MUI Sebut Pernyataan Luhut Soal Tolikara Terburu-buru dan Tak Sesuai Fakta

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan pernyataan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan Kasus Tolikara sudah selesai merupakan pernyataan prematur.

Dalam wawancara di majalah Tempo Edisi 19-25 Oktober 2015 halaman 102, Luhut menyatakan “Seperti kasus kerusuhan di Tolikara, Papua, itu sudah selesai.”

Dalam konferensi pers pada Kamis, (22/10), Ketua MUI Bidang Kerukunan Antarumat Beragama, Yusnar Yusuf menegaskan pernyataan tersebut terburu-buru, tidak sesuai dengan fakta, tidak benar dan diskriminatif.

“Penegakan hukum terhadap pelaku dan aktor intelektual Tragedi Tolikara sampai saat ini belum dilaksanakan secara optimal dan memenuhi rasa keadilan serta harapan masyarakat, terutama warga Muslim Tolikara,” ujar Yusnar dalam pers rilisnya di Gedung MUI Pusat Jl. Proklamasi No 51 Jakarta Pusat.

Menurutnya, saat ini hanya terdapat dua orang dari pelaku teror jemaah Kristen dari organisasi GIdI yang dijadikan tersangka, itupun kini dalam status tahanan kota.

“Sampai saat ini tidak ada penambahan tersangka padahal jemaat GIdI yang menyerang jemaah shalat Idul Fitri dan membakar masjid, kios dan rumah penduduk yang berjumlah ratusan orang,” tambah Yusnar

Demikian pula, tidak ada satupun aktor intelektual yang ditangkap oleh pihak kepolisian.

Dijelaskannya, rentang waktu sudah lebih dari 100 hari namun penegakan hukum oleh pihak kepolisian Tolikara dan Polda Papua terhadap Tragedi Tolikara sangat lambat dan kurang transparan serta sangat mengecewakan umat Islam Indonesia.

BACA JUGA  Lawan Tuduhan Radikal, MHH Muhammadiyah Advokasi Din Syamsudin

 

Reporter: Dio Andrean
Editor: Fajar Shadiq

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat