... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mustofa Nahra: Pemerintah Pusat Seolah Tidak Belajar dari Tragedi Tolikara

Foto: Kios dan rumah warga yang dibakar saat Hari Raya Idul Fitri, Jumat (17/07) di Tolikara.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah pusat semestinya belajar dari sejumlah kasus kekerasan dan penyerangan terhadap umat Islam di wilayah Papua. Hal itu diutarakan oleh pengamat terorisme, Mustofa B. Nahrawardaya saat dihubungi Kiblat.net siang ini, (06/09).

“Saya ada tim di sana yang melaporkan per hari per menit kepada saya. Ada ancaman-ancaman ke beberapa masjid, termasuk di Tolikara,” ujar Mustofa.

Dijelaskannya, sejumlah tragedi kekerasan kepada umat Muslim di Papua sangatlah menyedihkan karena pemerintah seolah tidak belajar dari kasus-kasus sebelumnya.

“Ini sudah tiga kali pembakaran loh ya. Pertama di Tolikara, kemudian di Al-Jundi, kemudian sampingnya lagi (Ponpes Al-Muttaqin Jayapura) itu ada dua. Itu ada tiga yang laporan ke saya tapi yang lainnya belum laporan, karena yang lain itu juga banyak ancaman,” tambah aktivis Muhammadiyah ini.

Sebagaimana dikabarkan Kiblat.net, setelah Tragedi Tolikara meletus terjadi insiden pembakaran di Ponpes Al-Muttaqin Distrik Heram Jayapura. Baca juga: Pondok Pesantren Al-Muttaqin di Jayapura Terbakar, Begini Kronologisnya

Artinya, lanjut Mustofa, penyerangan ini dilakukan dengan sangat terstruktur. Sehingga, kalau tidak diselesaikan secara hukum akan terulang kembali di waktu yang akan datang

“Apalagi ancaman-ancaman itu gak berhenti. Berarti ini memang sudah gerakan-gerakan teror. Orang tidak salah kalau mengatakan ini teroris karena sudah terstruktur,” tandasnya.

Disebutkan terstruktur karena ada dananya, ada jaringannya, dan mereka selaku organisasi sudah melakukan gerakan-gerakan terstruktur dengan administrasi yang tertib.

“Pertama, kirim surat dulu, kemudian menyerang, membakar dan mengancam sampai sekarang, artinya ini sudah gerakan teroris, jadi tidak mungkin dimaafkan,” ujar dia. Baca juga: Investigasi Tolikara: Di Tolikara, Titik Api Bermula

Maka, untuk mengantisipasi hal ini hendaknya pemerintah menegakkan hukum secara tegas, kemudian menggunakan hukum adat untuk saling berdamai. Tetapi, tegas Mustofa, tidak boleh jika kemudian kepolisian membebaskan dua tersangka maupun membersihkan nama GIdI, sesuai tuntutan mereka.

“Makanya jangan lagi saling mengancam, berikan kebebasan kepada umat Islam. Kalau perlu berikan kebebasan membangun masjid di mana pun berada dan tidak boleh ada ancaman lagi terhadap kegiatan umat Islam,” katanya.

 

Reporter: Fajar Shadiq
Editor: Alamsyah

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

“Bukan Sekedar Mati Syahid”

KIBLAT.NET – Syahadah atau mati syahid, sebuah kata sarat makna yang begitu dirindukan setiap mujahidin....

Ahad, 06/09/2015 14:21 0

Asia

Lagi, Imam Masjid di Patani Ditembak Mati

KIBLAT.NET, Patani – Seorang tokoh Muslim di kawasan selatan Thailand terbunuh setelah dihujani tembakan pada Sabtu, (05/09)...

Ahad, 06/09/2015 12:53 0

Eropa

Klub Sepakbola Real Madrid Sumbang Rp16 Miliar untuk Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Madrid – Klub sepakbola terkaya di dunia, Real Madrid tak hanya fokus dalam bisnis olahraga....

Ahad, 06/09/2015 12:21 0

Arab Saudi

10 Tentara Saudi Gugur, Jumlah Korban Serangan Syiah Hautsi di Maarib Bertambah

KIBLAT.NET, Maarib – Arab Saudi pada Sabtu (05/09) mengumumkan bahwa sepuluh tentaranya tewas dalam serangan...

Ahad, 06/09/2015 12:00 0

Yaman

45 Pasukannya Tewas di Yaman, UEA Umumkan Hari Berkabung Nasional Selama 3 Hari

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Kementerian Urusan Kepresidenan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan masa berkabung nasional...

Ahad, 06/09/2015 11:42 0

Opini

Revolusi Mental, Mampukah Wujudkan Perubahan Hakiki?

KIBLAT.NET – Belakangan ini, pemerintah tengah sibuk menggencarkan program revolusi mental. Anggaran yang dikucurkan untuk...

Ahad, 06/09/2015 11:34 0

Rohah

Inilah Perilaku Arab Badui di Malam Hari

KIBLAT.NET – Beberapa orang shalih sedang bercengkerama dengan seorang Arab Badui. Salah satu dari mereka...

Ahad, 06/09/2015 06:14 0

Suriah

SNHR: Januari-Agustus 2015, Sebanyak 2.209 Bocah Suriah Terbunuh

KIBLAT.NET, Damaskus – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengungkapkan bahwa dalam rentang Januari...

Sabtu, 05/09/2015 19:38 0

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS Di Iraq: Kerja Sama dengan Iran (Bag. 3)

Baca artikel sebelumnya KIBLAT.NET – Sejak tahun 1990, AS telah terlibat dalam perang Iraq dalam...

Sabtu, 05/09/2015 19:00 0

Foto

Begini Ekspresi Seniman Ungkapkan Kepedulian Mereka pada Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Meski konflik telah memasuki tahun kelima, nasib warga Suriah tak banyak mendapatkan...

Sabtu, 05/09/2015 18:05 0