Jumlah Jemaah Haji Asal Indonesia yang Ikut Tarwiyah Tahun Ini Menurun

KIBLAT.NET, Mekkah – Pelaksanaan wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji tinggal menghitung hari. Sebanyak 12.434 jemaah haji Indonesia akan melakukan tarwiyah. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan jemaah yang melakukan tarwiyah pada tahun sebelumnya.

“Jemaah haji Indonesia yang melakukan tarwiyah tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebanyak 13.358. Sesuai data yang dihimpun oleh pembimbing ibadah Daker Makkah, sd. 21 September 2015, jemaah yang mengikuti tarwiyah sebanyak 12.434 orang,” demikian penjelasan Kepala Bidang Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIH, Ali Rokhmad kepada Media Center Haji, pada Ahad (21/09) malam.

Menurutnya, penurunan jumlah jemaah tarwiyah diperkirakan karena kerja keras para pembimbing ibadah untuk mensosialisiasikan surat edaran Daker Makkah No. 2015. Lebih lanjut, Ali menyatakan, kecuali sunnah, pemerintah tidak memprogramkan tarwiyah karena mempertimbangkan jamaah haji Indonesia yang lebih dari 60%, beberapa di antaranya mengalami kesulitan, dan termasuk pembiayaan. Sedangkan persiapan untuk wukuf dirasakan lebih utama, karena wukuf di Arafah merupakan rukun haji.

Tarwiyah berasal dari kata kerja rawa-yarwi memiliki arti: menceritakan, meriwayatkan, mengantarkan, mengairi, memberi minum. Dikatakan tarwiyah karena setidaknya ada 2 alasan yaitu: pertama, hari ke 8 dari bulan dzulhijjah ini jamaah calon haji setelah berihram, mereka menuju Mina untuk bermalam yang keesokan harinya baru menuju Arafah. Ketika di Mina, dulunya para haji menyiapkan air sebagai bekal untuk berwukuf di Arofah esok. Menyiapkan air diistilahkan dengan yatarowwauna yang asal kata yang sama dengan tarwiyyah.

BACA JUGA  Syaikh Shalih Al Fauzan Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Pertama

Alasan kedua, dalam sejarah di malam hari ke 8 dzulhjjah Nabi Ibrahim AS bermimpi pertama kali dari Allah untuk menyembelih anaknya Ismail AS. Ketika mendapat mimpi itu, beliau AS “bertanya-tanya” kepada dirinya apakah itu mimpi dari Allah atau dari syaithan? bertanya-tanya itu diistilahkan dengan bahasa “Yurawwi” dan itu sebab nya kemudian dinamakan hari tarwiyyah. Ketika mimpi itu datang untuk kedua kalinya di malam hari Arafah, Nabi Ibrahim AS akhirnya yakin kalau itu berita dari Allah SWT. Dan yakin berarti adanya pengetahuan, yang dalam bahasa Arab disebut arafa. Karena itulah hari ke 9 dzulhijjah dinamakan hari Arafah.

Kegiatan tarwiyah, bisa dilakukan jamaah secara sendiri, namun biasanya dilakukan secara berkelompok. Kelompok dimaksud bisa saja dalam satu rombongan di kloter, atau bersama kelompok bimbingan/KBIH. Untuk melaksanakan kegiatan tarwiyah biaya yang harus dikeluarkan berkisar 150-200 real/ jamaah. “Itu, terkadang belum biaya konsumsi jamaah” ujar Ali.

“Baik jamaah tarwiyah yang melakukan kegiatan sendiri atau bersama regu dan kelompoknya, semuanya disiapkan blangko izin/pernyataan kepada ketua kloter yang diketahui sektor masing-masing” tambahnya.

Selaku Kabid Bimbingan Ibadah, Ali berharap jamaah haji Indonesia yang sudah menentukan pilihan untuk tarwiyah, dapat menjalninya dengan baik, termasuk melakukan shalat lima waktu di Mina, mulai dhuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh. Namun, bila harus segera menuju ke Arafah karena kawatir kepadatan jamaah pada pagi hari, malam tanggal 09 dzulhijjah, juga sudah tidak mengapa. Para ulama’ sepakat bahwa tarwiyah ini merupakan sunah fi’liyah. Adapumyang harus menjadi perhatian kepada semua jamaah adalah melaksanakan rukun haji yaitu wukuf di Arafah.

BACA JUGA  Syaikh Shalih Al Fauzan Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Pertama

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan tim monitoring yang bermarkas di Mina. Tim yang siap memberikan bantuan jika diperlukan ini terdiri dari tim pembimbing ibadah, tim perlindungan jamaah dan tim kesehatan jamaah haji.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenyenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Djamil berpesan kepada jamaah yang akan melakukan tarwiyah untuk tetap menjaga kesehatan serta mempertikan iklim/situasi cuaca ekstrim di Arab Saudi. “Kita berharap semua berjalan lancar dan jamaah selamat serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” terangnya.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Alamsyah

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat