... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat Militer: Program Bela Negara Tidak Boleh Salah Kaprah

Foto: TNI AD (ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat militer dari Institute for Defense and Peace Studies (IDPS), Mufti Makarim menilai program bela negara dengan pelatihan ala militerisme 80 persen lebih bertujuan untuk mendoktrin warga negara agar siap bertempur menghadapi berbagai ancaman negara. Ia khawatir, pelatihan tersebut justru mengubah cara pandang warga negara.

“Bela negara memiliki konsep sangat luas. Kritik korupsi, kritik terhadap penyalahgunaan wewenang juga disebut bela negara. Jangan-jangan orang yang kritik pemerintah nantinya malah dianggap melawan negara,” katanya dalam rilis yang diterima kiblat.net, pada Sabtu (17/10).

Menurut Mufti, bela negara seharusnya lebih ditekankan untuk meningkatkan kedisiplinan, etos, dan pembentukan karakter.

“Adapun salah satu cara terbaik melakukan program tersebut ialah melalui jalur pendidikan,” ujarnya.

Lanjut Mufti, rencana pemerintah mewujudkan program bela negara dengan merekrut 100 juta kader masih membutuhkan banyak pembenahan.

“Target 100 juta kader dengan pelatihan bergaya militerisme tanpa tujuan yang jelas, bisa jadi hanya sebuah program seremonial yang diusulkan kementerian,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah baru-baru ini menggulirkan wacana program bela negara. Sebagaimana usulan Kementerian Pertahanan, peserta pelatihan tersebut akan mengikuti pembinaan di dalam asrama selama 30 hari dengan 80 persen latihan militer.
Reporter: Bilal

Editor : Royhan


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Sepanjang Oktober Zionis Yahudi Telah Bunuh 42 Warga Palestina

KIBLAT.NET, Yerusalem – Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa sejak awal Oktober pasukan Israel telah membunuh 42...

Ahad, 18/10/2015 10:25 0

Rusia

Warga Rusia Gelar Aksi Protes Tolak Intervensi Militer di Suriah

KIBLAT.NET, Moskow – Ratusan warga Rusia menggelar aksi unjuk rasa di ibukota Moskow, Sabtu (19/10)....

Ahad, 18/10/2015 08:52 0

Info Event

Hadirilah! Tabligh Akbar “Jangan Berdusta Atas Nama Nabi” Bersama Ustad Anung Al- Hamat

KIBLAT.NET – Hadirilah! Tabligh Akbar “Jangan Berdusta Atas Nama Nabi” Bersama Ustad Anung Al- Hamat...

Ahad, 18/10/2015 03:12 0

Artikel

Konflik Aceh Singkil: Bara Itu Sudah Ada Sejak Tahun 1979

KIBLAT.NET, Singkil – Berdasarkan laporan yang diperoleh Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dari Forum Umat Islam...

Ahad, 18/10/2015 00:21 0

Suriah

Sanafi Al-Nasr Gugur dalam Serangan AS di Aleppo

KIBLAT.NET, Aleppo – Organisasi Al-Qaidah kembali kehilangan komandan mujahidin senior di Suriah. Adalah Abdul Muhsin...

Sabtu, 17/10/2015 10:51 0

Prancis

Hollande: Intervensi Rusia Tidak Bisa Selamatkan Assad

KIBLAT.NET, Brussel – Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan bahwa intervensi militer Rusia di Suriah tidak...

Sabtu, 17/10/2015 10:30 0

Profil

Sanafi Al-Nasr, Ikon Jihad yang Lebih Dikenal Oleh Musuh Ketimbang Mujahidin

KIBLAT.NET – Sekitar satu tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Maret 2014, terjadi pertempuran besar...

Sabtu, 17/10/2015 09:24 0

Suriah

Al-Jazeera: Jet Rusia Tewaskan 100 Orang di Pedesaan Homs

KIBLAT.NET, Homs – Sebanyak 100 orang tewas di pedesaan Homs Utara akibat serangan udara jet...

Sabtu, 17/10/2015 09:01 0

Suriah

Putin Sebut 7.000 Mujahidin Negara Pecahan Uni Soviet Bergabung ISIS

KIBLAT.NET, Astana – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ada 7.000 mujahidin dari negera-negara pecahan Uni Soviet...

Sabtu, 17/10/2015 06:44 0

Amerika

Hingga 2017, Militer AS Tetap “Keukeuh” di Afghanistan

KIBLAT.NET, Amerika Serikat – Presiden AS, Barrack Obama pada Kamis (15/10) mengumumkan akan menghentikan rencana...

Sabtu, 17/10/2015 06:04 0

Close