... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Apa Benar Suriah Berpaling Ke Rusia Karena Tak Percaya Iran Lagi?

KIBLAT.NET – Sudah sejak lama Iran mengirim milisi tempur dan bantuan logistik untuk mendukung diktator Bashar Assad dalam memerangi rakyat Suriah. Namun sekarang, Teheran mulai disibukkan dengan upaya membangun negara di dalam negara. Inilah alasan mengapa saat ini Bashar Assad menginginkan bantuan dari Rusia.

Ketakutan terhadap musuh-musuhnya merupakan awal mula alasan Bashar Assad meminta bantuan kepada Moskow. “Namun tak lama setelah itu, muncul kekhawatiran terhadap temannya,” kata seorang pejabat Rusia yang sudah cukup lama bekerja di kantor kedutaan di Damaskus.

‘Teman’ yang ia maksud tak lain adalah Iran yang selama ini merupakan pelindung terpenting rezim Assad di Suriah.

“Assad dan orang-orang di sekitarnya takut sama orang-orang Iran,” kata pejabat Rusia tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan, kemarahan mereka atas arogansi orang-orang Iran yang selama ini memperlakukan Suriah seolah seperti negara koloninya juga menjadi bagian penyebab kemarahan tersebut.

Meskipun, sebab utamanya adalah kecurigaan rezim Suriah atas motif Iran di saat posisi kekuasaan Assad saat ini barangkali berada dalam ketidakpastian. “Maka dari itulah Suriah menginginkan kami terjun membantu negaranya,” kata pejabat Rusia itu.

Apa yang disampaikan oleh diplomat Rusia dengan syarat anonimitas tersebut pada awalnya cukup mengagetkan. Karena tanpa bantuan elemen-elemen Syiah dari Iran, Afghanistan, Pakistan, Iraq, dan Lebanon yang perekrutan dan pengiriman milisi-milisinya diorganisir oleh pasukan Garda Revolusi Iran, kemungkinan kekuasaan rezim Assad sudah lama tumbang.

Tapi setidaknya komentar pejabat Rusia itu akan membuat hal itu semakin jelas dan dikuatkan oleh sejumlah detil gambaran kisah di belakang layar upaya rezim Assad dalam mempertahankan kekuasaannya. Hal itu akan memberikan gambaran terbaru tentang ketakutan rezim Assad, serta prospek negara itu secara keseluruhan.

Operasi Rahasia Garda Revolusi Iran
Garda Revolusi Iran sudah lama merencanakan dan melaksanakan sejumlah misi dan operasi paling penting rezim Suriah. Merekalah yang bertanggung jawab di balik serangan sporadis di Aleppo di Suriah bagian utara dan di Daraa di selatan sejak tahun 2013.

BACA JUGA  Jokowi Kritisi Kebijakan Impor Pacul

Garda Revolusi merupakan salah satu kelompok yang intensif terus terlibat dalam melanjutkan ‘Revolusi Islam’ ala Iran yang dalam kacamata mereka berarti kemenangan Syiah atas Sunni. Mereka seperti negara di dalam negara, termasuk memiliki sejumlah perusahaan profit, dan bertanggung jawab langsung di bawah pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei. Bahkan, Presiden Hassan Rohani tidak punya wewenang apapun terhadap Garda Revolusi.

Tujuan mereka sangat ambisius dan bukan sekedar menjaga status quo di Suriah. Di awal tahun 2013, Hojjatoleslam Mehdi Taeb, salah satu perencana di balik keterlibatan Iran di Suriah mengatakan, “Suriah adalah propinsi ke-35 Iran dan negara ini sangat strategis bagi kami”.

Selama beberapa dekade, aliansi antara Assad dan Iran dianggap menguntungkan terutama dalam menentang Saddam Hussein di Iraq yang cukup lama berkuasa di wilayah tersebut. Namun hari ini, posisi Assad sangat bergantung pada Iran untuk dapat mempertahankan kekuasaanya, dan Iran mengambil keuntungan dari situasi seperti itu.

Dengan menggunakan berbagai macam jalur baik sipil maupun militer, Teheran saat ini sedang dalam proses membangun dirinya sendiri di Suriah. Jalur militer digunakan untuk memperkuat dominasi milisi Syiah Hizbullah di wilayah dekat dengan perbatasan Lebanon.

Untuk memuluskan tujuan ini, pasukan Pertahanan Nasional Suriah telah dibentuk, yaitu unit pasukan tersendiri di samping tentara reguler Suriah. Unit tersebut menampung puluhan ribu pejuang yang telah dilatih di Iran. Kemudian, unit Pasukan Pertahanan Nasional ini mulai pecah menjadi beberapa milisi mafia lokal yang karena itulah dengan cepat menyebabkan hilangnya kontrol negara atas banyak wilayah di sana.

Perubahan di Jalur Sipil
Namun demikian, terutama melalui jalur dan sektor sipil terjadi sejumlah perubahan signifikan dan hingga saat ini masih terus berlangsung. Di Damaskus, Latakia, dan Jablah, sedang dibuka pusat-pusat pengajaran ‘Husseiniyah’ yang jumlahnya terus meningkat.

Pusat-pusat pengajaran tersebut bertujuan untuk mengubah pemahaman agama warga Sunni supaya menjadi Syiah, dan bahkan juga kaum Alawiyyin yang merupakan sekte asal Bashar Assad, dalam rangka ‘mengoreksi’ pemahaman Syiah mereka melalui khutbah-khutbah dan pemberian tunjangan. Dan selama ini pemerintah telah membuat ketetapan sejak setahun yang lalu bahwa sekolah-sekolah agama yang dikelola oleh negara harus mengajarkan materi-materi Syiah.

BACA JUGA  Menag Fachrul Razi, Jerami Terakhir di Punggung Jokowi?

Semua hal tersebut menyebabkan kekhawatiran di kalangan sekte Alawiyyin yang mulai menyuarakan ketidaksukaan mereka. Para warga Alawiyyin sendiri mengungkapkan keluhan mereka melalui laman facebook Jableh News dengan ungkapan, “Mereka menyebabkan kami mundur seribu tahun. Kami bahkan tidak mengenakan jilbab, dan kami bukan lagi orang Syiah”.

Ada juga banyak warga yang menggerutu tidak puas pada saat sebuah masjid Syiah dibuka di Latakia dan seorang imam mengumumkan, “Kami tidak butuh kalian. Yang kami butuhkan adalah anak-anak dan cucu-cucu kalian.”

Di samping itu, sejumlah utusan Iran baik secara langsung maupun melalui orang lain (penghubung) telah mulai membeli lahan-lahan dan sejumlah bangunan/gedung di Damaskus, termasuk hampir seluruh lahan bekas pemukiman Yahudi. Di situlah mereka mulai menempatkan para penganut Syiah dari berbagai negara.

Rusia Bukan Iran Yang Suka Campur Tangan
Talib Ibrahim, seorang jurnalis Suriah yang berlatar belakang komunitas Alawiyyin dan telah menetap di Belanda selama bertahun-tahun membuat tulisan sebagai berikut, “Assad menginginkan orang-orang Iran sebagai pejuang, tetapi secara ideologis mereka malah terlalu jauh mencampuri urusan dalam negeri Suriah. Sementara Rusia tidak melakukan hal itu.”

Karena itulah saat ini Assad memutuskan untuk menggantungkan nasibnya di tangan Rusia yang secara paham keagamaan Rusia dianggap tidak ikut campur tangan.

Sejak seminggu lalu, Rusia telah mulai mengerahkan jet-jet tempur dan pasukan di pangkalan militer mereka di bagian utara Suriah di Latakia dan telah memulai serangan udara. Perang melawan kelompok Negara Islam (ISIS) dijadikan dalih operasi militer tersebut, namun serangan udara pertama Rusia itu sama sekali tidak menargetkan posisi-posisi pejuang jihadis Islam, sebaliknya mereka malah menyerang target oposisi lain termasuk kelompok oposisi dukungan koalisi pimpinan Amerika.

 

Sumber: Der Spiegel
Penulis: Yasin Muslim

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ormas Islam Tuntut Kapolda Jateng Batalkan Acara Syiah di Semarang

KIBLAT.NET, Surakarta – Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan DSKS Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS)...

Selasa, 13/10/2015 17:42 0

Indonesia

GP Ansor Gerebek Pabrik Sandal Berlafalkan Allah di Gresik

KIBLAT.NET, Gresik – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik siang ini, (13/10) menggerebek PT Pradipta Perkasa...

Selasa, 13/10/2015 17:16 0

Suriah

Jaulani Seru Mujahidin Bombardir Basis Kampung Nushairi

KIBLAT.NET, Idlib – Abu Muhammad Al-Jaulani, pemimpin utama Jabhah Nusrah, menyeru mujahidin Suriah menggencarkan serangan...

Selasa, 13/10/2015 17:00 0

Indonesia

PPIH Saudi Identifikasi 3 Jenazah Lagi, Total Korban dari Indonesia 126 Orang

KIBLAT.NET, Mekkah – Sampai dengan hari ke-19 sejak peristiwa Mina yang terjadi pada Kamis (24/09)...

Selasa, 13/10/2015 16:01 0

Indonesia

Invasi Rusia, KBRI Damaskus Pulangkan 33 TKI dari Suriah ke Tanah Air

KIBLAT.NET, Jakarta – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus telah memulangkan 33 tenaga kerja...

Selasa, 13/10/2015 15:30 0

Eropa

Disangka Anggota ISIS, Klub Pria Berjenggot Digerebek Polisi

KIBLAT.NET, Stockholm – Sekelompok pria berjenggot yang tergabung dalam sebuah klub bernama ‘Bearded Villains’ dikira...

Selasa, 13/10/2015 15:08 0

Indonesia

Dialog Dengan Gubernur Papua, 350 OPM Serahkan Surat Aspirasi

KIBLAT.NET, Jayapura – Gubernur Papua Lukas Enembe berdialog dengan kelompok TPN/OPM saat menghadiri undangan perayaan...

Selasa, 13/10/2015 14:53 0

Suriah

Jabhah Nusrah Siapkan Hadiah Bagi Pembunuh Assad dan Nasrallah

KIBLAT.NET, Idlib – Pemimpin Jabhah Nusrah, Abu Muhammad Al-Jaulani, menjanjikan hadiah uang bagi siapa saja...

Selasa, 13/10/2015 13:27 0

Afghanistan

Al-Jazeera: Pasukan Pemerintah Rebut Kembali Kunduz

KIBLAT.NET, Kabul – Kantor berita Al-Jazeera melaporkan, Senin (12/10), dari wartawannya di Afghanistan bahwa pasukan...

Selasa, 13/10/2015 10:55 0

Arab Saudi

Raja Salman Peringatkan Pihak yang Eksploitasi Insiden Mina

KIBLAT.NET, Riyadh – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, menegaskan bahwa negaranya tidak akan...

Selasa, 13/10/2015 10:14 0

Close