... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

“Bukan Sekedar Mati Syahid”

Foto: Sumber gambar: www.albetaqa.com

KIBLAT.NET – Syahadah atau mati syahid, sebuah kata sarat makna yang begitu dirindukan setiap mujahidin. Tidak diragukan lagi bahwa para syuhada mempunyai kedudukan yang tinggi. Kedudukan mereka dua tingkat di bawah para Nabi dan shiddiqin. Bahkan, syahadah juga menjadi harapan Nabi Muhammad SAW seperti yang disebutkan dalam hadist shahih.

Maka dari itu, syahadah juga  menjadi harapan bagi setiap umat Muhammad. Seluruh mujahidin berlomba-lomba mendapatkan nikmat syahadah. Namun, kenikmatan dan janji Allah yang sedemikian rupa bagi para syuhada, bukanlah tujuan tertinggi dari jihad itu sendiri.

 وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّي أَغْزُو فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُو فَأُقْتَلُ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku sangat senang berperang di jalan Allah hingga aku terbunuh. Kemudian aku berperang lagi hingga aku terbunuh. Kemudian aku berperang lagi hingga aku terbunuh.” (HR Muslim 3484)

Ada satu tujuan yang lebih mulia dan lebih tinggi dari mati syahid, yaitu mengeluarkan manusia dari penyembahan kepada hamba diganti penyembahan hanya kepada Rabb dan untuk menegakkan syariat Allah di muka bumi.

Sebagaimana Allah SWT telah memberikan penjelasan yang gamblang dalam Al-Qur’an,

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa’ : 74)

BACA JUGA  Tagar #StopBlokirMediaIslam Jadi Trending Topik

Imam Al-Baidhawi rahimahullah dalam tafsirnya, Anwaru At-Tanzil wa Asrar At-Ta’wil mengatakan bahwa makna { فَيُقْتَلْ أَو يَغْلِبْ } adalah sebuah peringatan bagi para mujahid agar senantiasa teguh di medan juang hingga mendapat kemenangan atau menjemput syahid. Meskipun demikian, jangan sampai niatnya semata-mata hanya untuk terbunuh (mencari syahid, -red) saja, tetapi berjuang demi tegaknya Al-Haq dan Dienul Islam.

Syaikh Abu Walid Al-Anshari dalam kitabnya “Jihad min Al-Mahdi ila Al-Lahad” memberikan pendapatnya tentang ayat 74 surat An-Nisa`. Beliau mengatakan, “Perhatikan bagaimana membandingkan antara kematian dan kemenangan, seolah-olah kematian –mati syahid di jalan Allah—itu secara zahir adalah bentuk kekalahan di hadapan musuh. Karena kebalikan dari kemenangan adalah kekalahan, adapun penyebutan kematian di sini adalah kematian yang mulia. Oleh karena itu, sebagian salaf berkata, ‘Terbunuhnya diriku dan angin kaum muslimin bergerak ke depan lebih saya sukai daripada terbunuhnya diriku tetapi angin kaum muslimin berhembus ke belakang dan orang kafir berkuasa atas kaum muslimin.”

Para mujahid yang berjuang fi sabililah seyogyanya memahami akan hal ini. Bahwa, merekalah yang menjadi tumpuan bagi umat untuk membawa dari dunia yang gelap kepada dunia yang terang benderang dengan cahaya Islam. Dunia telah lama dikuasai orang kafir sejak runtuhnya supremasi Islam sejak tahun 1924.

Untuk membebaskan belenggu itu, umat Islam membutuhkan para mujahid yang tangguh, mumpuni dan masih hidup. Meskipun mereka sangat merindukan kematian di jalan Allah, tetapi semangat mereka untuk menang dan membawa Islam ke puncak kejayaan adalah harapan umat.

BACA JUGA  Tuduhan Pencucian Uang GNPF MUI, Perhimpunan Donatur: Kami Tidak Terima

Ibnu Ashur Al-Maliki berkata di dalam At-Tahrir wa At-Tanwir, “Pemuda di zaman ini bagaikan mata uang yang langka dan sulit ditemukan, sedangkan jihad membutuhkan lebih banyak pemuda daripada harta.”

Syaikh Abdullah Azzam juga berkata, “Krisis yang dialami dunia Islam adalah krisis seseorang yang mampu memikul beratnya tanggung jawab dan mengemban amanah.”

Mengharap syahadah dan berusaha untuk mendapatkannya adalah perkara yang dicintai Allah SWT. Akan tetapi, ada perkara yang lebih penting dan lebih bermaslahat lebih besar, yaitu berjuang demi kejayaan Islam. Allah juga lebih mengedepankan berperang melawan orang kafir dan menang atas mereka daripada menjadi syuhada. Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (At-Taubah : 111)

 

Penulis : Dhani El_Ashim

Editor: Rudy

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Idul Adha di Tolikara, Pengamat: Negara Tak Mungkin Penuhi Permintaan Konyol GIdI

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Terorisme Mustofa B. Nahrawardaya menegaskan permintaan bersyarat Gereja Injili di Indonesia...

Ahad, 06/09/2015 13:37 2

Asia

Lagi, Imam Masjid di Patani Ditembak Mati

KIBLAT.NET, Patani – Seorang tokoh Muslim di kawasan selatan Thailand terbunuh setelah dihujani tembakan pada Sabtu, (05/09)...

Ahad, 06/09/2015 12:53 0

Eropa

Klub Sepakbola Real Madrid Sumbang Rp16 Miliar untuk Pengungsi Suriah

KIBLAT.NET, Madrid – Klub sepakbola terkaya di dunia, Real Madrid tak hanya fokus dalam bisnis olahraga....

Ahad, 06/09/2015 12:21 0

Arab Saudi

10 Tentara Saudi Gugur, Jumlah Korban Serangan Syiah Hautsi di Maarib Bertambah

KIBLAT.NET, Maarib – Arab Saudi pada Sabtu (05/09) mengumumkan bahwa sepuluh tentaranya tewas dalam serangan...

Ahad, 06/09/2015 12:00 0

Yaman

45 Pasukannya Tewas di Yaman, UEA Umumkan Hari Berkabung Nasional Selama 3 Hari

KIBLAT.NET, Abu Dhabi – Kementerian Urusan Kepresidenan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan masa berkabung nasional...

Ahad, 06/09/2015 11:42 0

Opini

Revolusi Mental, Mampukah Wujudkan Perubahan Hakiki?

KIBLAT.NET – Belakangan ini, pemerintah tengah sibuk menggencarkan program revolusi mental. Anggaran yang dikucurkan untuk...

Ahad, 06/09/2015 11:34 0

Rohah

Inilah Perilaku Arab Badui di Malam Hari

KIBLAT.NET – Beberapa orang shalih sedang bercengkerama dengan seorang Arab Badui. Salah satu dari mereka...

Ahad, 06/09/2015 06:14 0

Indonesia

Muslim Tolikara Bisa Shalat Idul Adha, Tapi GIdI Minta Syarat Ini

KIBLAT.NET, Jakarta – Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan pada siang ini, Sabtu, (05/09) mengadakan pertemuan...

Sabtu, 05/09/2015 20:34 3

Suriah

SNHR: Januari-Agustus 2015, Sebanyak 2.209 Bocah Suriah Terbunuh

KIBLAT.NET, Damaskus – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) mengungkapkan bahwa dalam rentang Januari...

Sabtu, 05/09/2015 19:38 0

Analisis

5 Kegagalan Strategi AS Di Iraq: Kerja Sama dengan Iran (Bag. 3)

Baca artikel sebelumnya KIBLAT.NET – Sejak tahun 1990, AS telah terlibat dalam perang Iraq dalam...

Sabtu, 05/09/2015 19:00 0