Profil Rasial Picu Kemarahan Muslim Filipina

KIBLAT.NET, Manila – Muslim di Filipina menyuarakan keberatan terhadap istilah yang digunakan untuk menggambarkan tersangka pengebom sebuah bus penumpang di wilayah Selatan pada pekan lalu, banyak dari Muslim berkampanye di internet.

Pengguna Facebook dan Twitter – yang marah pada serangan rasial – telah memasang gambar profil baru dengan pernyataan: “Saya seorang ‘Muslim Type’ dan saya bukan bomber #ENDdiscriminationNOW.”

Pada hari Senin, Jaringan Profesional Muda Moro menekankan bahwa gambar tersebut adalah hasil dari bersatunya Muslim untuk mengutuk “kalimat rasis ‘Type Muslim’ yang digunakan oleh artis sketsa untuk menggambarkan pelaku bus ledakan Zamboanga.

“Berdiri dan tetap bersatu melawan segala bentuk rasisme dan diskriminasi terhadap umat Islam! Allahuakbar !!” tulisnya.

Pekan lalu, penyidik polisi merilis sketsa seorang model tersangka dalam pemboman itu, pada sketsa tersebut, tertulis kalimat “MUSLIM Type.” di bawah gambar model.

Sketsa dibuat setelah terjadi serangan bom besar – yang dipersalahkan kepada Abu Sayyaf -, menewaskan seorang gadis dan melukai lebih dari 30 orang lainnya saat penumpang turun dari bus pada Jumat sore di terminal bus di Zamboanga.

Pada hari Senin, para pemimpin agama dari Majelis Ulama Zamboanga berjalan ke balai kota untuk memprotes keterangan pihak berwenang.

Direktur National Bureau of Investigation Regional Atty. Ferdinand Lavin kemudian meminta maaf atas penggunaan istilah tersebut. Namun, Lavin berdalih bahwa kata-kata itu digunakan oleh “saksi” pemboman, bukan oleh penyidik.

Dia menambahkan, artis dan kata-kata di bawah sketsa digunakan untuk membantu penyelidikan. Lanjut dia, seharusnya sketsa itu rahasia, tetapi terungkap ketika diupload di situs media sosial.

“Kita tidak bisa mengubah pernyataan saksi,” kata Lavin menegaskan, saat Wakil Walikota Cesar Ituralde memperingatkan pihak berwenang untuk lebih berhati-hati dalam tindakan mereka agar tidak menyinggung perasaan dari beberapa kelompok di kota. Lavin kemudian menekankan perlunya melanjutkan penyelidikan.

Pada hari Senin, Jaringan Profesional Muda Moro menegaskan “TIDAK SEMUA Muslim adalah teroris. hanya beberapa. TIDAK SEMUA orang Kristen adalah teroris.”

“Mereka [pemerintah] mungkin mengatakan telah terjadi kesalahan dalam deskripsi tersangka Bom Zambo baru-baru ini. Namun dalam kenyataannya, kita semua tahu bahwa profil rasial bukan hanya di selatan, tetapi di sebagian besar wilayah Filipina,” tulisnya.

“Bagian yang menyedihkan dari masalah ini adalah bahwa, [permintaan maaf] tidak akan pernah mendapatkan 10 juta retweet atau share.”

Anggota komunitas Kristen Zamboanga juga memberikan dukungan mereka kepada Muslim.
“Saya mengutuk deskripsi diskriminatif dan stereotip seperti itu,” kata Ulysses John Pagente Almocera melalui laman Facebooknya.

“Itu tidak benar bahkan untuk seseorang yang bukan Muslim. Saya seorang Katolik tapi saya terlihat seperti Tausug,” katanya, menggunakan istilah yang mengacu pada identitas politik yang lebih luas dari umat Islam Mindanao, Sulu dan Palawan di selatan.

Almocera bertanya jika ia melakukan pemboman tersebut, apakah dirinya juga akan dilabeli oleh artis sketsa dengan kata-kata “Muslim Type”?

“Oh kumohon. Hentikan. Hentikan menghubungkan terorisme dengan agama. Ini sangat ofensif. Saya tersinggung. Saya Tausug, saya bangga memiliki teman-teman Muslim, saya menghormati mereka. Hidup dalam budaya yang beragam bagian dari negara, kami harus belajar untuk menghormati satu sama lain, “tulisnya.

 

Sumber: Worldbulletin

Penulis: Qathrunnada

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat