... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bupati Singkil: Demi Kedamaian Aceh, Jangan Bangun Gereja Sembarangan

Foto: Bupati Aceh Singkil, Syafriadi

KIBLAT.NET, Singkil – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa (20/10) kembali mengeksekusi dua rumah ibadah ilegal di Aceh Singkil. Dua undung-undung dari Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (BKPPD) di Kampung Kuta Tinggi dan di Kampung Tuh Tuhan, Kecamatan Simpang Kanan dirobohkan oleh Satpol PP.

Sehari sebelumnya, Pemkab Aceh Singkil sudah merobohkan tiga undung-undung di Kampong Siompin Kecamatan Suro dan di Kampong Mandumpang Kecamatan Suro. Dari 10 rumah ibadah ilegal yang akan dieksekusi, sudah lima yang telah dirobohkan.

Sejak pukul 09.00 WIB, aparat kepolisian bersenjata disertai barakuda membantu mengamankan jalannya eksekusi kedua gereja tersebut. Hadir Kapolres Singkil, Camat setempat, dan masyarakat sekitar di lokasi pembongkaran. Dikatakan Kapolda Aceh Irjen (Pol) Husein Hamidi, ada 1.300 anggota TNI dan Polri yang dikerahkan selama eksekusi gereja liar di Kabupaten Aceh Singkil.

Pantauan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di lapangan, undung-undung di Kampung Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan, terbilang besar dibanding undung-undung lainnya. Dindingnya terbuat dari batu bata, beratapkan seng, namun belum selesai pembangunannya.

Puluhan Satpol Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Singkil agak kesulitan merobohkan undung-undung tersebut. Setelah berkali-kali ditarik oleh mobil dengan menggunakan tambang berukuran besar, akhirnya undung-undung itu rata dengan tanah.

Usai merobohkan undung-undung di Kampung Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan, Satpol PP beserta TNI dan aparat kepolisan bergerak menuju Kampung Tuh Tuhan, Kecamatan Simpang Kanan, sebuah kampung yang mayoritas dihuni umat Kristiani.

BACA JUGA  Romo Syafii: Darurat Sipil Bentuk Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Rakyat

Sebelum dilakukan eksekusi, para wanita dan kaum bapak sedang melakukan kebaktian – menurut istilah mereka persekutuan doa -di dalam undung-undung yang terbuat dari kayu, dan dikelilingi kebun kelapa sawit.

Jemaat yang sedang beribadah itu terlihat air matanya berkaca-kaca. Di antara jemaat yang sebagian besar kaum ibu mengaku sedih, bahwa hari ini adalah hari terakhir, tempat rumah ibadah mereka dirobohkan pihak Pemkab Aceh Singkil.

Bersamaan dengan dieksekusinya undung-undung tersebut, di Kantor Polres Aceh Singkil digelar jumpa pers, hadir diantaranya: Bupati Aceh Singkil Safriyadi, Pangdam Iskandar Muda Mayjen (TNI) Agus Kriswanto, dan Kapolda Aceh Irjen (Pol) Husein Hamidi.

Bupati Aceh Singkil kepada wartawan mengatakan, rumah ibadah tak berizin yang akan dieksekusi tetap berjumlah 10. Bagi jemaat yang rumah ibadahnya sudah dibongkar, tetap bisa beribadah di wilayah yang terdekat. Bagi umat Kristiani yang mendirikan rumah ibadah, kata Bupati, sebaiknya diurus dulu perizinannya.

Jangan dibangun dulu baru mengurus perizinannya. “Jadi tidak boleh melakukan pembangunan sembarangan, demi kedamaian di Aceh Singkil,” ujar Safriyadi.

Ketika ditanya wartawan, kenapa eksekusi rumah ibadah tak berizin dilakukan secara bertahap? Bupati memastikan dalam dua-tiga hari proses eksekusi diharapkan bisa selesai. Paling lambat tanggal 23 Oktober ini tuntas pembongkarannya, seperti yang telah disepakati bersama.

 

Reporter: Desastian/JITU
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

8 comments on “Bupati Singkil: Demi Kedamaian Aceh, Jangan Bangun Gereja Sembarangan”

  1. Sukat

    Bangunan sebagai sarana beibadah kepada Tuhan saja begitu sulitnya mendapat ijin ya. Apa yang membuat anda-anda resah dengan tempat ibadah yang anda sebut liar dan tak berijin, apa yang mengganggu anda. Bukankah yang beribadah disitu saudara-saudara kamu juga, terutama bagi saudara-saudara suku Pak-pak dan suku lainnya, kejam sekali jika perbedaan keyakinan membuat persaudaraan putus. Dimana praktek kebaikan yang kamu dengung-dengungkan tiap hari lewat ibadahmu. Bapak Bupati yang bermarga Manik, apakah tindakan bapak sudah bijak seperti itu…….

  2. Josprima Sihombing

    terserah klian lha mau lakuin apa,,
    kami hanya bisa mengatakan : “semiga kasih karunia Tuhan masih ada untuk menyertai kita semua termasuk kalian juga “,,,

    Biar lah Tuhan yang menjawab semuanya.

  3. Firman Nur

    Semogah tsunami ke 2 segera menerjang aceh

  4. Hei Sukat.. kalau kau tak suka tinggal di Aceh pindah saja kau ke Papua.. Di sana umat Islam juga susah bangun masjid. Tiap hari minggu kami tak boleh beraktivitas.. Kalean dikasih ati minta jantung,,

  5. Dono

    Mohon jangan bikin ribut-ribut di wilayah kami. Kalian orang nasrani tak pernah menghargai penduduk asli Aceh. Suka mabuk sembarangan, main perempuan, bikin rusak gampong saja.

  6. Fegel

    Demi kedamaian Papua, jangan bangun masjid sembarangan.

  7. endang pujiati

    kita kan juga punya aturan/perundang2an…buat apa di buat undang2 kalau tidak mau diatur.membuat bangunan sendiri aja harus ada IMB apalagi rumah ibadah.kan sudah jelas ada aturannya…bukan masalah karena Bupati/aparat setempat beragama islam atau lainnya.tapi ketika melanggar,memang harus ditindak.mari bijak melihat masalah yg ada…bukan karena anda beragama apa,dia beragama apa.ketika itu memang salah/tidak sesuai aturan maka tetap harus ditindak…jangan sampe pendeta/ustadz berbuat salah diperbolehkan dg alasan krn panutan agama.agama dijadikan pembelaan terhadap kesalahan…

  8. Benny

    klo kita memamng Indonesia,klo memang kita Bhineka tunggal ika knp tidak smua tempay ibadah di cek smua perijinannya.klo pun tidak ada/kurang beri himbauan utk melengkapinya. klo tempat ibadah itu lokasi berda di lingkungan yg mayoritas knp harus di hambat perijinannya. misalkan di suatu desa mayoritas islam/nasrani kenpa d larang? apa memang Indonesiaku ini sangat mudah terpancing isu?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Faksi-Faksi di Provinsi Homs Bentuk Koordinasi Militer Bersatu

KIBLAT.NET, Homs – Faksi terbesar pejuang Suriah di provinsi Homs, Suriah Tengah, Selasa (20/10), mengumumkan...

Rabu, 21/10/2015 09:09 0

Tarbiyah Jihadiyah

Jangan Lupa, Jihad Masih Butuh Harta Benda

KIBLAT.NET – Lintasan sejarah telah membuktikan bahwa Islam mencapai masa keemasan di zamannya. Puncak kejayaan...

Selasa, 20/10/2015 23:00 0

Prancis

Perancis Dorong Tim Pengawas Internasional Dikerahkan ke Masjid Al-Aqsa

KIBLAT.NET, Paris – Harian Le Figaro melaporkan sejumlah diplomat Perancis telah menegaskan bahwa Perancis saat ini sedang mendesak...

Selasa, 20/10/2015 18:01 0

Amerika

Remaja SMA di AS Mengaku Bobol Email Pribadi Direktur CIA

KIBLAT.NET, Amerika – Seorang remaja di Amerika Serikat mengatakan telah membobol email pribadi Direktur CIA,...

Selasa, 20/10/2015 12:10 0

Suriah

Komandan Nurudin Zanki Gugur di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Komandan di faksi Nurudin Zanki, Ismail Nassif, Senin (19/10), gugur dalam pertempuran...

Selasa, 20/10/2015 11:28 0

Yaman

Gubernur Marib: Komandan Iran Ikut Bantai Warga Yaman

KIBLT.NET, Marib – Gubernur Provinsi Marib Yaman Tengah, Sulthan Al-‘Aradah, Senin (19/10), mengungkapkan bahwa sejumlah...

Selasa, 20/10/2015 10:35 0

Inggris

Cameron Luncurkan Program Strategi Kontra-Ekstrimisme Baru

KIBLAT.NET, London – Inggris pada Senin (19/10) mengumumkan program baru untuk memerangi radikalisasi di kalangan...

Selasa, 20/10/2015 10:30 0

Lebanon

Serangan Roket Militer Lebanon Bunuh 8 Orang di Perbatasan Suriah

KIBLAT.NET, Arsal – Delapan orang tewas dan sejumlah besar orang terluka pada hari Senin (19/10)...

Selasa, 20/10/2015 10:00 0

Suriah

Puluhan Ribu Warga Suriah Mengungsi Pasca Serangan Rezim di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Sekitar tujuh puluh ribu orang warga Suriah mengungsi setelah pasukan rezim menyerang...

Selasa, 20/10/2015 09:45 0

Afghanistan

AS Akui Pesawat Tempur F-16 Miliknya Terkena Tembakan Taliban

KIBLAT.NET, Paktia – Sebuah pesawat F-16 milik AS terkena tembakan Taliban di Afghanistan timur, demikian...

Selasa, 20/10/2015 09:42 0

Close