Israel Bolehkan Polisi Gunakan Peluru Tajam Hadapi Warga Pelestina

KIBLAT.NET, Tepi Barat – Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan bahwa Kabinet Urusan Politik dan Keamanan, Kamis (24/09), memberikan keluasan wewenang bagi polisi dan pasukan keamanan menghadapi warga Palestina. Polisi dan pasukan keamanan dibolehkan melepaskan tembakan peluru tajam kepada warga Palestina yang melembar batu.

Anggota kabinet sepakat mendukung rencana yang dikeluarkan Perdana Menteri Israel, Banjamin Netanyahu itu. Termasuk dari rencana PM Israel itu mengubah aturan penggunaan peluru tajam lebih fleksibel.

“Pemerintah memutuskan pasukan keamanan boleh melepaskan tembakan peluru tajam terhadap pelembar batu dan bom molotov jika ada pihak lain yang terancam, bukan hanya polisi,” kata pernyataan kantor PM Israel.

Keputusan itu juga membolehkan tentara Israel menggunakan tembakkan sniper. Ini menjadi hukuman tambahan yang diterapkan Israel terhadap pelembar batu.

Sebelumnya, Israel menghukum empat tahun penjara bagi pelembar batu. Selain itu, Israel juga mewajibkan denda bagi mereka.

Serangkaian hukuman itu diberlakukan kepada seluruh warga Palestina di Tepi Barat dan di Al-Quds.

Sebagaimana diketahui, warga Palestina yang hidup di kota yang dijajah Israel kerap terlibat bentrokan dengan polisi dan pasukan keamanan Israel. Mereka menggunakan batu dan bom molotov untuk menghadapi tindakan represif polisi Israel.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat