendorongku sampai tersungkur, serta meninggalkan saya dalam keadaan diborgol dengan dua orang yang mengawasi sepanjang hari. Selanjutnya, aku dibawa ke kantor dan diinterogasi tentang keterlibatan dalam demontrasi di Sana’a. Wajahku ditampar berulang kali karena menyangkal tuduhan tersebut.”

“Situasi ini berlangsung selama beberapa hari, mereka memukuliku dua hingga tiga kali dalam sehari. Dan mereka memintaku untuk berdiri selama berjam-jam, sampai aku tidak kuat dan terkapar di tanah. Kemudian aku mulai mengalami fase lain penyiksaan, mereka menaruh seterika panas di punggung dan kakiku. Begitu juga punggung dan perutku, dijadikan asbak untuk mematikan puntung rokok mereka. Serta mereka menghalangi kami makan dan minum untuk waktu yang lama sekalipun binasa,” ungkapnya.

Penyiksaan yang dialaminya memang keras tapi tergolong sederhana dibanding para tahanan lainnya. Ia mengatakan, “Aku mendengar penderitaan mereka di dalam penjara. Mereka disetrum dengan tongkat listrik dan dituangkan air mendidih pada daerah sensitif, serta mereka dilarang tidur selama beberapa hari berturut-turut.”

“Sebelum aku dibebaskan, aku mengetahui bahwa orang yang bertanggung jawab atas penyiksaan tersebut bernama Nasser Al-Mahdi. Ia juga dijuluki “Abu Hussein”, seorang yang kejam dan tanpa ampun. Ia seringkali mudah untuk menyiksa para tahanan tanpa sebab yang jelas.” pungkasnya.

Sumber: Almashhad-alyemeni

Penulis: Hafidz Syarif

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat