... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KH.Ma’ruf Amin: Tugas MUI Melindungi Umat Islam

Foto: Ketum MUI, KH.Ma'ruf Amin pada Ta'aruf dan Pengukuhan Pengurus MUI, Selasa (29/9) di Jakarta.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH.Ma’ruf Amin mengatakan selain bertugas melayani umat Islam, MUI juga memiliki tugas melindungi umat dari ancaman penyebaran aqidah sesat, paham-paham, dan cara berfikir yang menyimpang. Di antaranya, radikalisme dan liberalisme.

“Ini adalah tugas-tugas yang berat sekali,” kata Kiyai Ma’ruf dalam sambutannya pada acara Ta’aruf dan Pengukuhan Pengurus MUI masa khidmat 2015-2020, pada Selasa (29/9) di Kantor MUI Pusat, Jl.Proklamasi No.51, Jakarta Pusat.

Menurut Kiyai Ma’ruf, MUI juga harus melindungi umat Islam dari muamalah yang tidak sesuai syariah. Maka dari itu, MUI mendorong pembangunan ekonomi syariah untuk melindungi muamalah umat. Selain itu, MUI juga harus melindungi umat dari akhlak yang rusak.

“Seperti yang saat ini kita hadapi, munculnya isu-isu pernikahan sejenis, isu pelonggaran peredaran miras. Nanti kita akan hadapi lebih serius, kita juga akan mengetatkan perlindungan umat dari konsumsi barang yang tidak halal melalui sertifikasi halal,” ujarnya.

Kata Kiyai Ma’ruf, MUI juga berusaha memberdayakan dan memperbaiki umat Islam. Menurut dia, umat Islam saat ini cukup besar dalam jumlah. Tapi, masih kecil dalam peran.

“Oleh karena itu, kewajiban kita untuk memperbaiki dan menguatkan. Agar umat Islam tidak terus menjadi umat yang dhuafa wal mustadhafin, jangan sampai kita meninggalkan anak cucu yang lemah,” terangnya.

BACA JUGA  BEM SI Tuntut Pemerintah Beri Sanksi Tegas ke Pembakar Hutan

Pemberdayaan umat, lanjut dia, akan dilakukan MUI melalui pembangunan ekonomi umat. Saat ini, pembangunan ekonomi menjadi prioritas MUI dan terus dilakukan. Pemberdayaan umat juga dilakukan MUI dengan menggerakkan pendidikan untuk mencetak kader ulama. Pengkadera ulama secara jangka panjang dilakukan melalui pesantren.

“Namun, ada juga yang melalui kerjasama dengan berbagai lembaga untuk memberikan perluasan wawasan. Ada tekanannya pada pemikiran, ada tekanannya dalam masalah syariah dan fiqh, serta penekanan pada aspek-aspek lain,” papar Kiyai Ma’ruf.

Selain itu, dalam kehidupan berbangsa. MUI juga mempunyai kewajiban menjaga produk-produk kehidupan bangsa tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan, MUI menginginkan agar ajaran-ajaran Islam bisa terserap di dalam sistem perundang-undangan.

“Termasuk bagaimana fatwa bisa menjadi sistem di Republik Indonesia, itu tugas kita bersama,” tutur Kiyai Ma’ruf.

Lebih dari itu, MUI berperan pula menjaga bangsa dari upaya menyimpangkan negara. Dia berpendapat, secara konstitusi kehidupan kebangsaan sudah selesai. Namun, masih ada yang belum memiliki komitmen kebangsaan.

Masih ada kelompok-kelompok agama yang sangat tekstual, kemudian menjadi radikal. Serta, masih ada kelompok sekuler yang sangat tekstual, kemudian menjadi radikal yang menghalang-halangi jangan sampai agama memberikan warna di kehidupan kenegaraan.

“Di dalam negara memang ada kelompok sekuler yang moderat dan kelompok Islam yang moderat. Mereka melakukan kompromi berhasil melahirkan pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

BACA JUGA  BMKG Klaim Lakukan Antisipasi Sebelum Kebakaran Hutan

Kiyai Ma’ruf menilai, sudah menjadi tugas MUI membawa setiap kelompok radikal agar memiliki komitmen kebangsaan.
Reporter: Bilal

Editor: Royhan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

AS dan Rusia Sepakat Koordinasi Militer di Suriah

KIBLAT.NET, New York – Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat melakukan...

Selasa, 29/09/2015 12:56 0

Arab Saudi

Temui Kejanggalan Pada Jasad Korban Mina, Dokter ini Surati Raja Saudi

KIBLAT.NET, Riyadh — Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan rilis resmi terkait penyebab musibah Mina, yang...

Selasa, 29/09/2015 11:25 25

Arab Saudi

Jemaah Haji Indonesia Wafat dalam Insiden Mina Bertambah Jadi 46

KIBLAT.NET, Mekkah – Jemaah haji Indonesia yang wafat dalam insiden Mina meningkat jumlahnya menjadi 46...

Selasa, 29/09/2015 08:07 0

Suriah

Mujahidin Suriah Raih Kemajuan di Qunaithirah

KIBLAT.NET, Qunaithirah – Mujahidin Suriah kembali meraih kemajuan di provinsi Qunaithirah, Suriah Selatan, pada Senin...

Selasa, 29/09/2015 07:48 0

Afghanistan

Imarah Islam Afghanistan Sampaikan Duka Mendalam atas Insiden Mina

KIBLAT.NET, Afghanistan – Insiden Mina sedikit banyak masih menyisakan duka bagi kaum muslimin. Tak terkecuali,...

Senin, 28/09/2015 20:22 0

Suriah

Targetkan Daulah, Prancis Lancarkan Serangan Udara Pertama di Suriah

KIBLAT.NET, Paris – Prancis telah melancarkan serangan udara pertama yang menargetkan pejuang Daulah Islamiyah di...

Senin, 28/09/2015 17:27 0

Irak

Ekonomi Semakin Terpuruk, Iraq Minta Bantuan Dana ke Eropa

KIBLAT.NET, Baghdad – Menteri Luar Negeri Iraq Ibrahim Al-Jakfari, Ahad (27/09), meminta Komisioner Tinggi Keamanan...

Senin, 28/09/2015 17:00 0

Palestina

Di Hari Kedua, Bentrokan Masih Berlangsung di Al-Aqsha

KIBLAT.NET, Al Quds – Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks masjid Al-Aqsha,...

Senin, 28/09/2015 15:00 0

Afghanistan

Taliban Serang Kota Kunduz dari Tiga Arah

KIBLAT.NET, Kunduz – Mujahidin Taliban melancarkan serangan baru di ibukota provinsi Kunduz utara dari tiga...

Senin, 28/09/2015 14:30 0

Palestina

Bentrokan di Al-Aqsha Kembali Terjadi pada Minggu

KIBLAT.NET, Al Quds – Demonstran Palestina kembali bentrok dengan pasukan keamanan Israel di kompleks masjid...

Senin, 28/09/2015 13:40 0

Close