... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Suriah yang Sendirian

Foto: Anak Suriah di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat bom alat tempur rezim/Ilustrasi

Ya Allah Malna Ghairaka Ya Allah, Ya Allah Ajjil Nashrak Ya Allah

Saya memanggilnya Abu Hasan. Lelaki paruh baya yang ditugasi melayani saya dan kawan-kawan dokter dari Indonesia selama hampir sebulan di pinggiran Lattakia, Suriah, 2012 silam. Tugasnya menyiapkan masakan, memastikan midfa (penghangat ruangan) tidak kehabisan minyak, dan menemani kami sepanjang hari.

Saya tidak ingin bercerita tentang bagaimana ketulusannya melayani kami, karena itu akan membuat saya malu—kami datang jauh-jauh dari Indonesia untuk melayani, tapi kok di sini malah dilayani. Cerita itu juga  hanya akan membuat “sakit hati” oleh sebab kebaikan ahlu Syam yang tidak pernah bisa saya lunasi. Tapi malam ini tetiba saya teringat slogan (Anda boleh menyebutnya lagu) yang sering didengungkan Abu Hasan di hadapan kami.

Di waktu senggang, kami sering ngobrol dan bercengkerama. Kadang ia mengajari kami bahasa amiyah yang banyak digunakan penduduk. Atau teka-teki bermuatan Islam. Dan yang termasuk sering ia dengungkan adalah lirik di atas.  Ya Allah Malna Ghairaka ya Allah…. Ya Allah Ajjil Nashrak ya Allah.

Jujur, saya kesulitan mencari arti yang pas dari lirik Malna Ghairaka. Tapi kalau mau diartikan secara harfiyah, begini: “Ya Allah kami tidak memiliki siapapun lagi selain Engkau ya Allah. Ya Allah segerakanlah pertolongan-Mu ya Allah.” Liriknya memang pendek, tetapi bagi saya memiliki arti yang dalam dan “menyayat” hati.

BACA JUGA  Gurita Syiah Iran di Damaskus Sebelum Arab Spring

Bagi saya, lirik tersebut menggambarkan kesendirian rakyat Suriah menghadapi musibah kemanusiaan terbesar—versi UNHCR. Saya sebut sendiri, karena ketika beberapa individu atau lembaga kemanusiaan yang mencoba menghimpun dana dan bantuan untuk mereka, langsung dicap (terkait kelompok) teroris. Sendiri, karena setiap berbicara soal Suriah dianggap tabu. Karena ISIS-lah, konflik sektarian-lah, konflik politik berkedok agama-lah, … Atau juga karena fenomena rabun jauh: ngapain repot-repot mikir Suriah kalau yang di sini saja juga susah cari makan.

Sebaliknya, monster-monster pencabut nyawa yang mengintai mereka tak pernah kenal kata puas dan kenyang. Makin hari, justru makin rakus dan tamak. Lihat saja bagaimana hari ini China dan Korea Utara sudah sepakat ikut dalam invasi militer Rusia di Suriah. Koalisi ini menambah kuat jaringan Syiah sebelumnya, yaitu Iran, Iraq dan Hizbullah Lebanon.

Persekutuan tersebut semakin perkasa dengan sikap dingin Amerika dan Eropa melihat armada Rusia membombardir wilayah pemukiman penduduk (sering disebut sebagai basis pemberontak) Suriah. Dalam diamnya, Barat merasa girang karena tidak sendirian menghadapi jihad rakyat Suriah yang makin hari makin mengkhawatirkan mereka.

Sendiri, tak ada kawan. Sementara lawan makin solid dan bersatu padu siap mencabut nyawa mereka.

Dari pengalaman bergaul dengan rakyat Suriah, sesungguhnya saya tidak mengkhawatirkan kesendirian mereka ini. Justru makin kuat mereka melantangkan Ya Allah Malna Ghairaka, makin kecil ketergantungan mereka kepada manusia. Sebaliknya, mereka makin dekat, dan makin bergantung serta bersandar kepada Raja Diraja, Allah Rabbul Alamin. Kekuatan yang serba maha yang tak bakal terkalahkan. Itulah sumber kekuatan dan jaminan kemenangan!

BACA JUGA  Mendaras (Hari) Pahlawan

Yang saya khawatirkan adalah sikap acuh tak acuh, tak peduli dan masa bodoh yang diperagakan kaum Muslimin di luar Suriah. Mereka, yang terjerembab pada debat kusir seputar: isu terorisme, konflik sektarian dan sindrom rabun jauh. Miris, membayangkan apa yang bakal mereka jawab menghadapi tuntutan dan aduan rakyat Suriah kelak di hadapan Allah pada hari kiamat. Dan, mereka itu bisa jadi saya, Anda dan kita.

Adapun Abu Hasan, semenjak pulang ke Indonesia saya tak tahu bagaimana kabarnya. Wallahu a’lam, apakah kini ia masih hidup berjuang mempertahankan hidup yang sendirian, atau telah berkalang tanah bersama-sama saudara sebangsa dan seagamanya, bersama bayi dan balita yang mati dan dikubur dengan jasad yang tak lagi utuh… sembari mempersiapkan tuntutan bagi saya, Anda dan kita semua.
Tony Syarqi
Relawan Kemanusiaan untuk Suriah

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

[Video] Kiblat Mimbar : Perusak Ibadah Manusia Bersama ust. Abu Rusydan Part 1

KIBLAT.NET- Ibadah merupakan sarana manusia yang wajib atau yang sunnah untuk menuai ridho dan pahala...

Rabu, 07/10/2015 07:39 0

Palestina

Tepi Barat Memanas, 140 Warga Palestina Luka-luka

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Ketegangan antara warga Palestina dan militer Israel di wilayah yang dijajah...

Rabu, 07/10/2015 07:38 0

Turki

Turki Ancam Putuskan Kerjasama Bilateral dengan Rusia

KIBLAT.NET, Turki – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (06/10) menyatakan kemungkinan pemutusan hubungan...

Rabu, 07/10/2015 06:54 0

Suriah

Dukung Intervensi Rusia di Suriah, Israel Berbagi Informasi Intelijen

KIBLAT.NET, Suriah – Israel dilaporkan akan memberi informasi intelijen kepada Rusia tentang oposisi Suriah guna...

Selasa, 06/10/2015 20:19 0

Palestina

Dendam Kesumat, Tentara Israel Hancurkan Dua Rumah Warga Palestina

KIBLAT.NET, Yerussalem – Dua rumah warga Palestina di Yerussalem Timur menjadi sasaran balas dendam Israel,...

Selasa, 06/10/2015 18:53 0

Afghanistan

Usai Mengebom Rumah Sakit di Kunduz, Amerika Coba Lepas Tanggung Jawab

KIBLAT.NET, Kunduz – Serangan udara AS pada hari Sabtu (03/10) pekan lalu terhadap sebuah rumah sakit...

Selasa, 06/10/2015 17:16 0

Rusia

Tayangan Prakiraan Cuaca Rusia: Langit Cerah untuk Mengebom Suriah

KIBLAT.NET, Rusia – Rusia terlihat benar-benar serius melakukan intervensi militer ke Suriah. Dalam sebuah acara...

Selasa, 06/10/2015 12:55 0

Suriah

Bashar Assad Siap Mundur, Tapi Iran dan Rusia Harus Lakukan Ini

KIBLAT.NET, Damaskus – Diktator Suriah Bashar Assad menyatakan siap meninggalkan posisinya sebagai presiden Suriah, jika...

Selasa, 06/10/2015 12:52 0

Indonesia

Isu Satu Kampung Muslim Dibantai di Mamuju Tak Jelas, Ini Kronologisnya!

KIBLAT.NET, Jakarta – Aktivis dan Pengacara Muslim kelahiran Sulawesi, H Ismar Syafrudin menegaskan umat Islam mesti...

Selasa, 06/10/2015 12:22 0

Suriah

41 Faksi Suriah Seru Negara Kawasan Bentuk Koalisi Anti Rusia-Iran

KIBLAT.NET, Damaskus – Sebanyak 41 faksi pejuang Suriah bersenjata, Senin (05/10), menyeru negara-negara kawasan yang...

Selasa, 06/10/2015 12:00 0

Close